
Cimahi, KBB — Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPS Kabupaten Bandung Barat (KBB) bekerja sama dengan Program Magister PIPS STKIP Pasundan Cimahi menggelar kegiatan Seminar dan Focus Group Discussion (FGD), Kamis (12/2/26). Kegiatan yang berlangsung di Gedung Aula STKIP Pasundan Cimahi tersebut, menjadi momentum strategis dalam memperkuat kompetensi profesional guru IPS jenjang SMP di Kabupaten Bandung Barat.
Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut, yakni Dr. Jajang H. Hendrawan, M.Pd. (Ketua Prodi Magister FPIPS STKIP Pasundan), Dr. Lili Halimah, M.Pd. (Dosen STKIP Pasundan), Dr. Eneng Martini, M.Pd., Drs. Iwan Hermawan, M.M.Pd. (Pengawas SMP KBB), Aling Hetyani, S.Pd. (Pengawas SMP Kota Cimahi), Sumaroto, M.Pd. (Ketua Sanggar MGMP IPS KBB), serta Rani Risnawati, M.Pd. (Ketua MGMP IPS KBB).
Ketua MGMP IPS KBB, Rani Risnawati, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada STKIP Pasundan yang telah memfasilitasi terselenggaranya kegiatan seminar dan FGD tersebut. Ia juga menyampaikan penghargaan kepada para guru IPS se-Kabupaten Bandung Barat yang telah mendukung dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan MGMP sebagai wadah peningkatan kompetensi dan kolaborasi profesional.

Sementara itu, Dr. Jajang H. Hendrawan, M.Pd., selaku Ketua Prodi Magister FPIPS STKIP Pasundan, mengungkapkan rasa terima kasih atas terjalinnya kemitraan antara STKIP Pasundan dengan MGMP IPS KBB dalam rangka mendorong kemajuan pendidikan, khususnya pada mata pelajaran IPS. Ia juga memotivasi para guru yang belum menempuh pendidikan Strata Dua (S2) untuk melanjutkan studi guna meningkatkan kompetensi akademik dan profesionalisme.

Dalam paparannya, Dr. Jajang menjelaskan bahwa STKIP Pasundan merupakan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang menargetkan menjadi institusi unggul berlandaskan nilai-nilai Keislaman, Kesundaan, dan Teknologi pada tahun 2040. Dengan mengusung motto Nyantri, Nyunda, Nyakola, STKIP Pasundan berkomitmen membentuk karakter guru profesional yang kompeten, berakhlak mulia, serta berbudaya.

Di sisi lain, seminar terbagi ke dalam dua sesi utama. Pada sesi pertama, tim dosen STKIP Pasundan menyampaikan materi bertajuk Social Studies Project dalam Mata Pelajaran IPS SMP. Materi ini menekankan pentingnya pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning) yang kontekstual sebagai salah satu implementasi pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning). Melalui pendekatan ini, peserta didik diharapkan mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kolaboratif, kreatif, serta memiliki kepedulian terhadap isu-isu sosial di lingkungan sekitarnya.

Penandatangan MOU antara STKIP Pasundan dengan MGMP IPS KBB. (istimewa)
Pada sesi kedua yang dipandu oleh para pengawas sekolah yang membahas asesmen pembelajaran IPS serta materi esensial dalam Capaian Pembelajaran (CP) IPS Fase D. Pembahasan difokuskan pada penguatan delapan dimensi Profil Lulusan sebagai landasan dalam merancang pembelajaran dan penilaian yang bermakna. Penekanan ini diharapkan mampu mendorong guru untuk menyusun perencanaan pembelajaran yang lebih terarah, relevan, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi peserta didik secara utuh.

Melalui kegiatan Seminar dan Focus Group Discussion ini, diharapkan terbangun sinergi yang berkelanjutan antara perguruan tinggi dan komunitas guru dalam meningkatkan mutu pembelajaran IPS di Kabupaten Bandung Barat. Kolaborasi ini menjadi langkah konkret dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas, adaptif, dan berdampak bagi peserta didik. ***