PKKLS – Peduli Kebersihan dan Kelestarian Lingkungan Sekolah

Oleh: Ratih Puspasari, S.Pd.,M.Pd
(Guru SDN Tegallaja Ngamprah)

 

Program PKKLS merupakan kegiatan Ko-Kurikuler yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya lingkungan yang sehat dan lestari. Siswa akan dikenalkan dengan praktik hidup yang ramah lingkungan dan bagaimana cara mengoptimalkan pengelolaan sampah, sehingga terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, aman dan nyaman.

Selain itu tujuan dari program PKKLS ini yaitu untuk menumbuhkan sikap beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan YME, mandiri, kreatif, gotong royong, berbudaya lingkungan sehingga mampu menjadi pemimpin pembelajaran.

Adapun yang melatarbelakangi pembuatan Program PKKLS ini adalah:

  1. Masih rendahnya kepedulian murid terhadap kebersihan di sekolah
  2. Kurangnya tanggung jawab dan disiplin dalam menjaga kebersihan dan keindahan sekolah
  3. Masih kurangnya motivasi murid untuk berkreasi dalam menata keindahan di sekitarnya
  4. Program yang sudah berjalan di sekolah sangat minim sekali dalam melibatkan murid untuk proses merancang dan memberikan masukan terkait program

Dalam hal ini, keterlibatan murid dalam setiap program di sekolah merupakan salah satu proses pembelajaran murid dalam menumbuhkan jiwa kepemimpinan murid melalui menyuarakan pendapat, menentukan pilihan sesuai dengan minatnya serta rasa memiliki program.

Dengan terwujudnya jiwa kepemimpinan maka akan berdampak kepada pencapaian profil pelajar pancasila.

Adapun tujuan program dari kegiatan ini yaitu:

  1. Untuk menumbuhkan kesadaran murid terhadap kebersihan dan keindahan sekolah
  2. Menumbuhkan sikap beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, mandiri, kreatif, bergotong royong sehingga mampu menjadi pemimpin pembelajaran
  3. Menciptakan kelas dan lingkungan sekolah yang nyaman, indah dan dapat meningkatkan semangat belajar
  4. Untuk menumbuhkan budaya positif

Berikut adalah capaian langkah yang telah di buat

  • Buat Pertanyaan

Pada tahap buat pertanyaan ini (2 hari), penulis melakukan diskusi dengan kepala sekolah dan rekan sejawat tentang kegiatan PKKLS ini yang kemudian penulis mensosialisasikan kepada murid, pedagang, orang tua murid serta warga sekitar terkait bagaimana upaya kita dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan nyaman.

Pada sesi diskusi dengan murid kelas atas untuk menanyakan kegiatan apa yang mereka sukai yang dapat meningkatkan kepedulian mereka terhadap kebersihan dan keindahan, sehingga diharapkan dapat mewujudkan kepemimpinan murid melalui VOICE tersebut

  • Ambil Pertanyaan

Pada tahap ambil pelajaran (2 hari), murid memberikan pendapat tentang aktivitas yang menyenangkan bagi murid dalam kepedulian pada kebersihan melibatkan murid dalam menentukan jenis kegiatan yang akan dilakukan dengan menuliskan jenis-jenis kegiatan dalam PKKLS, untuk menentukan jenis kegiatan yang menyenangkan dan dapat memotivasi mereka untuk melaksanakan program “PKKLS”. Para murid diberikan kesempatan untuk menentukan pilihannya mengenai kegiatan yang akan dilakukan melalui suara atau menuliskannya di papan tulis . Setelah itu ditempelkan di depan kelas, lalu beberapa orang siswa membaca hasil pendapat mereka di depan kelas.

  • Gali Mimpi

Pada tahap gali mimpi ini (2 hari), penulis berkolaborasi dengan rekan sejawat untuk membuat daftar harapan murid untuk kelas yang indah, nyaman, bersih kemudian ditempel di kelas.

Rencana akan melibatkan murid dalam voice, choice dan ownership, kemudian memberikan kesempatan pada murid untuk memberikan pendapat, membagi peran, dan berpartisipasi aktif dalam melaksanakan kegiatan program PKKLS ini.

  • Jabarkan Rencana

Pada tahap jabarkan rencana (2 hari) berdiskusi dengan rekan sejawat mengenai rencana kegiatan PKKLS menyusun rencana kegiatan PKKLS diantaranya:

  1. Melakukan kolaborasi dengan rekan sejawat dan murid terkait diadakannya program PKKLS ini
  2. Menyusun rencana kegiatan apa saja yang akan dilakukan
  3. Berdiskusi dengan siswa untuk memilah sampah, sampah apa saja yang termasuk sampah organik dan non organik
  • Atur Eksekusi

Pada tahap atur eksekusi (4 minggu/setiap hari sabtu sebagai kegiatan pembiasaan) ini diantaranya yaitu:

  1. Murid diberikan kesempatan untuk menentukan jenis kegiatan apa dalam Program PKKLS ini
  2. Murid diberikan kesempatan untuk menentukan kelompok dan tugas yang akan dijalankan
  3. Murid membuat jadwal dan menentukan tempat yang akan dibersihkan
  4. Murid bergotong- royong.

