
Lembang KBB-SMPN 3 Lembang memberikan anugerah penghargaan kepada 7 ASN terbaik. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh warga sekolah tersebut, merupakan salah satu rangkaian peringatan HUT PGRI ke-80 dan Hari Guru Nasional 2025, Selasa (25/11/25).
Kepala SMPN 3 Lembang, Kusnadi, dalam sambutannya mengapresiasi kinerja para ASN yang telah meningkatkan kualitas layanan pendidikan sekolah. Menurutnya, momentum Hari Guru Nasional dan HUT PGRI harus menjadi penyemangat semua guru untuk mencetak generasi unggul sesuai dengan tema yang diusung, yakni Guru Bermutu Indonesia Maju, bersama PGRI mewujudkan Indonesia Emas.
“Mari kita jadikan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI sebagai motivasi semua dalam mewujudkan Indonesia Emas, sesuai dengan tema yang diusung, yakni Guru Bermutu Indonesia Maju,” ujarnya.
Lebih jauh disampaikan, pihaknya bersyukur atas capaian kinerja ASN di sekolah yang dipimpinnya. Menurutnya, capaian kinerja para ASN menunjukkan bahwa guru bukan hanya sekedar mengajar, namun terdapat nilai-nilai luhur yang diusungnya.
“Di tangan gurulah, masa depan bangsa ini ditulis. Bukan dengan tinta biasa, tetapi dengan kesabaran, ketulusan, dan pengorbanan. Guru bukan sekadar menyampaikan pelajaran, melainkan membangun peradaban. Di dalam kelas, bapak ibu guru bukan hanya mengajar membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga menanamkan nilai nilai kejujuran, tanggung jawab, toleransi, serta cinta tanah air. Itulah yang membuat bangsa ini berdiri tegak, kuat, dan bermartabat,” lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah berkenan memberikan penghargaan kepada 7 ASN terbaik. Penghargaan diberikan atas dedikasi, loyalitas, dan kinerjanya yang membanggakan. Ketujuh ASN tersebut, yaitu:
- Guru Berdedikasi Tinggi : diberikan kepada Bapak Dadang Kurnia, S.Pd.
- Guru Pembimbing Siswa Berprestasi Terbaik : diberikan kepada Ibu Evi Nopianti Gantika, S.Pd.
- Guru Berinovasi Tinggi : diberikan kepada Ibu Sri Sutrianti, S.Pd.
- Guru Berkinerja Tinggi : diberikan kepada Bapak Deden Sudrajat, S.Pd.
- Guru Berdisiplin Tinggi : diberikan kepada Bapak Wahyudin, S.Pd. (BK)
- Guru Berdisiplin Tinggi : diberikan kepada Bapak Wahyudin, S.Pd. (B. Inggris)
- Guru Berdisiplin Tinggi : diberikan kepada Ibu Nani Suryani, S.Pd.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Sekolah mengucapkan selamat bertugas kepada 9 PTK yang telah diangkat sebagai PPPK Paruh Waktu beberapa waktu lalu. Pihaknya mengucapkan terima kasih atas perhatian dari pemerintah, khususnya Bupati dan Wakil Bupati, serta Dinas Pendidikan KBB yang telah mengangkat para PTK sebagai PPPK Paruh Waktu.
“Kami ucapkan selamat kepada: Bapak Asep Triana, S.Pd., Bapak M. Arfiandi Gumilar, S. Pd., Ibu Siti Retnawati, S. Pd., Bapak Firman Ferdiansyah, Bapak Feri Setiawan, Bapak Ari Ardiansyah, Bapak Jejen Jaelani, Bapak Arman Purwanto, dan Bapak Sandy Danu Sandika, yang telah diangkat sebagai PPPK Paruh Waktu. Terima kasih kepada Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati, serta Pa Kadis dan jajarannya yang telah memprioritaskan dan mengangkat PTK sebagai PPPK Paruh Waktu. Semoga menjadi keberkahan bagi semuanya,” tandasnya.
Dipaparkan juga, peserta didik kelak akan menjadi pemimpin negara, dokter, insinyur, ulama, TNI POLRI, birokrasi, dosen, artis, pengusaha2 hebat, tidak lahir begitu saja. Mereka ditempa di ruang-ruang kelas, dibimbing oleh insan bernama guru.
“Tanpa guru, kemajuan hanyalah kata, dan peradaban hanyalah mimpi. Di tengah perubahan zaman yang serba cepat, guru tetap menjadi pelita yang tak pernah padam, memberi arah agar generasi muda tidak hilang menuju masa depan,” paparnya.
Ditandaskannya, kita tidak hanya membutuhkan generasi pintar, namun membutuhkan generasi yang berkarakter. Oleh karena itu, kewajiban kita adalah mengantarkan generasi bangsa sebagai pribadi yang unggul, berkarakter, dan dibanggakan negara, bangsa dan agama. Hal tersebut sesuai dengan filosofi pendidikan, yakni guru tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga menuntun jiwa.
“Negeri ini membutuhkan bukan hanya generasi pintar, tetapi generasi berkarakter. Dan Engkaulah para guru pembentuk karakter itu. Karena guru tidak hanya mengajarkan ilmu, tapi juga menuntun jiwa. Seperti kata Ki Hajar Dewantara, “Ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani.” Di depan, guru memberi teladan. Di tengah, membangun semangat. Di belakang, memberikan dorongan. Maka tak heran, guru disebut pahlawan tanpa tanda jasa, namun sejatinya jasa gurulah yang membuat semua pahlawan ada. Kita berharap semoga para siswa yang kita didik ini menjadi siswa yang cageur, bageur, bener, pnter, dan singer dalam falsafah sunda dikenal sebagai Gapura Panca Waluya,” tandasnya. ***