MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK MELALUI PEMANFAATAN POJOK BACA

Oleh: Nurhasanah, S.Pd
(SD Negeri 1 Cisandawut)

 

Kementerian pendidikan dan kebudayaan (kemendikbud) mencanangkan gerakan literasi sekolah (GLS). sebagai pengembangan dari permendikbud no. 23 tahun 2015 tentang penumbuhan budi pekerti pada anak.

Menindak lanjuti gerakan tersebut, seorang guru harus dapat melakukan hal-hal kreatif terkait budaya literasi, salahsatunya dengan pengadaan pojok baca di kelas.

Pojok baca merupakan sudut tempat siswa membaca, di pojok baca disediakan buku-buku cerita dan ilmu pengetahuan serta karya hasil siswa. yang menambah kesan elok dan seni. pada jenjang sekolah dasar. Guru harus berupaya semaksimal mungkin agar pojok baca menjadi magnet yang menarik untuk siswa gemar membaca.

Tujuan program ini adalah untuk meningkatkan budaya literasi siswa, Meningkatkan kreativitas dan gotong royong, meningkatkan daya nalar kritis siswa, meningkatkan rasa nyaman belajar di dalam lingkungan kelas, dan berkembangnya potensi,bakat, dan minat siswa dalam literasi

Persiapan dalam melakukan program ini adalah dengan harapan menjadi praktik baik yang terus berkembang disekolah, hal-hal yang penulis lakukan adalah berkoordinasi dengan kepala sekolah beserta rekan guru untuk menyampaikan apa yang menjadi visi penulis dan prakarsa perubahan yang telah penulis rancang.

Dalam pelaksanaan mengimplementasikan semua rencana yang telah dibuat bersama dengan kepala sekolah dan rekan guru berdasarkan prakarsa perubahan yaitu hal sederhana meningkatkan literasi dengan membuat pojok baca, dengan tujuan siswa dapat membaca setiap saat tanpa harus ke perpustakaan sekolah.

 Refleksi Setelah kegiatan aksi nyata dilaksanakan penulis melakukan refleksi bersama kepala sekolah, rekan guru, maupun murid dengan berdiskusi. Hal ini dilakukan untuk menilai ketercapaian target dari program yang telah dilaksanakan. Hasil dari refleksi dijadikan sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut untu pelaksanaan program secara berkelanjutan agar lebih baik lagi kedepannya.

Tahapan aksi nyata yang penulis jalani, mulai dari persiapan, perencanaan kegiatan, pelaksanaan, hingga refleksi, merupakan bagian integral dari proses perubahan yang penulis tujukan. Testimoni dari rekan guru dan siswa menjadi bukti bahwa upaya ini telah memberikan dampak positif dalam pembentukan karakter siswa.