Skip to content

Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat

Primary Menu
  • Beranda
  • Tentang Kami
    • Tujuan Dinas Pendidikan
    • Struktur Organisasi
    • Pejabat Struktural Dinas Pendidikan
    • Tupoksi
    • Kontak Kami
    • Visi Misi & Moto
    • Maklumat Pelayanan
  • Statistik
    • Neraca Pendidikan 2016
    • Neraca Pendidikan 2017
    • Neraca Pendidikan 2018
    • Neraca Pendidikan 2019
    • Neraca Pendidikan 2020
    • Neraca Pendidikan 2021
  • Produk Hukum
  • Download
    • Library Document
    • Ebook
  • SAKIP
    • Renstra Disdik 2018-2023
    • IKU 2022
    • Perjanjian Kinerja Pejabat Eselon 2022
    • RKT Tahun 2021
  • Gallery Photo
  • Standar Pelayanan
  • PPPK
    • PPPK 2022
    • PPPK 2023
  • Portal Layanan
    • Portal Pelayanan
    • Portal Pengaduan
    • PETADIK
  • Publikasi
    • Majalah Kinanti
    • Podcast Bisa Cerdas
  • Home
  • Artikel Populer
  • 5 Mitos Populer tentang Pembelajaran Mendalam yang Perlu Anda Luruskan Sekarang Juga!
  • Artikel Populer

5 Mitos Populer tentang Pembelajaran Mendalam yang Perlu Anda Luruskan Sekarang Juga!

bidangsmp 21 February 2026

Dr. H. Rustiyana, ST., MT., M.Pd., M.A.P
(Sekretaris Dinas Pendidikan Kab. Bandung Barat)

Pembelajaran Mendalam adalah investasi dalam pembentukan manusia seutuhnya, yang tidak hanya pintar, tetapi juga berkarakter, adaptif, dan siap menjadi agen perubahan di masa depan.

Pembelajaran Mendalam (PM) atau Deep Learning—dalam konteks pendidikan—sering kali disalahpahami. Sebagai pendekatan transformatif yang bertujuan meningkatkan mutu pendidikan, PM tidak lepas dari mitos dan persepsi keliru yang dapat menghambat penerapannya. Meluruskan mitos-mitos ini sangat penting agar guru, orang tua, dan pemangku kepentingan dapat fokus pada esensi dan manfaat nyata dari PM.

Mitos 1: Pembelajaran Mendalam Sama dengan Kecerdasan Buatan (AI)

Fakta: Ini adalah kesalahpahaman terbesar. Meskipun istilah “Deep Learning” awalnya populer di ranah Kecerdasan Buatan (AI) untuk menggambarkan jaringan saraf tiruan, dalam konteks pendidikan, PM merujuk pada kerangka kerja pedagogis dan filosofis. PM pendidikan berfokus pada pengembangan Delapan Dimensi Profil Lulusan secara holistik, yaitu Penalaran Kritis, Kreativitas, Kolaborasi, dan lain-lain. PM adalah tentang bagaimana manusia belajar dengan mencapai pemahaman yang lebih dalam, bukan tentang bagaimana mesin memproses data.

Mitos 2: PM Hanya Berlaku untuk Mata Pelajaran Tertentu

Fakta: PM dirancang sebagai pendekatan universal yang dapat diterapkan di semua mata pelajaran, jenjang, dan konteks pendidikan. Prinsip-prinsipnya—Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan—serta siklus pengalaman belajarnya—Memahami, Mengaplikasi, dan Merefleksi—dapat diintegrasikan ke dalam Kurikulum apapun. Baik itu Matematika, Bahasa, atau Seni, PM mendorong guru untuk berfokus pada konten esensial dan merancang proyek serta tugas yang mendorong pemikiran multi/interdisipliner untuk mencapai kedalaman.

Mitos 3: Pembelajaran Mendalam Berarti Mengajar Lebih Banyak Materi

Fakta: Justru sebaliknya. Pembelajaran Mendalam adalah tentang kedalaman (depth) bukan keluasan (breadth). Kurikulum PM menekankan pada Konten Esensial dan aplikatif, yang memungkinkan guru dan siswa memiliki waktu yang cukup untuk mengeksplorasi konsep kunci secara menyeluruh. Pembelajaran dangkal (surface learning) yang berorientasi hafalan terjadi karena kurikulum terlalu padat. PM membantu siswa melampaui hafalan dan mencapai tingkat pemahaman yang kuat, sehingga mereka mampu merelevansikan dan mengaplikasikan pengetahuan yang sedikit namun penting dalam konteks baru.

