
Bandung Barat — Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kabupaten Bandung Barat (KBB) menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak bencana longsor di Kampung Pasirkuda dan Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, pada Senin (2/2/2026). Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian keluarga besar SMP se-KBB terhadap masyarakat yang tengah menghadapi musibah.
Ketua MKKS SMP KBB, Suhartono, menyampaikan bahwa bantuan yang disalurkan merupakan hasil donasi dari sekolah-sekolah negeri dan swasta jenjang SMP di seluruh Kabupaten Bandung Barat. Donasi dihimpun secara gotong royong oleh para kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, serta partisipasi siswa dan orang tua.

“Penyaluran bantuan ini adalah bentuk empati dan solidaritas keluarga besar pendidikan SMP di KBB. Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak longsor,” ujarnya.
Bantuan yang diserahkan berupa kebutuhan pokok seperti mie instan, air mineral, dan makanan siap saji lainnya. Seluruh bantuan disalurkan langsung ke Posko pengungsian warga terdampak untuk memastikan distribusi tepat sasaran dan sesuai kebutuhan mendesak para korban.
Menurut relawan di lokasi, kondisi warga masih membutuhkan dukungan logistik dan moral pasca kejadian longsor yang menyebabkan kerusakan rumah dan memaksa sejumlah warga mengungsi. Kehadiran rombongan MKKS SMP KBB disambut hangat oleh warga dan relawan setempat.
Salah seorang warga terdampak mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian dunia pendidikan terhadap kondisi mereka. “Kami merasa tidak sendiri. Bantuan ini sangat berarti bagi kami di tengah kondisi sulit,” tuturnya.
Kegiatan ini sekaligus menjadi pembelajaran nyata tentang nilai kepedulian sosial bagi insan pendidikan. MKKS SMP KBB berharap semangat gotong royong dan solidaritas ini terus terjaga, tidak hanya saat terjadi bencana, tetapi juga dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya.
Di sisi lain, Suhartono mengajak seluruh sekolah untuk terus menumbuhkan karakter peduli dan empati kepada sesama sebagai bagian dari pendidikan karakter yang nyata di lingkungan sekolah.
“Pendidikan bukan hanya di ruang kelas, tetapi juga melalui aksi nyata kemanusiaan seperti hari ini,” imbuhnya.
Pada kesempatan tersebut, Ketua MKKS SMP KBB didampingi para pengurus Korwil, pengawas sekolah, serta para donatur lainnya, juga menyerahkan bantuan secara khusus kepada sejumlah siswa yang terdampak langsung bencana longsor. Bantuan diberikan dalam bentuk perlengkapan sekolah, pakaian, serta kebutuhan pribadi yang mendesak agar para siswa tetap dapat melanjutkan aktivitas belajarnya di tengah situasi sulit.
Menurut Suhartono, perhatian kepada peserta didik menjadi prioritas karena mereka termasuk kelompok yang paling rentan terdampak secara psikologis maupun kebutuhan sehari-hari pasca bencana.
“Ini adalah wujud kepedulian insan pendidikan di lingkungan Dinas Pendidikan KBB terhadap para peserta didik yang menjadi korban bencana. Kami ingin memastikan anak-anak tetap semangat belajar dan merasakan bahwa sekolah serta gurunya hadir untuk mereka,” ungkapnya.
Para pengawas dan pengurus Korwil yang turut hadir menyampaikan dukungan moral kepada para siswa dan keluarga mereka. Kehadiran para pemangku kepentingan pendidikan tersebut tidak hanya membawa bantuan materi, tetapi juga memberi penguatan psikososial agar para siswa tetap termotivasi dan tidak kehilangan harapan.
Beberapa siswa penerima bantuan tampak haru saat menerima langsung perlengkapan sekolah yang sangat mereka butuhkan. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu mereka kembali beraktivitas belajar meskipun masih berada di pengungsian.
“Kegiatan kemanusiaan ini menjadi bukti nyata bahwa solidaritas dunia pendidikan di Kabupaten Bandung Barat tidak berhenti pada tataran administratif, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata yang menyentuh langsung kebutuhan warga sekolah yang terdampak bencana,” tandasnya. ***