KamUS (Kamonesan Urang Sunda)

Oleh: Yuki Indriawati Suparman, S.Pd.SD
(Guru SDN 2 Krida Utama)

Pengelolaan program yang berdampak pada murid merupakan salah satu modul pembelajaran pada program Pendidikan Guru Penggerak, yaitu modul 3.3. Modul 3.3 ini membahas tentang bagaimana sebuah program dapat memberikan dampak positif pada murid.

Program yang berdampak positif pada murid yang disusun di SDN 2 Krida Utama, yaitu program KamUS (Kamonesan Urang Sunda). Program KamUS (Kamonesan Urang Sunda) adalah kegiatan ko-kurikuler yang bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran murid untuk mengenal dan melestarikan budaya Sunda. Jenjang kelas yang menjadi target adalah  kelas I sampai kelas VI.

Tujuan Program

  1. Menumbuhkan kesadaran murid untuk mengenal dan melestarikan budaya Sunda
  2. Sebagai budaya positif di sekolah
  3. Menumbuhkan kepemimpinan murid (student agency) untuk membentuk karakter profil pelajar Pancasila

Latar Belakang

  1. Banyaknya murid yang kurang mengenal kebudayaan Sunda
  2. SDN 2 Krida Utama memiliki aset utama dalam modal manusia, yaitu memiliki guru yang kompeten dalam bidang kesenian Sunda
  3. Kepemimpinan murid harus dikembangkan dengan program yang berpihak pada murid untuk membentuk karakter Profil Pelajar Pancasila
  4. Berdasarkan hasil wawancara murid, diperoleh data bahwa minat murid untuk melestarikan budaya Sunda cukup baik

Gambaran Umum Program KamUS

  1. Program ini dilaksanakan 1 minggu sekali setiap hari Kamis dengan durasi waktu 30 menit dari pkl. 07.00-07.30.
  2. Pada minggu pertama murid-murid akan bermain “kaulinan barudak”.
  3. Pada minggu kedua murid-murid menyanyikan pupuh/lagu sunda secara perorangan/berkelompok.
  4. Pada minggu ketiga murid-murid menari tarian tradisional secara perorangan/berkelompok.
  5. Pada minggu keempat murid-murid membawa makanan tradisonal dan makan bersama.
  6. Program ini juga untuk mempersiapkan murid mengikuti FTBI (Festival Tunas Bahasa Ibu) untuk lomba nembang/pupuh dan FLS2N (Festival Lomba Seni Siswa Nasional) untuk lomba seni tari dan menyanyi solo.

Rencana Evaluasi

  1. Kepala sekolah melakukan monitoring jalannya kegiatan program KamUS
  2. Melakukan refleksi mingguan setelah program berlangsung
  3. Melakukan evaluasi setiap bulan terhadap program yang sudah berjalan
  4. Melakukan wawancara dengan murid secara berkala untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan program yang telah berjalan

Tantangan

  1. Tempat kegiatan program dilaksanakan di lapangan, kemungkinan terkendala cuaca (hujan)
  2. Konsistensi pelaksanaan program
  3. Tidak semua guru dapat diajak berkolaborasi untuk melaksanakan program

Solusi

  1. Jika cuaca sedang tidak mendukung (hujan) kegiatan dilaksanakan di kelas masing-masing dengan bimbingan guru kelas
  2. Berkolaborasi dengan kepala sekolah dan rekan guru untuk melakukan pengawasan terhadap jalannya program
  3. Koordinasi dengan kepala sekolah untuk membuat kebijakan tentang program dan membuat SK penugasan TIM program KamUS.

 

Catatan Refleksi

 KamUS (Kamonesan Urang Sunda) adalah kegiatan ko-kurikuler yang bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran murid untuk mengenal dan melestarikan budaya Sunda. Program ini dilatarbelakangi oleh banyaknya murid yang kurang mengenal kebudayaan Sunda.

Strategi awal yang penulis lakukan adalah berkoordinasi dengan kepala sekolah dan rekan guru untuk meminta masukan terkait hal menarik yang dapat menumbuhkan kesadaran murid untuk mengenal dan melestarikan budaya Sunda. Penulis pun berdiskusi dengan perwakilan murid untuk menguatkan ide pembuatan program KamUS ini.

Hal tersebut penulis lakukan untuk menggali informasi sebanyak-banyaknya terkait minat murid dalam melestarikan kebudayaan Sunda agar program KamUS ini dapat berjalan dengan baik. Hasil dari diskusi ini, didapatkan bahwa seluruh warga sekolah sepakat dengan adanya program untuk melestarikan budaya Sunda melalui program “KamUS”.

Penulis merasa cemas karena khawatir kepala sekolah, rekan guru maupun murid kurang merespon positif terhadap program yang penulis sampaikan. Namun, ternyata hal yang penulis khawatirkan tidak terjadi, Penulis sangat bahagia ketika kepala sekolah dan rekan guru merespon positif dan menyambut baik terhadap ide pembuatan program KamUS sebagai kegiatan yang dapat menumbuhkan kesadaran murid untuk mengenal dan melestarikan budaya Sunda. Begitupun dengan murid, mereka sangat antusias dalam memberikan suaranya terkait ide pembuatan program KamUS.

Pembelajaran yang penulis dapatkan  adalah pentingnya melakukan diskusi dengan pihak-pihak terkait di sekolah terutama kepala sekolah dan rekan guru, karena dapat saling berbagi pengalaman, saling bertukar informasi, dan memberikan masukan terkait ide awal pembuatan program KamUS ini.

Selain itu, melibatkan murid dalam setiap kegiatan dapat membuat murid menyuarakan pendapatnya, menentukan pilihan yang mereka inginkan sesuai dengan minatnya sehingga murid akan merasa memiliki program yang bermanfaat bagi mereka. Murid akan lebih bersemangat dan antusias sehingga akan menumbuhkan kepercayaan dirinya menuju student agency.

Melalui kegiatan diskusi dengan seluruh warga sekolah, diharapkan penulis bisa menyusun program lebih matang dengan memanfaatkan aset/kekuatan yang ada. Harapan penulis dengan melibatkan warga sekolah, program “KamUS” dapat berjalan dengan maksimal dan semua warga sekolah bisa turut berpartisipasi dalam program ini. Selanjutnya murid dapat menyuarakan keinginannya, membuat pilihan yang sesuai dengan minatnya serta rasa kepemilikannya akan program sehingga mampu menumbuhkan rasa tanggung jawab untuk menjadi pemimpin pembelajaran. **

Profil Penulis
Yuki Indriawati Suparman, S.Pd.SD, Lahir di Bandung pada 09 Oktober 1989, saat ini bertugas sebagai Guru Kelas di SDN 2 Krida Utama Kabupaten Bandung Barat sejak 2013, dan merupakan CGP Angkatan 9 KBB.