DINDING INSPIRASI,’YEL-YEL’, DAN INSERSI PENDIDIKAN

Oleh Wawan Kuswandi

(Kepala SMPN 3 Lembang Kab. Bandung Barat)

Menanggapi tulisan Sapardan (2020) pada rubrik Newsroom Disdik Kab. Bandung Barat bahwa implmentasi insersi mata pelajaran di sekolah bergantung pada kepiawaian pihak sekolah untuk mengeksekusinya. Kepala sekolah sebagai pimpinan dan manajer di sekolah dan guru-guru sebagai pendidik yang berhubungan langsung dengan peserta didik memiliki tanggung jawab sesuai fungsi masing-masing untuk melaksanakan berbagai kebijakan pendidikan. Salah satu kebijakan yang berkembang adalah insersi pendidikan.

Ada beberapa muatan atau insersi pendidikan yang dititipkan ke sekolah yang harus dilaksanakan, di antaranya Pendidikan Anti Korupsi, Pendidikan Siaga Kependudukan, Pendidikan Anti Narkoba, Pendidikan Mitigasi Bencana, Pendidikan Wawasan Lingkungan Hidup, Pendidikan PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat), Pendidikan Tertib Lalu lintas. Dari sekian insersi pendidikan tersebut, pada dasarnya adalah bagaimana peserta didik memiiliki pengetahuan, sikap mental, dan pembiasaan dalam mensikapai isu-isu berkaitan dengan setiap insersi tersbut. Tentu, kita tidak bisa menafikkan pentingnya berbagai insersi pendidikan tersebut. Semua itu penting untuk disampaikan kepada peserta didik, baik itu sebagai pembinaan sikap mental yang harus dimiliki peserta didik, pembiasaan yang harus merka lakukan, dan kesiagaan dalam menghadapi situasi tertentu.

Setiap insersi pendidikan telah memberikan SOP (Standar Pelaksanaan Operasional) atau prototipe untuk implementasi di sekolah. Dari sekian SOP yang perlu dilaksanakan di sekolah, diantaranya :

  1. Kebijakan sekolah. Sekolah dengan tanggung jawab sekolah adalah membuat kebijakan untuk melaksanakan insersi pendidikan tersebut. Kebijakan bisa berupa penugasan kepada guru mata pelajaran terkait untuk memasukkan materi atau pokok bahasan sisipan untuk masuk dalam rencana dan pelaksanaan pembelajaran. Kebiajakan juga bisa berarti membuat tim pokja disertai pembuatan SK Kepala Sekolah, seperti membentuk Tim Pokja Siaga Bencana, Tim Pengembang Sekolah Berwawasan Lingkungan Hidup. Membuat surat edarana kepada warga sekolah berkaitan dengan insersi pendidikan, membuat SOP Pelaksanaan di sekolah, dan apabila isu itu berkaitan dengan kehidupan sehari-hari seperti PHBS dan Wawasan Lingkungan hidup bisa dimasukkan ke dalam tata tertib sekolah.
  2. Pelaksanaan kegiatan intrakurikuler. Dalam kegiatan intrakurikuler insersi pendidikan menjadi bagian dari tema atau pokok bahasan yang harus termuat dalam mata pelajaran terkait yang tentu harus tarcantum dalam silabus, RPP guru mata pelajaran tersebut, dan untuk mata pelajaran lain bisa dilaksanakan sebagai pendahuluan atau penutup pembelajaran yang hanya disampaiakan untuk mengingatkan akan isu-isu terkait insersi pendidikan.
  3. Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler. Dalam kegiatan ekstra kurikuler dilaksanakan di luar jam pelajaran dengan pola pembinaan khusus bagi peserta didik, misalnya mengundang nara sumber dan menyampaikan kepada para peserta didik, seperti pendidikan berlalu lintas dan narkoba dengan mengundang nara sumber yang kompeten. Atau membina kelompok peserta didik yang tergabung dalam kader tertentu, misalnya dalam pengembangan sekolah berwawasan lingkungan dibentuk Kader Peduli Lingkungan atau Relawan Peduli Lingkungan, dan lain sebagainya.