Mitos 4: PM Hanya Bisa Dilakukan di Sekolah dengan Sumber Daya Lengkap

Fakta: PM berakar pada filosofi dan perubahan praktik pedagogis, bukan pada ketersediaan teknologi atau fasilitas canggih. Guru di sekolah mana pun dapat menerapkan PM dengan mengubah peran mereka menjadi Aktivator dan Kolaborator, merancang tugas-tugas otentik, serta melibatkan orang tua dan komunitas sebagai Kemitraan Pembelajaran. Fokusnya adalah pada desain pengalaman belajar yang Bermakna dan pembentukan budaya kelas yang Menggembirakan, yang dapat dilakukan tanpa harus bergantung pada sumber daya mahal.

Mitos 5: PM Membuat Tugas Guru Menjadi Lebih Berat dan Sulit

Fakta: Meskipun PM menuntut perubahan peran guru yang signifikan—dari penceramah menjadi fasilitator—sebenarnya, PM dirancang untuk membuat proses mengajar lebih berdampak dan efisien dalam jangka panjang. PM memberikan otonomi dan fleksibilitas kepada guru untuk berinovasi dan menyesuaikan kurikulum dengan konteks lokal. Dengan fokus pada pengembangan Regulasi Diri pada siswa, PM memberdayakan siswa untuk mengambil tanggung jawab atas proses belajarnya, yang pada akhirnya mengurangi beban guru dalam hal kontrol kelas dan motivasi eksternal.

Akhirnya, meluruskan kelima mitos ini membantu kita melihat PM sebagai apa adanya: sebuah kerangka kerja yang solid dan teruji untuk mencapai Pendidikan Bermutu untuk Semua. PM adalah investasi dalam pembentukan manusia seutuhnya, yang tidak hanya pintar, tetapi juga berkarakter, adaptif, dan siap menjadi agen perubahan di masa depan. ***

Total Views: 16

Continue Reading

Previous: Tim Futsal SMPN 2 Cikalongwetan Berjaya Di Kejuaraan Futsal School Invitation 2025

Related Stories

Dina maryani
  • Artikel Populer

Strategi SMP Negeri 2 Cihampelas Menyambut TKA 2026

bidangsmp 18 February 2026
sekdis1
  • Artikel Populer

Kekuatan Kata “Belum”: Mengubah Frustrasi Siswa Menjadi Motivasi

bidangsmp 12 February 2026
Cuplikan layar 2026-02-10 204544
  • Artikel Populer

Dinamika Proses Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah: Studi Kasus di Pemda Kabupaten Bandung Barat

bidangsmp 10 February 2026

Tautan

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org

हाल के पोस्ट

  • 5 Mitos Populer tentang Pembelajaran Mendalam yang Perlu Anda Luruskan Sekarang Juga!
  • Tim Futsal SMPN 2 Cikalongwetan Berjaya Di Kejuaraan Futsal School Invitation 2025
  • PASKIBRA SMPN 2 Cikalongwetan Raih Prestasi di LKBB SMP Jawa Barat 2026
  • Tantangan Infrastruktur Digital di Sekolah Indonesia dan Solusinya
  • Simfoni Rasa dan Budaya Nusantara: Penguatan Karakter melalui Pembelajaran Kokurikuler Lintas Disiplin Ilmu di Kelas IX SMPN 1 Cihampelas

हाल की टिप्पणियां

  1. bidangsmp on Teknik Pembelajaran Sosial-Emosional
  2. NeptunBahis Giris on Peran Guru Penggerak dalam Menggerakkan Komunitas Praktisi di Sekolah
  3. Yuli on Sambut Tahun Pelajaran 2023/2024, MKKS SR 01 SMP KBB Gelar Workshop IKM
  4. N. Mimin Rukmini on Guru Penggerak Angkatan 7 KBB Terbitkan Buku “Mereka yang Merrdeka”
  5. N. Mimin Rukmini on SMPN 2 Cikalongwetan Rebut Juara Umum GEFUC-2nd

अभिलेखागार

  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • November 2023
  • October 2023
  • September 2023
  • August 2023
  • April 2023
  • March 2023
  • November 2022
  • May 2021
  • April 2021
  • March 2021
  • November 2020
  • October 2018
  • March 2018

श्रेणियाँ

  • Artikel Populer
  • Berita
  • Edaran
  • Opini
  • PPPK 2022
  • PPPK 2023
  • Sastra
  • Tak Berkategori

You may have missed

WhatsApp Image 2026-01-08 at 06.28.07
  • Artikel Populer

5 Mitos Populer tentang Pembelajaran Mendalam yang Perlu Anda Luruskan Sekarang Juga!

bidangsmp 21 February 2026
Gambar4
  • Berita

Tim Futsal SMPN 2 Cikalongwetan Berjaya Di Kejuaraan Futsal School Invitation 2025

bidangsmp 21 February 2026
Gambar1
  • Berita

PASKIBRA SMPN 2 Cikalongwetan Raih Prestasi di LKBB SMP Jawa Barat 2026

bidangsmp 21 February 2026
rustiyana
  • Berita

Tantangan Infrastruktur Digital di Sekolah Indonesia dan Solusinya

bidangsmp 20 February 2026
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.