“KEBAS”-Kreativitas Barang Bekas

Pengelolaan Program Yang Berdampak Positif Bagi Murid

Oleh : Indri Rosdiana, S.Pd
(SDN 1 Nyomplong Cipatat)

 

Peristiwa (Fact):

Program KEBAS ini digagas karena kondisi lingkungan yang bermasalah dengan sampah. Kreativitas dari barang bekas adalah kegiatan intrakurikuler yang bertujuan untuk melatih keterampilan dan mengembangkan pengetahuan murid meningkatkan kreativitas siswa. Program ini dilatarbelakangi karena adanya masalah mengenai barang-barang bekas yang menjadi sampah di lingkungan sekolah. KEBAS bertujuan mengembangkan kreativitas peserta didik dan menyalurkan minat & bakat peserta didik juga meningkatkan peluang karier di masa depan.

Strategi awal yang penulis lakukan adalah berkoordinasi dengan kepala sekolah, rekan guru serta berdiskusi dengan seluruh dewan guru untuk meminta saran/masukan terkait hal menarik yang dapat menumbuhkan kreativitas siswa membuat kerajinan dari barang bekas. Penulis pun berdiskusi dengan murid untuk menguatkan ide pembuatan program KEBAS ini.

Hal tersebut penulis lakukan untuk menggali informasi sebanyak-banyaknya terkait minat murid dalam bidang kreativitas dalam pembuatan kerajinan agar program KEBAS ini dapat berjalan dengan baik. Hasil dari kegiatan aksi nyata tahap buat pertanyaan ini, didapatkan bahwa seluruh warga sekolah sepakat adanya program yang dapat melatih keterampilan dan kreativitas siswa ini.

Perasaan (Feeling) :

Perasaan penulis ketika melaksanakan aksi nyata tahap buat pertanyaan utama adalah ada sedikit merasa cemas dalam hati, karena dikhawatirkan kepala sekolah, guru maupun murid kurang merespons positif terhadap program yang penulis sampaikan. Namun, ternyata hal tersebut tidak terjadi, penulis sangat bahagia ketika kepala sekolah sangat merespons positif terhadap ide pembuatan program intrakurikuler KEBAS sebagai kegiatan yang dapat melatih keterampilan dan mengembangkan kreativitas siswa dari barang bekas. Begitu pun dengan rekan guru, mereka menyambut baik pembuatan program KEBAS ini. Murid pun sangat antusias dalam memberikan suaranya terkait dengan ide awal pembuatan program .

Pembelajaran (Finding):

Pembelajaran yang penulis peroleh dari pelaksanaan aksi nyata tahap buat pertanyaan utama ini adalah pentingnya melakukan diskusi dengan pihak-pihak yang terkait di sekolah terutama kepala sekolah dan rekan guru, karena kita dapat saling tukar informasi, berbagi pengalaman dan memberikan saran atau masukan terkait ide awal pembuatan program KEBAS ini.

Selain itu, pentingnya melibatkan murid dalam setiap kegiatan dapat membuat murid menyuarakan pendapatnya, menentukan pilihan yang mereka inginkan sesuai minatnya, dan akan merasa memiliki program yang berguna bagi mereka. Murid akan lebih bersemangat dan antusias sehingga akan menumbuhkan kepercayaan dirinya menuju student agency.

Penerapan kedepan (Future) :

Melalui kegiatan diskusi dengan seluruh warga sekolah, diharapkan program ini dapat terealisasi. Segala tantangan yang ditemui, diharapkan dapat diminimalisir dengan memanfaatkan aset utama yang ada di sekolah. Semoga program ini dapat berjalan dengan konsisten.

Profil PenulisĀ 
Indri Rosdiana S.Pd , Guru di SDN 1 Nyomplong, Kecamatan Cipatat ,Kabupaten Bandung Barat.CGP Angkatan 9 Tahun 2024.