Skip to content

Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat

Primary Menu
  • Beranda
  • Tentang Kami
    • Tujuan Dinas Pendidikan
    • Struktur Organisasi
    • Pejabat Struktural Dinas Pendidikan
    • Tupoksi
    • Kontak Kami
    • Visi Misi & Moto
    • Maklumat Pelayanan
  • Statistik
    • Neraca Pendidikan 2016
    • Neraca Pendidikan 2017
    • Neraca Pendidikan 2018
    • Neraca Pendidikan 2019
    • Neraca Pendidikan 2020
    • Neraca Pendidikan 2021
  • Produk Hukum
  • Download
    • Library Document
    • Ebook
  • SAKIP
    • Renstra Disdik 2018-2023
    • IKU 2022
    • Perjanjian Kinerja Pejabat Eselon 2022
    • RKT Tahun 2021
  • Gallery Photo
  • Standar Pelayanan
  • PPPK
    • PPPK 2022
    • PPPK 2023
  • Portal Layanan
    • Portal Pelayanan
    • Portal Pengaduan
    • PETADIK
  • Publikasi
    • Majalah Kinanti
    • Podcast Bisa Cerdas
  • Home
  • Artikel Populer
  • Kekuatan Kata “Belum”: Mengubah Frustrasi Siswa Menjadi Motivasi
  • Artikel Populer

Kekuatan Kata “Belum”: Mengubah Frustrasi Siswa Menjadi Motivasi

bidangsmp 12 February 2026

Dr. H. Rustiyana, ST., MT., M.Pd., M.A.P
(Sekretaris Dinas Pendidikan Kab. Bandung Barat)

 

Seringkali kita mendengar keluhan siswa yang berbunyi, “Saya tidak bisa matematika,” atau “Saya tidak bakat menggambar.” Kalimat-kalimat ini adalah tembok tebal yang menutup kemungkinan untuk berkembang. Namun, Carol Dweck, seorang profesor psikologi dari Stanford University, menawarkan solusi yang sangat sederhana namun berdampak dahsyat: tambahkan kata “belum” di akhir kalimat tersebut.

 

Magis di Balik Satu Kata Kecil

Kata “belum” (atau dalam bahasa Inggris, The Power of Yet) adalah jembatan psikologis. Ketika siswa berkata “Saya tidak bisa”, itu adalah pernyataan final, sebuah vonis mati bagi kemampuan mereka. Otak meresponsnya dengan berhenti mencari solusi. Namun, ketika diubah menjadi “Saya belum bisa”, maknanya berubah total. Ada implikasi waktu dan harapan di sana. “Belum” berarti “akan bisa di masa depan, asalkan saya terus berusaha.”

Perubahan frasa ini menggeser fokus siswa dari keterbatasan saat ini menuju potensi masa depan. Ini adalah inti dari Growth Mindset atau pola pikir bertumbuh. Siswa diajak untuk memahami bahwa kemampuan bukanlah harga mati, melainkan otot yang bisa dilatih. Ketidakbisaan hari ini hanyalah satu titik dalam kurva pembelajaran yang panjang.

Menjembatani Kesenjangan Belajar

Dalam praktiknya di kelas, kata “belum” sangat berguna untuk meredakan ketegangan saat menghadapi materi sulit. Seringkali siswa merasa frustrasi karena membandingkan diri dengan teman yang lebih cepat paham. Mereka merasa tertinggal dan bodoh. Guru bisa masuk dan berkata, “Kamu bukan tidak paham, kamu hanya belum paham. Temanmu mungkin butuh 1 jam, kamu mungkin butuh 3 jam, tapi tujuannya sama.”

Konsep ini mengajarkan kesabaran terhadap diri sendiri. Di era serba instan ini, siswa sering menuntut hasil cepat. Filosofi “belum” mengajarkan bahwa belajar adalah maraton, bukan lari cepat. Tidak masalah jika kecepatannya berbeda, asalkan arahnya tetap maju. Ini sangat krusial untuk menjaga kesehatan mental siswa agar tidak mudah stres.

Mengubah Frustrasi Menjadi Penasaran

Kekuatan “belum” juga mampu mengubah emosi negatif menjadi energi positif. Rasa frustrasi (“Ah, susah banget!”) bisa diarahkan menjadi rasa penasaran (“Hmm, cara ini belum berhasil, cara apa lagi yang bisa kupakai?”). Guru dapat membantu dengan memberikan feedback yang mengarah pada kata “belum”. Misalnya, saat mengembalikan tugas yang nilainya kurang, tuliskan catatan: “Kamu belum mencapai standar kompetensi ini, silakan perbaiki bagian X dan kumpulkan lagi.”

