Lembang KBB-Upaya peningkatan mutu pendidikan di Jawa Barat kembali mendapat momentum penting. Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Jawa Barat bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat resmi membuka Pelatihan Pembelajaran Mendalam (PM) Gelombang 7. Kegiatan yang berlangsung pada 28 Agustus hingga 1 September 2025 tersebut, dipusatkan di SMP Negeri 3 Lembang dengan melibatkan 70 kepala sekolah SMP dan SMA se-Kabupaten Bandung Barat.
Ketua MKKS Kabupaten Bandung Barat, Suhartono, dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran kepala sekolah sebagai motor penggerak perubahan di satuan pendidikan. Menurutnya, program Pembelajaran Mendalam diharapkan dapat membangun ekosistem belajar yang kondusif, kolaboratif, adaptif, dan berpusat pada siswa.
“Kami bangga melihat antusiasme kepala sekolah mengikuti pelatihan ini. Program Pembelajaran Mendalam diharapkan mampu membekali mereka untuk menjadi agen perubahan, membangun ekosistem belajar yang kondusif, kolaboratif, berpusat pada siswa, sekaligus adaptif terhadap tantangan era digital,” ungkapnya.
Di sisi lian, pelatihan di atas menekankan pada kepemimpinan pembelajaran (instructional leadership). Sehingga, kepala sekolah tidak cukup berperan sebagai manajer administrasi, tetapi dituntut menjadi pemimpin visioner yang mampu membina guru untuk menerapkan keterampilan abad ke-21: kolaborasi, kreativitas, berpikir kritis, dan literasi digital.
Seperti diketahui, inti dari Pembelajaran Mendalam adalah penggabungan tiga dimensi utama yaitu Mastery (penguasaan materi dan keterampilan), Identity (pembentukan karakter dan jati diri) dan Creativity (pengembangan inovasi dan solusi).
Namun, agar benar-benar memberi dampak, pelatihan ini juga menekankan tiga konsep dasar PM yaitu: 1) Berkesadaran – setiap proses belajar dirancang agar siswa memahami konteks, nilai, dan relevansi dari apa yang mereka pelajari, 2) Bermakna – pembelajaran tidak berhenti pada hafalan, tetapi memberi makna dalam kehidupan nyata siswa, menjawab tantangan zaman, dan menumbuhkan keterampilan problem solving, 3) Menggembirakan – suasana belajar yang menyenangkan menjadi kunci agar siswa terdorong untuk terus belajar dengan motivasi intrinsik, bukan karena paksaan.
Dengan kerangka ini, kepala sekolah diharapkan tidak hanya memahami konsep PM, tetapi juga mampu menciptakan kultur belajar yang sadar, relevan, dan penuh keceriaan di sekolah masing-masing.
Kabupaten Bandung Barat, dengan kompleksitas sosial dan geografisnya, memerlukan strategi pendidikan yang adaptif. Kehadiran pelatihan ini menjadi langkah strategis untuk 1) Memperkuat kapasitas kepala sekolah agar mampu menciptakan budaya belajar kolaboratif di tengah keterbatasan sumber daya, 2) Menjembatani kesenjangan mutu pendidikan antarwilayah melalui penguasaan teknologi digital yang inklusif, 3) Menyiapkan generasi masa depan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga tangguh, kreatif, serta berkarakter kuat.
Dengan bekal dari pelatihan ini, kepala sekolah diharapkan mampu membawa pulang semangat baru ke satuan pendidikan masing-masing. Sekolah bukan lagi sekadar ruang kelas dan papan tulis, melainkan laboratorium kehidupan tempat siswa ditempa menjadi pembelajar sepanjang hayat.
Pelatihan PM Gelombang 7 menjadi bukti bahwa transformasi pendidikan bukan sekadar jargon, melainkan gerakan nyata. Dari Lokus SMP Negeri 3 Lembang, spirit perubahan ini diharapkan menular ke seluruh sekolah di Kabupaten Bandung Barat, menghadirkan wajah baru pendidikan Jawa Barat yang bermutu, inklusif, berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.