
Parongpong KBB-Sebagai bentuk dukungan atas digulirkannya program Tantangan Membaca Bandung Barat (TMBB) oleh Dinas Pendidikan Kab. Bandung Barat tahun 2025, SMPN 2 Parongpong menerbitkan buku antologi cerita pendek (Cerpen) guru dan siswa. Selain itu, terbitnya karya sastra tersebut merupakan salah satu bentuk misi sekolah dalam mencetak warga sekolah yang literat.
Hal di atas disampaikan Plt. Kepala SMPN 2 Parongpong, Agus Solihin kepada tim peliput berita pendidikan Bandung Barat (12/1/26).. Menurutnya, seperti yang disampaikan dalam kata pengantar buku, terbitnya karya sastra tersebut sebagai parameter keberhasilan gerakan literasi sekolah yang selama ini digalakkannya.
“Hadirnya gerakan literasi sekolah (GLS) SMPN 2 Parongpong merupakan upaya kami untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Dalam kiprahnya, gerakan literasi ini merupakan wadah yang dapat memotivasi serta menggiring siswa agar senantiasa terus bergerak dan berinovasi untuk menjadi insan literat,” ungkapnya.
Lebih lanjut disampaikan, gerakan literasi sekolah terus digelorakan dalam wadah pembiasaan literasi, ditambah berbagai kompetisi baik skala lokal, regional ataupun nasional baik luring maupun daring. Prestasi demi prestasi yang ditorehkan siswa, guru, dan warga sekolah lainnya memberi warna bagi terwujudnya generasi unggul, berprestasi dengan karya-karya monumentalnya.
“Dengan terbitnya buku ini, semoga menjadi bukti dan terus mendorong karya-karya baik lainnya di bidang literasi,” imbuhnya.
Sementara itu, buku dengan judul Cerita dari Ruang yang Sama tersebut, berisikan 24 Cerpen karya guru dan siswa yang mengikuti TMBB 2025. Di dalamnya terdapat cerita yang sarat dan makna sebagai ungkapan penulis tentang pengalaman dan kisah fiksi inspiratif dan inovatif.
Di sisi lain, Tim Literasi SMPN 2 Parongpong yang diwakili Wiwit Priatna menyampaikan, terbitnya buku ini diyakini akan terdapat kisah-kisah yang bermanfaat bagi pembaca.
“Dalam setiap halaman, pembaca akan menemukan kisah-kisah inspiratif, pengalaman tak terlupakan, serta berbagai refleksi yang menggambarkan keindahan,” paparnya.
Ditandaskannya, sekolah mengapresiasi kesungguhan para penulis. Selain sebagai bentuk tantangan program TMBB, juga perjuangan penulis dalam menerbitkan karya sastra tersebut sungguh luar biasa.
“Sekolah sangat mengapresiasi usaha dan dedikasi para penulis yang telah berkontribusi dalam penulisan cerpen ini. Tidak hanya sebagai wadah ekspresi diri, buku antologi ini juga menjadi bukti nyata bahwa literasi di lingkungan sekolah terus berkembang dan menjadi bagian penting dalam dunia pendidikan,” tandasnya. ***