
Santi, S.Pd
(SMPN 1 Cihampelas)
Dulu, belajar matematika identik dengan buku tebal, papan tulis, dan suasana kelas yang kerap terasa tegang. Kini, pemandangan itu perlahan berubah. Di layar ponsel, di antara deretan video hiburan yang lalu-lalang di For You Page (FYP), muncul siaran langsung yang membahas soal-soal matematika. Ya, Live TikTok—platform yang akrab dengan dunia murid—kini menjadi ruang belajar baru yang tak terpikirkan sebelumnya.
Tak dapat dipungkiri, TikTok telah menjadi bagian dari keseharian murid. Dari berbagai platform media sosial ketika diskusi di beberapa kelas ternyata yang paling sering diakses adalah TikTok. Mereka mengaksesnya hampir setiap hari, baik untuk hiburan maupun mencari informasi. Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi guru. Alih-alih menjauh dari dunia digital murid, guru justru dapat mendekat dan menghadirkan pembelajaran di ruang yang mereka sukai. Live TikTok menjadi jembatan yang menghubungkan dunia pendidikan dengan kebiasaan digital generasi saat ini.
Melalui fitur live, guru dapat membahas soal matematika secara langsung dan interaktif. Soal ditampilkan, langkah penyelesaian dijelaskan secara bertahap, dan siswa dapat bertanya melalui kolom komentar. Diskusi berlangsung spontan, singkat, dan fokus. Tidak ada jarak kaku antara guru dan murid yang ada adalah dialog dua arah yang hidup. Materi yang dibahas pun beragam, mulai dari operasi aljabar, persamaan linear, hingga pembahasan soal-soal latihan ujian. Menariknya, murid yang biasanya pasif di kelas justru lebih berani bertanya di ruang digital ini. Mereka merasa lebih nyaman dan tidak takut salah.
Pembahasan soal di Live TikTok tidak menghilangkan esensi belajar. Justru, dengan durasi yang ringkas dan penyampaian yang sederhana, murid lebih mudah menangkap inti materi. Guru dapat menekankan konsep penting, memberikan tips cepat, serta meluruskan kesalahan umum yang sering dilakukan murid.

Selain itu, suasana yang santai membuat matematika terasa lebih ramah. Meski berlangsung di platform hiburan, peran guru tetap krusial. Guru perlu menjaga bahasa, etika, dan fokus pembelajaran agar Live TikTok tetap bernilai edukatif. Dengan pengelolaan yang tepat, Live TikTok dapat menjadi sarana pembelajaran tambahan, pengayaan, maupun pendamping belajar di luar jam sekolah.
Fenomena pembahasan soal matematika di Live TikTok menunjukkan bahwa belajar tidak harus selalu berlangsung di ruang kelas. Teknologi membuka peluang baru bagi guru untuk berinovasi dan menjangkau murid dengan cara yang lebih relevan. Ketika matematika hadir di ruang yang dekat dengan kehidupan murid, belajar pun terasa lebih hidup dan bermakna. Dari sekadar scroll hiburan hingga akhirnya termotivasi untuk belajar kapan pun dan dimanapun, Live TikTok membuktikan bahwa matematika bisa hadir di mana saja—bahkan di tengah FYP. ***