
Santi, S.Pd.
(SMPN 1 Cihampelas)
Program Tantangan Membaca Bandung Barat (TMBB) yang rutin diselenggarakan setiap tahun oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat kembali dilaksanakan pada tahun 2025, berlangsung selama periode September hingga Desember. Program ini bertujuan untuk menumbuhkan dan membiasakan budaya literasi membaca dan menulis di lingkungan satuan pendidikan. SMPN 1 Cihampelas kembali berpartisipasi dalam program ini untuk yang ketujuh kalinya, sebagai bentuk komitmen sekolah dalam mendukung gerakan literasi berkelanjutan.
Pada pelaksanaan TMBB VII, setiap sekolah peserta diwajibkan menyertakan kegiatan Tantangan Membaca Kepala Sekolah (TMKS) yang memuat unsur inovasi sekolah. Dalam hal ini, SMPN 1 Cihampelas menetapkan kegiatan inovatif berupa literasi wisata ke Museum Galeri Bahari (MuGaBa) Banuraja. Museum ini berlokasi di Desa Pangauban, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Lokasinya tergolong unik dan ikonik karena bangunannya dirancang menyerupai kapal laut dan berdiri di tepi Sungai Citarum. Akses menuju museum cukup mudah, hanya sekitar 20 menit dari kawasan Pusdik Kopassus Batujajar. Kegiatan ini dilaksanakan pada 9 Desember 2025.

Museum Galeri Bahari Banuraja terdiri atas tiga lantai yang masing-masing memiliki fungsi edukatif berbeda. Lantai pertama menyajikan informasi tentang sejarah dan perlengkapan maritim Nusantara. Pada lantai ini juga terdapat ruang pameran khusus yang menampilkan berbagai peralatan dan tradisi budaya Sunda, seperti wayang golek, kecapi, topeng, dan kujang. Selain itu, pengunjung dapat melihat koleksi kapal laut dalam berbagai ukuran, mulai dari kapal berukuran besar, sedang, kecil, hingga miniatur kapal.
Lantai kedua difungsikan sebagai perpustakaan yang menyediakan beragam koleksi buku, khususnya yang berkaitan dengan dunia kemaritiman. Meski demikian, perpustakaan ini juga memiliki koleksi buku lain di luar tema kelautan, seperti biografi tokoh, novel, serta buku-buku pelajaran untuk anak sekolah. Sementara itu, lantai ketiga berisi wahana simulator kapal, yang memungkinkan pengunjung merasakan sensasi mengemudikan kapal laut dengan berbagai kondisi cuaca dan waktu pelayaran.
Pelaksanaan kegiatan TMKS di Museum Galeri Bahari diawali dengan kunjungan ke lantai pertama, di mana peserta didik mendengarkan pemaparan materi dari pihak galeri mengenai sejarah dan koleksi museum. Selanjutnya, di lantai kedua, peserta didik mengunjungi perpustakaan untuk membaca buku yang tersedia, kemudian menuliskan reviu buku sebagai bagian dari kegiatan literasi membaca.
Setelah itu, murid-murid menghasilkan karya tulis berupa pantun, puisi, atau cerpen bertema kelautan. Untuk menggali ide dan inspirasi, mereka diajak berkeliling area museum. Kegiatan ditutup dengan kunjungan ke lantai ketiga untuk menyaksikan demonstrasi simulator kapal, yang memberikan pengalaman belajar secara langsung dan kontekstual.
Mengikuti kegiatan literasi wisata ke Museum Galeri Bahari Banuraja di Batujajar, Kabupaten Bandung Barat merupakan pengalaman yang berkesan dan bermakna. Selama kegiatan, murid tidak hanya melihat koleksi benda-benda bersejarah, tetapi juga membaca, mendengarkan, dan mencatat informasi tentang budaya bahari Nusantara, alat transportasi laut tradisional.

Suasana museum yang edukatif dan tenang mendorong peserta untuk lebih fokus, rasa ingin tahu meningkat, dan diskusi pun berlangsung aktif. Kegiatan ini menjadikan proses literasi terasa lebih hidup karena belajar dilakukan langsung dari sumber nyata. Selain itu tumbuhnya rasa bangga terhadap kekayaan budaya dan sejarah bahari Indonesia, menghargai jasa para pendahulu serta pentingnya menjaga dan melestarikan warisan budaya. Melalui literasi wisata, murid belajar bahwa pengetahuan dapat diperoleh dari berbagai ruang belajar, tidak hanya di dalam kelas.
Pembelajaran yang dapat diambil dari kegiatan literasi wisata ini antara lain meningkatnya kemampuan membaca informasi kontekstual, menulis refleksi, serta mengaitkan pengetahuan sejarah dengan kehidupan sehari-hari. murid juga belajar berpikir kritis dengan mengajukan pertanyaan dan menarik kesimpulan dari informasi yang diperoleh.
Akhirnya, kegiatan ini memperkuat pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) dan mendukung penguatan karakter seperti rasa ingin tahu, kerja sama, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap budaya lokal. Literasi wisata ke Museum Galeri Bahari Banuraja menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan, bermakna, dan berkelanjutan. ***