
Cihampelas KBB-SMPN 1 Cihampelas melalui Gerakan Literasi Sekolah (GLS) Campernik-nya meluncurkan buku antologi puisi, pantun, dan artikel karya warga sekolah. Buku berjudul Riuh dalam Diam tersebut, merupakan upaya sekolah dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan di bidang literasi.
Hal tersebut disampaikan Kepala SMPN 1 Cihampelas, Dadang Nurjaman kepada tim peliput berita pendidikan Bandung Barat (11/1/26). Menurutnya, Selain untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan, juga hadirnya buku ini diharapkan memotivasi warga sekolah untuk menjadi insan literat.

“Buku Riuh dalam Diam yang berisikan kumpulan puisi, pantun, dan artikel guru, siswa dan insan pendidikan lainnya, merupakan upaya kami untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Dalam kiprahnya, gerakan literasi ini merupakan wadah yang dapat memotivasi serta menggiring siswa agar senantiasa terus bergerak dan berinovasi untuk menjadi insan literat,” ujarnya.
Lebih lanjut disampaikan, GLS Campernik terus digelorakan dalam wadah pembiasaan literasi, ditambah berbagai kompetisi baik skala lokal, regional ataupun nasional baik luring maupun daring.
“Prestasi demi prestasi yang ditorehkan siswa, guru, dan warga sekolah lainnya memberi warna bagi terwujudnya generasi unggul, berprestasi dengan karya-karya monumentalnya. Dengan terbitnya buku ini, semoga menjadi bukti dan terus mendorong karya-karya baik lainnya di bidang literasi,” imbuhnya.
Sementara itu, koordinator GLS Campernik, Santi memaparkan hadirnya buku Riuh dalam Diam sebagai salah satu keseriusan sekolah dalam mengikuti Tantangan Membaca Bandung Barat (TMBB) tahun 2025 untuk kategori Sekolah Inovatif.
“Alhamdulillah, kami panjatkan ke hadirat Illahi Rabbi, dengan karunianya Bunga Rampai yang diberi judul ‘Riuh dalam Diam’ ini selesai disusun. Buku ini merupakan salah satu syarat untuk mengikuti Tantangan Membaca Bandung Barat (TMBB) tahun 2025 untuk kategori Sekolah Inovatif,” paparnya.

Ditandaskan Santi, motivasi yang kuat dari seluruh peserta TMBB, termasuk dukungan dan kolaborasi para pembimbing dan seluruh warga sekolah, akhirnya karya inovastif berupa buku antologi di atas selesai disusun.
“Tentu masih jauh dari sempurna, namun berkat motivasi yang kuat dari para peserta TMBB serta dukungan dari para Pembimbing juga kolaborasi dari guru mata pelajaran rumpun bahasa dan tentunya dari Kepala Sekolah semua bisa terlalui dengan baik, sehingga karya ini sampai pada pembaca yang budiman. Semoga kehadiran Riuh dalam Diam karya warga sekolah ini bisa mewarnai karya literasi yang ada dan semakin meningkatkan budaya literasi seluruh insan pendidikan,” tandasnya. ***