Struktur Program dan Mitra

  1. Target program ini adalah seluruh kelas 1 sampai kelas 6
  2. Program ini akan dilaksanakan di sekolah setiap hari sabtu pada awal semester sebagai program pembiasaan setelah pulang sekolah
  3. Sedangkan kegiatan bersama warga sekitar/pedagang dilakukan setiap hari jumat (Opsih)
  4. Dengan orang tua tentunya dilakukan setiap hari, hal ini untuk melatih kemandirian siswa (contohnya, mencuci piring setelah makan, merapikan tempat tidur, dll)
  5. Mitra utama yang berkolaborasi dalam program ini berdasarkan hasil pemetaan aset di sekolah yaitu Modal Manusia : Guru, Tenaga Kependidikan, Murid, Orang tua siswa, Pedagang, Komite, warga masyarakat sekitar

Dalam kegiatan tersebut secara keseluruhan semua berkolaborasi dari mulai tahap awal terbentuk program yaitu kepala sekolah, rekan guru dan komite.

Kapasitas yang dimiliki sekolah:

  1. Modal Manusia : Kepala Sekolah, Guru, Tenaga Kependidikan, Siswa, Penjaga Sekolah, Pedagang, Komite, Warga Masyarakat sekitar sekolah
  2. Modal fisik : Ruang Kelas, Ruang Guru, Ruang Kepala Sekolah, Ruang Perpustakaan, Toilet, Gudang, Benda-benda yang dapat dimanfaatkan (Botol air mineral bekas, galon, alat kebersihan, bunga, macam-macam tanaman, tempat sampah, bambu, cat kayu).
  3. Modal Sosial : Kolaborasi dengan komunitas praktisi, adanya interaksi antar warga sekolah dan masyarakat sekitar, kerjasama dengan komite sekolah, bersosialisasi dengan orang tua murid untuk memberikan parenting.
  4. Modal Lingkungan/Alam : Lapangan, lahan kosong, taman sekolah dan lingkungan sekolah
  5. Modal Politik : Kebijakan Kepala Sekolah yang mendukung upaya perubahan berupa program yang berdampak positif bagi murid.
  6. Modal Finansial : Dengan memanfaatkan barang bekas seperti botol air mineral, galon, bekas kemasan kopi, sumbangan dari orang tua murid, infaq sekolah
  7. Modal Agama dan Budaya : Kebersihan sebagian dari iman

Rencana Evaluasi

Target dari program ini yaitu diikuti oleh seluruh warga sekolah yaitu kepala sekolah, rekan guru, tenaga kependidikan, murid, penjaga sekolah, dan pedagang. Hal tersebut tentunya guru kelas sudah mendiskusikannya dan telah mewawancarai murid di tiap kelas atas tentang pendapat/pengalaman murid pada PKKLS ini.

Kegiatan tersebut berupa :

  1. Membersihkan ruang kelas dan sekitar
  2. Membawa tempat makan/alat makan sendiri dari rumah
  3. Merawat tanaman
  4. Membuat kerajinan dengan memanfaatkan barang bekas
  5. Memberi hiasan pada kelas dan kegiatan murid yang dapat memperindah lingkungan sekolah dengan pantauan guru
  6. Membersihkan lingkungan sekitar sekolah (diluar sekolah/depan sekolah)

 

Kemungkinan tantangan yang dihadapi

Dalam kegiatan ini tentu saja pasti akan ada tantangannya, tantangan yang dihadapi saat melaksanakan program ini yaitu bagaimana meningkatkan motivasi murid untuk peduli kebersihan di lingkungan sekolah, bukan hanya dengan murid, tapi pihak sekolah juga harus mampu memberikan pemahaman terhadap para pedagang untuk bekerjasama dalam kegiatan ini, lalu bagaimana dengan warga masyarakat sekitar? kami sebagai pihak sekolah juga harus selalu memberikan pemahaman, terkait pembuangan sampah yang tidak seharusnya di buang di lingkungan sekolah.

Begitu juga dengan orang tua murid, yang harus senantiasa mendukung program sekolah ini untuk menyiapkan dan membiasakan anak-anaknya membawa tempat makan sendiri dari rumah.

 

Solusi dari tantangan

Penulis akan berdiskusi dengan rekan sejawat dalam menumbuhkembangkan semangat murid tentang peduli kebersihan dan keindahan di lingkungan sekolah, serta memberikan dorongan bagi para pedagang, warga sekitar untuk terus membiasakan bahwa kebersihan itu sangat penting, karena dengan kita membiasakan anak untuk peduli terhadap lingkungan, mulai dari lingkungan rumah nanti mereka akan terbiasa peduli terhadap lingkungan lainnya, termasuk di lingkungan sekolah sebagai rumah kedua mereka, dan selalu mengingatkan bahwa kebersihan merupakan sebagian dari iman.

 

Profil Penulis
Penulis Ratih Puspasari, akrab dipanggil Pita, Lahir di Bandung, penulis anak ke-3 dari 3 bersaudara, yang kini tengah tinggal di Cihampelas Padalarang, Kecamatan Ngamprah Kabupaten Bandung Barat. Penulis pernah menempuh Pendidikan di SDN Lebak Gede, SMP Negeri 1 Padalarang, SMA Pasundan 1 Cimahi. Penulis juga pernah menempuh Pendidikan Keguruan di STKIP Pasundan Cimahi dengan Program Studi Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, kemudian penulis juga lulusan Magister Pendidikan Dasar pada Program Pascasarjana Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan di Universitas Terbuka Bandung.