
Cipongkor KBB-SMPN 4 Cipongkor awali kegiatan pembelajaran semester genap tahun pelajaran 2025/2026 dengan menggelar penyuluhan tentang kenakalan remaja dan bullying. Kegiatan yang melibatkan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) Sektor Sindangkerta tersebut, diikuti oleh seluruh warga sekolah, Rabu (14/1/26).
Kepala SMPN 4 Cipongkor, Sumaroto menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan di atas. Menurutnya, program ini sangat bermanfaat guna menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.
Dituturkan Kepala Sekolah dalam sambutannya, program penting tersebut dilaksanakan sebagai salah satu upaya satuan pendidikan dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan terwujudnya iklim sekolah yang aman dan terhindar dari bulliying, kekerasan seksual dan penyalahgunaan narkoba.
“Tujuan utama kegiatan penyuluhan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja tentang bahaya narkoba, sehingga mereka mampu melindungi diri dan melakukan upaya proteksi terhadap hal-hal yang dapat mengarahkan pada penyalahgunaan narkoba.” tuturnya.

Lebih jauh disampaikan, masa remaja merupakan saat yang rawan dan menjadi target utama dalam jaringan atau sindikat narkoba, termasuk sering dijadikan pangsa pasar yang mudah di pengaruhi. Selain itu, program di atas selaras dengan visi dan misi sekolah, yaitu mencetak generasi Baskara (Bersinar dalam budaya, akhlak dan prestasi).
“Dengan adanya penyuluhan ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kepedulian siswa-siswi SMPN 4 Cipongkor terhadap bahaya bullying dan menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi mereka,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolsek Sindangkerta, AKP Sholehuddin, SE yang didampingi oleh Babinkamtibmas Desa Cintaasih, Aiptu Ismail Nurdin, mempresentasikan pentingnya meningkatkan kesadaran siswa tentang dampak negatif bullying dan cara mencegahnya, serta memberikan pemahaman tentang perubahan fisik dan emosional yang dialami remaja.
Dalam paparan berikutnya, Kapolsek memberikan pemahaman tentang definisi bullying, dampak negatifnya, termasuk cara mencegahnya. Menurutnya, sangat penting kerja sama antara siswa, guru, dan orang tua dalam mencegah bullying di sekolah.

“Jangan takut melaporkan jika menerima bullying. Laporkan ke pihak sekolah, sehingga bisa diselesaikan jangan sampai dipendam sendiri,” paparnya. “Bullying dapat berupa kekerasan fisik, verbal, atau sosial, dan dapat memiliki dampak yang serius pada korban, seperti stres, penurunan prestasi belajar, dan bahkan gangguan mental.”
Ditandaskannya, salah satu dampak negatif yang sering terjadi pada pengguna narkoba adalah halusinasi. Bahkan, penggunaannya yang sudah sangat berlebihan dapat memicu munculnya gangguan kecemasan, gangguan mental, hingga depresi. Oleh karena itu semua harus berhati-hati, karena hal ini bisa memicu seseorang melakukan tindakan di luar keinginan.
“Penggunaan narkoba dalam jangka panjang berdampak pada sel saraf otak. Sangat mungkin terjadi perubahan yang akhirnya mengganggu sistem komunikasi antar sel saraf. Meski sudah berhenti, efek ini tidak langsung menghilang. Butuh waktu lama untuk benar-benar membersihkan dampaknya,” tandasnya. ***