
Risnawati, S.Pd., M.A.P
(SMPN 3 Saguling)
Pembelajaran Mendalam (PM) yang adalah sebuah pendekatan pembelajaran sangat berpengaruh bagi guru mata pelajaran (Mapel) Bahasa Indonesia yang penulis ampu. Proses yang dilaksanakan, memantik penulis untuk menganilis efektivitasnya dalam kegiatan pembelajaran di kelas.
Pada semester genap kemarin tahun pelajaran 2025/2026 di SMPN 3 Saguling mulai menerapkan pendekatan pembelajaran mendalam dalam proses belajarnya, dalam praktik nyatanya pembelajaran mendalam begitu efektif di gunakan untuk mengajar pada Mapel bahasa Indonesia terutama di kelas 9. Menurut pengalaman penulis ketika mengajar di kelas prinsip pembelajaran mendalam yang Mindful, menaningful dan joyful merupakan kunci dari semua aktivitas pembelajaran.
Mata Bahasa Indonesia merupakan mata pelajaran yang menempati posisi penting dalam pendidikan nasional, apalagi dengan adanya tahapan TKA (Tes Kemampuan Akademik) dalam tahapan seleksi sebagai salah satu syarat masuk ke tingkat menengah atas atau SMA. Selain berfungsi sebagai bahasa persatuan dan identitas bangsa, bahasa juga menjadi sarana berpikir, berkomunikasi, dan membangun peradaban. Di tingkat SMP, pembelajaran Bahasa Indonesia bertujuan membentuk keterampilan berbahasa yang meliputi menyimak, berbicara, membaca, dan menulis, sekaligus menanamkan nilai karakter dan apresiasi terhadap karya sastra.
Pada tulisan ini penulis sedikit berbagi pengalaman mengenai bagaimana guru Bahasa Indonesia SMP dalam melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran mendalam, serta dampak positif yang dihasilkan.
Dalam melaksanakan pembelajaran bahasa Indonesia di kelas 9 dengan menggunakan pendekatan pembelajaran mendalam penulis berperan sebagai fasilitator pengembangan keterampilan berbahasa, penulis membuka ruang bagi mereka murid-murid untuk berlatih berbicara, berdiskusi, menulis, dan membaca dengan pemahaman mendalam.
Dengan memberikan stimulus seperti teks aktual atau karya sastra, lalu memandu mereka murid-murid mengolah informasi. penulis juga berperan sebagai motivator dan iInspirator gerakan literasi sekolah, karena penulis sadar guru Bahasa Indonesia harus mampu menumbuhkan minat membaca dan menulis para murid. penulis dapat memberikan motivasi, menghadirkan tokoh inspiratif, atau menggunakan metode kreatif sehingga murid menyadari pentingnya literasi dalam kehidupan.
Selain itu, penulis juga berperan sebagai evaluator dan pembimbing refleks. Penulis mengevaluasi tidak hanya hasil akhir (misalnya nilai menulis), tetapi juga proses berpikir para murid. Evaluasi dilakukan dengan memberikan umpan balik yang membangun, mendorong mereka memperbaiki tulisan atau presentasi lisan mereka.
Dalam praktik di kelas yang dikaitkan dengan materi, contohnya menganalisis teks ekplanasi kegidupan social pada bab 3, mereka membaca cerita yang berjudul “Tukang Ojek Payung” di sana mereka menganalisis tokoh yang dapat menjadi inspirasi dan motivator mereka, karena sangat ampuh memberikan materi yang menumbuhkan pola piker krityis mereka dengan memberi pengetahuan-pengetahuan yang aktual di tengah maraknya tontonan-tontonan cerita fiktif yang membuat mereka berkhayal terlalu jauh, seperti menonton drama Cina.
Dampak positif penerapan pembelajaran mendalam dalam Bahasa Indonesia untuk kelas 9 di SMPN 3 Saguling, terdapat beberapa yang terlihat seperti peningkatan literasi siswa menjadi terbiasa membaca kritis dan menulis dengan baik, berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas mulai tumbuh, karakter siswa mulai terbentuk percaya diri, terbuka, menghargai pendapat orang lain, apresiasi budaya pada siswa meningkat lebih mencintai karya sastra Indonesia serta kesiapan menghadapi era global mereka siswa mampu menggunakan bahasa secara efektif dalam berbagai konteks.
Akhirnya, menjadi guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMP memiliki peran dalam penerapan pembelajaran mendalam, tidak hanya mengajarkan aturan bahasa, tetapi juga membimbing siswa memahami makna, serta mengasah kemampuan komunikasi. Melalui pembelajaran mendalam, siswa SMP akan tumbuh menjadi generasi yang literat, kritis, kreatif, serta mampu berkomunikasi dengan baik. Pada akhirnya, keberhasilan penerapan pembelajaran mendalam dalam Bahasa Indonesia akan memperkuat identitas kebangsaan sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan nasional. ***