Skip to content

Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat

Primary Menu
  • Beranda
  • Tentang Kami
    • Tujuan Dinas Pendidikan
    • Struktur Organisasi
    • Pejabat Struktural Dinas Pendidikan
    • Tupoksi
    • Kontak Kami
    • Visi Misi & Moto
    • Maklumat Pelayanan
  • Statistik
    • Neraca Pendidikan 2016
    • Neraca Pendidikan 2017
    • Neraca Pendidikan 2018
    • Neraca Pendidikan 2019
    • Neraca Pendidikan 2020
    • Neraca Pendidikan 2021
  • Produk Hukum
  • Download
    • Library Document
    • Ebook
  • SAKIP
    • Renstra Disdik 2018-2023
    • IKU 2022
    • Perjanjian Kinerja Pejabat Eselon 2022
    • RKT Tahun 2021
  • Gallery Photo
  • Standar Pelayanan
  • PPPK
    • PPPK 2022
    • PPPK 2023
  • Portal Layanan
    • Portal Pelayanan
    • Portal Pengaduan
    • PETADIK
  • Publikasi
    • Majalah Kinanti
    • Podcast Bisa Cerdas
  • Home
  • Berita
  • Oase di Ruang Kelas: Bagaimana Guru Menghidupkan Pembelajaran di Bulan Ramadan
  • Berita

Oase di Ruang Kelas: Bagaimana Guru Menghidupkan Pembelajaran di Bulan Ramadan

bidangsmp 25 February 2026

Dr. H. Rustiyana, ST., MT., M.Pd., M.A.P
(Sekretaris Dinas Pendidikan Kab. Bandung Barat)

Suasana ruang kelas di pagi bulan Ramadan sering kali memiliki nuansa yang berbeda. Ada keheningan yang lebih syahdu, namun tak jarang diwarnai dengan wajah-wajah sayu dan mata yang menahan kantuk. Puasa memang menuntut ketahanan fisik, tetapi proses belajar mengajar tidak boleh berhenti. Di sinilah letak ujian sekaligus panggung pembuktian bagi seorang guru.

 

Di bulan suci ini, peran guru bertransisi lebih dari sekadar penyampai materi. Mereka menjadi oase yang menyegarkan dahaga keingintahuan, sekaligus nahkoda yang menjaga agar semangat belajar siswa tidak karam oleh rasa lapar dan kantuk.

“Ramadan bukanlah alasan untuk menurunkan standar pendidikan, melainkan momentum emas untuk mengubah pendekatan belajar menjadi lebih kaya akan makna.”

Lantas, bagaimana sebenarnya peran ideal seorang guru dalam menavigasi pembelajaran di bulan Ramadan?

  1. Mengedepankan Empati sebagai “Kurikulum” Utama

Hal pertama dan terpenting yang dilakukan guru di bulan Ramadan adalah menghidupkan empati. Menyadari bahwa siswa menahan lapar, haus, dan mungkin kurang tidur karena bangun sahur, menuntut guru untuk lebih peka.

Empati ini bisa diwujudkan melalui penyesuaian beban tugas dan ritme belajar. Guru yang bijak tidak akan memaksakan materi kognitif tingkat tinggi di siang hari yang terik. Sebaliknya, mereka akan meramu jadwal dengan menempatkan materi berat di pagi hari saat energi siswa masih penuh, dan menyisakan aktivitas yang lebih ringan di siang hari.

  1. Menyemai Karakter di Atas Nilai Akademik

Bulan Ramadan sering disebut sebagai Syahrut Tarbiyah (bulan pendidikan). Ini adalah momen paling tepat bagi guru untuk menggeser sedikit fokus dari sekadar pencapaian angka akademik menuju pendidikan karakter.

Guru mengambil peran sentral dalam menginternalisasi nilai-nilai Ramadan:

  • Kejujuran:Melalui puasa, siswa belajar untuk tidak makan dan minum meski tidak ada yang melihat. Guru bisa mengaitkan ini dengan kejujuran dalam mengerjakan ujian atau tugas.
  • Empati & Berbagi:Mengajak siswa memahami penderitaan mereka yang kurang beruntung, serta mengorganisir kegiatan amal sederhana di kelas.
  • Disiplin Waktu:Mengaitkan disiplin waktu berbuka dan sahur dengan kedisiplinan mengumpulkan tugas dan menghargai waktu belajar.
  1. Menggebrak Kelesuan dengan Kreativitas

Tantangan terbesar di bulan puasa adalah melawan kantuk. Metode ceramah satu arah adalah “resep sempurna” untuk meninabobokan siswa. Oleh karena itu, guru dituntut untuk memutar otak dan berkreasi.

Pembelajaran interaktif menjadi kunci. Guru dapat menyisipkan permainan edukatif (gamification), kuis interaktif, diskusi kelompok yang dinamis, atau bahkan sesi storytelling yang sarat makna. Dengan melibatkan siswa secara aktif, fokus mereka akan teralihkan dari rasa lapar dan kantuk menuju keseruan memecahkan masalah.

