Dinas Pendidikan Kab. Bandung Barat Terus Tingkatkan Kualitas Pelayanan Pendidikan

Oleh: Dr. H. Rustiyana, ST., MT., M.Pd., M.A.P
(Sekretaris Pendidikan Kab. Bandung Barat)

 

Sebagai hasil pemekaran Kabupaten Bandung, Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat berupaya meningkatkan kualitas dan kinerja pelayanan publik. Namun, ada keluhan dari sebagian masyarakat terkait minimnya fasilitas dan kurang efektifnya pelayanan administrasi. Oleh karena itu, Dinas Pendidikan terus berupaya mengoptimalkan akses Rapor Pendidikan, mendorong implementasi perencanaan berbasis data, dan meningkatkan kualitas pembelajaran melalui implementasi Kurikulum Merdeka.

Upaya yang dilaksanakan Dinas Pendidikan di atas, tujuan utamanya adalah dalam rangka meningkatkan kualitas layanan pendidikan yang optimal.

Dalam optimalisasi akses Rapor Pendidikan, Dinas Pendidikan Kab. Bandung Barat mendorong semua jenjang satuan pendidikan untuk menjadikan Rapor Pendidikan sebagai acuan dalam mengidentifikasi masalah, merefleksikan akarnya, lalu membenahi kualitas pendidikan secara menyeluruh. Selain itu, publik juga dapat mengakses Rapor Pendidikan sebagai upaya gotong royong membenahi kualitas pendidikan.

Seperti diketahui, Rapor Pendidikan mendukung pendidikan berkualitas berbasis bukti. Termasuk, analisis dan evaluasi kebijakan pendidikan menjadi upaya untuk mengidentifikasi kekuatan dan tantangan dalam penyelenggaraan sistem pendidikan. Hasil analisis dan evaluasi tersebut memberikan dasar yang kuat untuk merumuskan solusi dan langkah-langkah strategis dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan secara berkesinambungan.

Mengutip dari laman Direktorat Sekolah Menengah Pertama, Rapor Pendidikan merupakan platform yang menyediakan data dari laporan hasil evaluasi sistem pendidikan. Kebijakan evaluasi sistem pendidikan yang baru ini menekankan orientasi mutu pendidikan dan sistem yang terintegrasi.

Platform tersebut ditujukan untuk satuan pendidikan, juga pemerintah daerah agar bisa mengidentifikasi tantangan. Itu menjadi bahan untuk refleksi, sehingga bisa menyusun rencana perbaikan pendidikan secara tepat dan berbasis data.

Mengutip dari laman Pusat Informasi Rapor Pendidikan, berikut beberapa manfaat Rapor Pendidikan.

1. Referensi utama sebagai dasar analisis, perencanaan dan tindak lanjut peningkatan kualitas pendidikan.

2. Satu-satunya platform untuk merujuk hasil Asesmen Nasional.

3. Sumber data yang objektif dan andal, laporan disajikan secara otomatis dan terintegrasi.

4. Instrumen pengukuran untuk evaluasi sistem pendidikan secara keseluruhan baik untuk evaluasi internal maupun eksternal.

5. Alat ukur yang berorientasi mutu dan pemerataan hasil belajar (output).

6. Platform penyajian data yang terpusat. Satuan pendidikan tidak perlu menggunakan beragam aplikasi sehingga diharapkan meringankan beban administrasi.

Selanjutnya, dalam Perencanaan Berbasis Data (PBD),  Dinas Pendidikan terus mendorong semua satuan pendidikan untuk mengimplementasikannya. Semuanya dalam upaya untuk mencapai peningkatan serta perbaikan mutu pendidikan yang berkesinambungan.

Seperti diketahui, PBD bertujuan untuk memberikan perbaikan pembelanjaan anggaran serta pembenahan sistem pengelolaan satuan pendidikan yang efektif, akuntabel dan konkret. Selain itu, PBD juga disesuaikan dengan kebutuhan satuan pendidikan atau dinas berdasarkan identifikasi masalah yang berasal dari data pada platform Rapor Pendidikan, yang kemudian mendorong satuan pendidikan dan dinas pendidikan untuk melakukan pembenahan melalui penyusunan  kegiatan peningkatan capaian berdasarkan hasil identifikasi dan refleksi terhadap capaian di Rapor Pendidikan dan kondisi lapangan. Terdapat tiga langkah sederhana dalam proses Perencanaan Berbasis Data (PBD), yaitu Identifikasi, Refleksi, dan Benahi (IRB).

Sementara itu, dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran melalui implementasi Kurikulum Merdeka, Dinas Pendidikan juga mendorong setiap satuan pendidikan untuk menerapkannya dalam proses pembelajaran.

Seperti diketahui, Kurikulum Merdeka merupakan transformasi pembelajaran yang penting, bukan saja dalam menghadapi pendidikan pasca pandemi tapi juga untuk menghadapi situasi dunia yang terus berubah sesuai dengan perkembangan zaman.

Dalam upaya menjawab tantangan dinamika zaman yang terus berkembang, Kurikulum Merdeka hadir. Kurikulum yang merupakan transformasi pembelajaran dengan mengedepankan penggalian dan pengembangan potensi peserta didik tersebut, memberi ruang kepada para insan pendidikan sebagai pemimpin pembelajaran yang berpusat pada murid.

Seperti diketahui, Kurikulum Merdeka adalah salah satu alat bantu utama untuk melakukan transformasi pendidikan dan mewujudkan sekolah yang berkualitas dan berkarakter profil pelajar Pancasila. Selain itu, Kurikulum Merdeka diyakini dapat memudahkan guru dan kepala sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Kemudian,  struktur kurikulum ini lebih fleksibel, fokus pada materi yang esensial, memberikan keleluasan bagi guru menggunakan berbagai perangkat ajar sesuai kebutuhan dan karakteristik peserta didik, serta aplikasi yang menyediakan berbagai referensi bagi guru untuk terus mengembangkan praktik mengajar secara mandiri dan berbagi praktik baik.

Kembali untuk menyikapi respons masyarakat di atas tentang masih minimnya layanan adminstrasi dan fasilitas, salah satu yang dilaksanakan Dinas Pendidikan adalah dengan melakukan survei kepuasan masyarakat untuk memastikan pelayanan yang lebih baik, seperti yang tersaji berikut ini.

Akhirnya, sebagaimana yang telah tersaji pada data tersebut, capaian dari nilai indeks unit pelayanan, pada nilai IKM, Mutu Pelayanan, Kinerja Unit Pelayanan Dinas Pendidikan Kab. Bandung Barat di kategorikan “sangat baik”.  Namun, yang menjadi “core” dari Dinas Pendidikan Kab. Bandung Barat selama ini, adalah terus berupaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan.  ***