Dengan cara ini, nilai buruk bukan lagi hukuman, melainkan sinyal bahwa proses belajar belum selesai. Pintu kesempatan masih terbuka lebar. Siswa tidak akan menyembunyikan kertas ujiannya karena malu, tetapi justru termotivasi untuk memperbaikinya karena tahu masih ada harapan untuk sukses.

Membudayakan “Belum” di Sekolah

Untuk membuat ini efektif, lingkungan sekolah harus mendukung. Poster-poster motivasi bisa diganti dengan narasi kekuatan “belum”. Dalam rapat guru, pembahasan tentang siswa yang tertinggal tidak boleh bernada pesimis, melainkan fokus pada strategi apa yang “belum” dicoba untuk membantu siswa tersebut.

Pada akhirnya, kata “belum” adalah hadiah terbaik yang bisa kita berikan kepada siswa. Ini adalah alat mental yang akan mereka bawa seumur hidup. Saat nanti mereka gagal melamar kerja, gagal dalam bisnis, atau menghadapi masalah hidup, mereka tidak akan hancur. Mereka akan ingat pelajaran di sekolah dulu, dan berkata pada diri sendiri: “Saya belum sukses, tapi saya sedang menuju ke sana”. ***

Total Views: 8

Continue Reading

Previous: Sambut Ramadhan, SDN Barulaksana Lembang Gelar Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Next: Libatkan Masyarakat, SMPN 1 Lembang Gelar Sosialisasi Sekolah Adiwiyata

Related Stories

Cuplikan layar 2026-02-10 204544
  • Artikel Populer

Dinamika Proses Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah: Studi Kasus di Pemda Kabupaten Bandung Barat

bidangsmp 10 February 2026
Bupati Tanggap bencana
  • Artikel Populer

SPAB Bukan Sekadar Papan Nama: Mengapa Sekolah Wajib Punya Rencana Tanggap Bencana

bidangsmp 9 February 2026
santi
  • Artikel Populer

Dari Scroll Ke FYP: Membahas Soal Matematika di Live Tiktok

bidangsmp 7 February 2026

Tautan

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org

हाल के पोस्ट

  • Libatkan Masyarakat, SMPN 1 Lembang Gelar Sosialisasi Sekolah Adiwiyata
  • Kekuatan Kata “Belum”: Mengubah Frustrasi Siswa Menjadi Motivasi
  • Sambut Ramadhan, SDN Barulaksana Lembang Gelar Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW
  • RAKOR KKPS Hadirkan Sinergitas Baru Antar Pengawas
  • PPPK Paruh Waktu SDN Budiwangi Ucapkan Terima Kasih Kepada Bupati Bandung Barat

हाल की टिप्पणियां

  1. bidangsmp on Teknik Pembelajaran Sosial-Emosional
  2. NeptunBahis Giris on Peran Guru Penggerak dalam Menggerakkan Komunitas Praktisi di Sekolah
  3. Yuli on Sambut Tahun Pelajaran 2023/2024, MKKS SR 01 SMP KBB Gelar Workshop IKM
  4. N. Mimin Rukmini on Guru Penggerak Angkatan 7 KBB Terbitkan Buku “Mereka yang Merrdeka”
  5. N. Mimin Rukmini on SMPN 2 Cikalongwetan Rebut Juara Umum GEFUC-2nd

अभिलेखागार

  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • November 2023
  • October 2023
  • September 2023
  • August 2023
  • April 2023
  • March 2023
  • November 2022
  • May 2021
  • April 2021
  • March 2021
  • November 2020
  • October 2018
  • March 2018

श्रेणियाँ

  • Artikel Populer
  • Berita
  • Edaran
  • Opini
  • PPPK 2022
  • PPPK 2023
  • Sastra
  • Tak Berkategori

You may have missed

WhatsApp Image 2026-02-12 at 22.27.25
  • Berita

Libatkan Masyarakat, SMPN 1 Lembang Gelar Sosialisasi Sekolah Adiwiyata

bidangsmp 12 February 2026
sekdis1
  • Artikel Populer

Kekuatan Kata “Belum”: Mengubah Frustrasi Siswa Menjadi Motivasi

bidangsmp 12 February 2026
WhatsApp Image 2026-02-12 at 20.28.36
  • Berita

Sambut Ramadhan, SDN Barulaksana Lembang Gelar Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW

bidangsmp 12 February 2026
elis
  • Berita

RAKOR KKPS Hadirkan Sinergitas Baru Antar Pengawas

bidangsmp 11 February 2026
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.