
Parongpong, KBB–Mengisi kemuliaan bulan Ramadan 1447 H, SMPN 3 Parongpong menyelenggarakan kegiatan Pesantren Ekologi yang berlangsung selama lima hari, 9–13 Maret 2026. Mengusung tema SALAM (Sayangi Alam, Sayangi Sesama Raih Keutamaan Ramadhan), kegiatan ini memadukan penguatan spiritualitas ibadah dengan kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.
Selama tiga hari pertama (9–11/3), siswa kelas VII dan VIII mengikuti rangkaian kegiatan yang komprehensif. Selain melaksanakan salat Dhuha berjamaah, tadarus Al-Qur’an, dan pembacaan Asmaul Husna, para siswa mendapatkan penguatan karakter melalui materi Akhlak kepada Orang Tua, Guru, dan Sahabat.
Dalam aspek ekologi, siswa dibekali materi “Niti Surti” (Pengetahuan Ekologi) dan “Niti Bukti” (Mengenal Kerusakan Alam). Tidak hanya sebatas teori, peserta juga diajak melakukan aksi nyata melalui kampanye hemat energi yang dituangkan dalam bentuk pembuatan poster kreatif.
Sebagai wujud komitmen terhadap kelestarian lingkungan, siswa turut melaksanakan kegiatan menanam pohon di area sekolah. Aksi ini menjadi simbol kepedulian dan tanggung jawab bersama dalam menjaga keberlanjutan alam. Selain itu, materi pengelolaan sampah dan pembuatan konten video sosialisasi 5R (Reduce, Reuse, Recycle, Replace, Replant) membekali siswa agar mampu menjadi agen perubahan di era digital.
Puncak aksi sosial berlangsung pada Kamis (12/3/26) melalui gerakan “Tripong Berbagi”. Setelah salat Dhuha bersama, seluruh warga sekolah—mulai dari kepala sekolah, guru, staf tata usaha, siswa hingga penjaga sekolah—bersinergi dalam kegiatan berbagi yang dilandasi semangat sukarela. Sekolah membuka ruang bagi siapa saja yang ingin menanam benih kebaikan.
Antusiasme warga sekolah melampaui ekspektasi panitia. Bantuan berupa beras, minyak goreng, mie instan, telur, terigu, gula pasir, teh, dan sirup terkumpul dalam jumlah melimpah. Seluruh sembako tersebut kemudian dikemas menjadi paket bingkisan untuk disalurkan kepada siswa yatim dan masyarakat di sekitar lingkungan sekolah.
Demikian disampaikan oleh Ketua Pelaksana Kegiatan, Indri Wendyana. Menurutnya, kebaikan tidak diukur dari besar kecilnya nominal, melainkan dari ketulusan hati. Melalui Tripong Berbagi, siswa belajar bahwa kebahagiaan sejati hadir saat mampu menjadi jembatan keberkahan bagi sesama.
Lebih jauh disampaikan, Pesantren Ekologi resmi ditutup pada Jumat (13/3/26) dan dihadiri seluruh warga sekolah serta Komunitas Sahabat Yatim. Acara diawali dengan tilawah Al-Qur’an dan sambutan dari panitia serta kepala sekolah.
“Suasana khidmat semakin terasa dalam sesi Tabligh Akbar yang disampaikan oleh ustaz Hendar Ibnu Hajar, LC, M.Pd.I.. Dalam tausiyahnya, ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara hubungan dengan Allah SWT (hablum minallah) dan hubungan dengan sesama manusia serta alam (hablum minannas),” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan simbolis paket “Tripong Berbagi” dan donasi untuk Sahabat Yatim.
“Melalui program SALAM ini, diharapkan Pesantren Ekologi tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga momentum pembentukan karakter siswa yang peduli lingkungan, berempati tinggi, dan konsisten menebar kebaikan di tengah masyarakat,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala SMPN 3 Parongpong, Nani Sulyani, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan kegiatan tersebut. Pihaknya mengungkapkan rasa bangga dan terima kasih kepada seluruh orang tua, siswa, guru, dan staf yang telah berpartisipasi dengan penuh keikhlasan.
“Saya merasa bangga dan terharu melihat semangat keluarga besar SMPN 3 Parongpong. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menyisihkan sebagian rezekinya. Kesuksesan SALAM menjadi bukti bahwa nilai empati telah tumbuh subur di sekolah kita,” tandasnya. ***