  1. Menjadi Teladan Energi Positif

Guru digugu lan ditiru (guru dipercaya dan diikuti). Energi sebuah kelas sangat bergantung pada energi yang dibawa oleh gurunya. Meskipun guru tersebut juga sedang berpuasa dan merasakan dahaga yang sama, menunjukkan wajah letih di depan kelas hanya akan menularkan kelesuan kepada para siswa.

Guru yang hebat hadir dengan senyum, antusiasme, dan semangat yang menyala. Ketika siswa melihat gurunya tetap energik dan berdedikasi meski sedang berpuasa, hal tersebut akan menjadi motivasi intrinsik yang jauh lebih kuat daripada teguran lisan.

Kesimpulan: Madrasah Kehidupan yang Sesungguhnya

Pada akhirnya, peran guru di bulan Ramadan adalah menjadi fasilitator bagi sebuah “madrasah kehidupan”. Mereka tidak hanya memastikan silabus akademik selesai, tetapi juga memastikan bahwa setelah Ramadan berlalu, siswa-siswinya “lulus” menjadi pribadi yang lebih tangguh, berempati, dan berkarakter. Di tangan guru-guru yang berdedikasi inilah, rasa lapar dan haus di ruang kelas berhasil diubah menjadi energi spiritual dan intelektual yang tak ternilai harganya. ***

Total Views: 24

Continue Reading

Previous: Simulasi Evakuasi yang Efektif: 6 Tips Agar Siswa Serius Saat Latihan Bencana

Related Stories

639782546_17875166232513525_731900966682366937_n
  • Berita

PGRI Kab. Bandung Barat Bantu Sekolah Terdampak Bencana Longsor Cisarua

bidangsmp 22 February 2026
Gambar1
  • Berita

SMPN 2 Cikalongwetan Berhasil Torehkan Prestasi Membanggakan di BLA Championship 2026

bidangsmp 22 February 2026
Gambar4
  • Berita

Tim Futsal SMPN 2 Cikalongwetan Berjaya Di Kejuaraan Futsal School Invitation 2025

bidangsmp 21 February 2026

Tautan

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org

हाल के पोस्ट

  • Oase di Ruang Kelas: Bagaimana Guru Menghidupkan Pembelajaran di Bulan Ramadan
  • Simulasi Evakuasi yang Efektif: 6 Tips Agar Siswa Serius Saat Latihan Bencana
  • Sekolah Siaga Kependudukan: Kunci Mencetak Generasi Emas 2045
  • PGRI Kab. Bandung Barat Bantu Sekolah Terdampak Bencana Longsor Cisarua
  • SMPN 2 Cikalongwetan Berhasil Torehkan Prestasi Membanggakan di BLA Championship 2026

हाल की टिप्पणियां

  1. bidangsmp on Teknik Pembelajaran Sosial-Emosional
  2. NeptunBahis Giris on Peran Guru Penggerak dalam Menggerakkan Komunitas Praktisi di Sekolah
  3. Yuli on Sambut Tahun Pelajaran 2023/2024, MKKS SR 01 SMP KBB Gelar Workshop IKM
  4. N. Mimin Rukmini on Guru Penggerak Angkatan 7 KBB Terbitkan Buku “Mereka yang Merrdeka”
  5. N. Mimin Rukmini on SMPN 2 Cikalongwetan Rebut Juara Umum GEFUC-2nd

अभिलेखागार

  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • November 2023
  • October 2023
  • September 2023
  • August 2023
  • April 2023
  • March 2023
  • November 2022
  • May 2021
  • April 2021
  • March 2021
  • November 2020
  • October 2018
  • March 2018

श्रेणियाँ

  • Artikel Populer
  • Berita
  • Edaran
  • Opini
  • PPPK 2022
  • PPPK 2023
  • Sastra
  • Tak Berkategori

You may have missed

WhatsApp Image 2026-02-25 at 09.28.39
  • Berita

Oase di Ruang Kelas: Bagaimana Guru Menghidupkan Pembelajaran di Bulan Ramadan

bidangsmp 25 February 2026
Gambar1
  • Artikel Populer

Simulasi Evakuasi yang Efektif: 6 Tips Agar Siswa Serius Saat Latihan Bencana

bidangsmp 24 February 2026
WhatsApp Image 2026-01-08 at 06.28.09 (1)
  • Artikel Populer

Sekolah Siaga Kependudukan: Kunci Mencetak Generasi Emas 2045

bidangsmp 23 February 2026
639782546_17875166232513525_731900966682366937_n
  • Berita

PGRI Kab. Bandung Barat Bantu Sekolah Terdampak Bencana Longsor Cisarua

bidangsmp 22 February 2026
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.