Apakah sekolah kita sudah melaksanakan kegiatan-kegiatan tersebut? Sudah optimalkah pelaksanaannya di sekolah kita? Untuk dapat melaksanakan insersi pendidikan di sekolah, berikut ini adalah ide atau gagasan yang bisa dilaksanakan untuk memastikan bahwa sekurang-kurangnya di sekolah kita insersi pendidikan tersebut dapat dilaksanakan :

  1. Dinding Insprirasi

Yang dimaksud dengan dinding inspirasi disini adalah memanfaatkan dinding ruang kelas sebagai sumber informasi. Selama ini mungkin dinding kelas digunakan untuk menempelkan tugas-tugas peserta didik atau lukisan-lukisan, atau foto-foto pahlawan nasional, dan sebagainya. Dinding kelas bisa digunakan untuk menempelkan informasi-informasi atau rangkuman materi yang perlu diketahui oleh peserta didik dari setiap insersi pendidikan di atas. Dengan ditempelkan di tiap ruang kelas, peserta didik akan membaca informasi-informasi tersebut. Tentu untuk menarik mereka membaca, perlu penataan yang baik dan menarik. Guru-guru terkait ditugaskan untuk membuat rangkuman materi dan membuat bahan untuk ditempelkan di tiap ruang kelas. Para peserta didik tiap kelas dengan bimbingan wali kelas bisa ditugaskan untuk menata dinding kelas, salah satu bagian dinding yang dikhususkan untuk menempel informasi-informasi tersebut.  Penamaannya tentu bisa disebut “Dinding Inspirasi” atau “Majalah Dinding Kelas” atau nama lain yang menarik. Bisa saja menggunakan semua bagian dinding belakang kelas untuk dijadikan tempat menempelkan berbagai informasi penting, termasuk tulisan-tulisan karya siswa yang inspiratif, dan rangkuman materi pelajaran tiap mata pelajaran dalam satu semester.

  1. Membuat “Yel-yel”

Salah satu ungkapan yang menarik agar peserta didik mudah mengingat dan menghafal adalah dengan membuat Yel-yel. Guru-guru dan siswa bisa membuat yel-yel yang berhubungan dengan insersi pendidikan. Misalnya sebagai berikut :

a. Guru : “Kopupsi”

Siswa (sambil menyilangkan tangan di depan) : “ Katakan tidak untuk korupsi”.

b. Guru : “NARKOBA”

Siswa : “Merusak Generasi Muda”. “Tidak Terbujuk, Tidak Menggunakan. Tidak Mengedarkan”

c. Guru : “Siaga Kependudukan”

Siswa : “ Kejar Cita-cita. Tidak Kawin Muda”.

d. Guru : “Bila terjadi gempa”

Siswa : “Berlindung di bawah meja, Jauhi kaca-kaca, Lindungi kepala”

e. Guru : “Bila Gempa reda”

Siswa : “Berkumpul di tempat Terbuka”

f. Guru : “Kebersihan”

Siswa : “Lingkungan bersih, kita sehat”

Dan seterusnnya dengan insersi pendidikan lain.

Guru-guru juga para siswa dapat membuat yel-yel yang lebih kreatif untuk meyampaikan pesan utama dari setiap insersi pendidikan. Yel-yel tersebut bisa diucapkan dengan dipandu oleh guru bisa pada saat sebelum memulai pelajaran tiap hari. Bisa juga dibagi tugas tiap mata pelajaran yang berbeda untuk mensosialisasikan yel-yel tertentu. Misalnya guru Agama dan PKn tentang anti korupsi dan Narkoba, Mata Pelajaran lain dengan yel-yel yang lain. Dengan yel-yel tersebut sekurang-kurangnya peserta didik dapat menangkap pesan utama dari insersi pendidikan yang perlu tersampaikan kepada mereka, dan mereka akan menyimpan dalam memori mereka.

Semoga tulisan ini bermanfaat, dan menjadi motivasi bagi rekan-rekan guru dan kepala sekolah untuk menemukan inspirasi yang lebih baik untuk melaksanakan insersi pendidikan di sekolah masing-masing.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *