“JUPEQOH” PROGRAM PENGUATAN KARATER SMP PGRI NGAMPRAH BANDUNG BARAT

[responsivevoice voice=”Indonesian Female” buttontext=”bacakan”]Ngamprah,-(Newsroom). SMP PGRI Ngamprah Kabupaten Bandung Barat dalam rangka mengimplementasikan penguatan pendidikan karakter (PPK), meluncurkan program Jumat Perelek dan Sodaqoh (Jupeqoh). Kegiatan yang dilaksanakan setiap hari Jumat ini, merupakan bentuk solidaritas sekolah dalam membantu siswa dan warga yang kurang mampu.

Kepala SMP PGRI Ngamprah, Teddy Cahyadiana, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut adalah salah satu upaya sekolah dalam menyikapi situasi pandemi covid-19 yang berdampak pada hampir seluruh sektor kehidupan, termasuk perekonomian. Menurutnya, sikap empati, kepekaan, dan kepedulian kepada orang-orang yang kurang beruntung merupakan hal yang harus dilakukan. Hal ini sesuai dengan program PPK yang digalakkan sekarang ini.

Lebih lanjut disampaikan bahwa dunia pendidikan pun mendapatkan ujian berat. Namun, menurutnya, kegiatan belajar mengajar harus tetap berjalan kendati menggunakan pola pembelajaran jarak jauh.

“Di masa waspada pandemi covid-19 ini tidak bisa dipungkiri begitu terasa dalam berbagai aspek, dunia pendidikan pun tak luput dari imbas. Pendidik harus mengajar dari rumah atau dengan istilah work from home (WFH), peserta didik pun harus belajar mandiri di rumah dengan bimbingan penuh dari orang tua/wali, sungguh pemandangan yang tak lazim bagi kami, tapi kami yakin dibalik kejadian yang besar pasti tersimpan pula hikmah yang besar,” ungkapnya kepada koresponden NR (16/5/20).

Ditambahkannya bahwa terkait dengan program di atas, pihaknya telah berkoordinasi dengan para guru dan wakasek kesiswaan, dan Pembina OSIS. Sehingga pelaksanaannya melibatkan seluruh warga sekolah.

“Setelah koordinasi dengan Wakasek Kesiswaan Asep Rahmat, S.Pd, Gr., beserta pembina OSIS, Siti Hodizah, S.Pd., dan Ria Sintawati Kosasih, S.Pd., serta melibatkan beberapa pengurus OSIS, yaitu Ketua OSIS dan koordinator bidang keagaman, akhirnya melahirkan satu program yang nyata, yaitu melaksanakan bakti sosial bentuk dari kepedulian warga SMP PGRI Ngamprah untuk masyarakat,” lanjutnya.

Lebih jauh disampaikan bahwa JUPEQOH merupakan partisipasi warga sekolah berbentuk uang dan beras, yang nantinya akan di salurkan kepada siswa yatim dan piatu, serta orang-orang yang membutuhkan. Bahkan hasil sumbangan para donator tersebut disalurkan juga kepada  Panti Yatim Indonesia yang beralamat di Jln. Raya Cimareme No. 317, Cipendeuy, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat,  Sabtu (16/5/20).

Kepala Asrama Panti Yatim Indonesia, Husna, menyambut baik santunan yang diserahkan Pembina OSIS, Guru BK, perwakilan siswa tersebut. Menurutnya, hal ini dapat meringankan pihaknya dalam mengurus 13 anak dan tiga pengurus.

Sementar itu, Teddy menandaskan bahwa hal ini merupakan penanaman nilai-nilai karakter, yakni religius, gotong royong, dan nasionalis. Sekaligus implementasi dari visi dan misi sekolah yakni terwujudnya manajemen sekolah dengan pendekatan “RANCAGE” Religius, Amanah, Cerdas, Giat, Dan Edukatif. Teddy berharap program-program yang diluncurkan sekolah dapat mambawa manfaat kepada masyarakat.

.”Besar kecil bukan ukuran, tapi ketulusan dan niat yang ikhlas semoga menjadi amal kebaikan bagi kami semua. Dan semoga ke depannya melalui program-program yang berkarakter, warga SMP PGRI Ngamprah bisa memberikan kemanfaatan kepada masyarakat,” tandasnya.***

Berita; Riskan Mutiara

Sumber Berita/Foto: Asep Rahmat, S.Pd.Gr (Wakasek Kesiswaan SMP PGRI Ngamprah)
Editor/Ilustrator: Adhyatnika GU[/responsivevoice]