KEBERSIHAN DI RANAH PENDIDIKAN

Deni Ramdani, S.Pd., M.Pd

(Kasubag Kepegum Disperindag KBB)

Hari ini cuacanya terasa cerah, udara bersih karena sedikitnya polusi dari asap kendaraan yang menghasilkan gas karbon monoksida. Karbon monoksida diklaim dapat menghambat kemampuan darah dalam membawa asupan oksigen.
Berada di luar ruangan dalam menghirup udara segar sebenarnya memiliki banyak manfaat bagi kesehatan jiwa dan raga.
Seperti yang kita pelajari di sekolah, adanya pohon rindang merupakan bagian fotosintesis untuk mengubah karbondioksida menjadi oksigen yang diperlukan untuk bernapas. Pohon akan mengusir polusi dari udara sehingga lebih sehat untuk masuk ke dalam paru-paru. Dengan udara bersih dapat meningkatkan sistem imun, mengusir stres, dan dapat meningkatkan energi

Berada di lingkungan dengan udara bersih, kemudian berjalan-jalan di bawah rindang pepohonan dan menghirup wanginya bunga bukan hanya membuat kita bahagia tapi juga meningkatkan rasa relaks juga akan membuat lebih tenang dan berkurangnya rasa cemas.

Kebersihan adalah keadaan bebas dari kotoran. Termasuk di antaranya debu, sampah, dan bau. Di zaman modern, setelah Louis Pasteur menemukan proses penularan penyakit atau infeksi disebabkan oleh mikroba, kebersihan juga berarti bebas dari virus, bakteria patogen, dan bahan kimia berbahaya.

Terlintas dibenak pikiran penulis ketika sedang menikmati segarnya udara bersih. Terlihat spanduk bertuliskan ‘Kebersihan Sebagian dari pada Iman’. Bagaimana agar kebersihan bisa diterapkan dan terasa manfaatnya untuk semua kalangan dengan tulisan tersebut,  karena menurut saya agar terciptanya kebersihan diperlukan suatu perawatan atau pemeliharaan dengan baik, yang mana dalam pemeliharan dalam perawatan tersebut perlunya hubungan sosial dalam bentuk kekeluargaan. Kekeluargaan adalah hubungan yang erat antar orang-orang dalam rumah, luar rumah, tempat bekerja, dan masyarakat. Kekeluargaan merupakan dasar persatuan, modal utama dalam masyarakat untuk ketentaraman.

Pengertian Iman menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) ialah kepercayaan yang berkaitan dengan agama, keyakinan dan ketetapan hati, dan keteguhan batin. Iman berarti percaya atau meyakini dengan hati, mengucapkan dengan lisan, dan mengamalkan dengan perbuatan.

Keimanan sering disalahpahami dengan ‘percaya’. Keimanan dalam Islam diawali dengan usaha-usaha memahami kejadian dan kondisi alam sehingga timbul dari sana pengetahuan akan adanya Yang Mengatur alam semesta ini. Dari pengetahuan tersebut kemudian akal akan berusaha memahami esensi dari pengetahuan yang didapatkan.

Lalu bagaimana penerapan kebersihan di ranah pendidikan?

Bersihnya lingkungan merupakan dambaan. Dengan lingkungan yang bersih dan indah akan dapat membangkitkan motivasi, menciptakan rasa nyaman dan suasana tenang dalam kegiatan. Dengan lingkungan yang bersih dan indah bisa dilakukan dengan cara membangun sebuah taman atau pepohonan hijau di halaman atau di lingkungan yang tidak memiliki tanaman atau pohon.

Jika dikaitkan dengan ranah pendidikan terdapat unsur-unsur pendidikan terdiri dari peserta didik, pendidik, interaksi edukatif antara peserta didik dan pendidik, materi isi pendidikan (kurikulum), konteks yang mempengaruhi pendidikan, alat dan metode, perbuatan pendidik, dan evaluasi dan tujuan pendidikan.

Sarana pendidikan umumnya mencakup fasilitas yang dipergunakan dan menunjang proses pendidikan, seperti gedung, ruangan belajar, media pendidikan, dan sebagainya.

Apa yang harus diperhatikan di sekolah anda tentang semua fasilitas, sarana dan prasarana yang ada?

Setidaknya ada delapan fasilitas/sarana dan prasarana yang perlu diperhatikan di sekolah di antaranya :
1. Letak bangunan sekolah
2. Halaman sekolah
3. Bangunan sekolah/ruang kelas
4. Perlengkapan ruang kelas
5. Persediaan air bersih
6. Tempat cuci tangan
7. Kamar mandi
8. Tempat sampah dan pembuangan sampah

Halaman sekolah sangatlah bermanfaat sebagai area pembelajaran formal maupun non formal, sebagai tempat untuk refreshing para siswa, dapat memberikan pengalaman visual yang dapat diamati dan menjadi bahan kajian bagi para siswa dan guru dalam proses pembelajaran. Halaman sekolah juga merupakan media dan sumber belajar yang realistik.

Halaman sekolah yang bersih menjadikan warga sekolah bergairah. Sudah menjadi kodrat alamiah bahwa halaman sekolah yang bersih akan membuat warga sekolah merasa betah dan kerasan untuk berlama-lama berada di tempat itu.

Halaman sekolah yang bersih yang jauh dari kebisingan. Dengan Kondisi lingkungan sekolah yang ditata dengan rapi akan membuat suasana menyenangkan dan menggairahkan semua warga sekolah.

Halaman sekolah yang bersih bisa terpelihara dengan baik jika sinergis dengan lingkungan sosial sekolahnya  tidak akan berati banyak lingkungan fisik yang bagus tanpa ditopang oleh lingkungan sosial.

Dengan kondisi lingkungan fisik dan sosial yang baik sekolah akan menjadi tempat ternyaman kedua setelah di rumah. Oleh karena itu, semua warga sekolah perlu menumbuhkembangkan budaya baik di sekolah. Baik lingkungan fisik sekolah, maupun lingkungan pergaulan sosial.

Kesimpulannya adalah halaman sekolah yang bersih, udara bersih bukan hanya membuat kita bahagia, rileks, tapi juga akan membuat kita lebih tenang dan berkurangnya rasa cemas, serta sangat bermanfaat sebagai area pembelajaran formal maupun non formal. Kemudian sebagai tempat untuk refreshing para siswa dan dapat memberikan pengalaman visual yang dapat diamati menjadi bahan kajian bagi para siswa dan guru dalam proses pembelajaran. Halaman sekolah juga merupakan media dan sumber belajar yang realistik.**

*Dari berbagai sumber