
Bandung Barat – Ratusan sekolah dari seluruh jenjang pendidikan di Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengikuti Webinar Gerakan Kolaborasi Kelola Sampah di Sekolah Adiwiyata Menuju Indonesia ASRI yang diselenggarakan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KBB pada Rabu (11/3/2026). Kegiatan ini menitikberatkan pada penguatan sistem pengelolaan sampah terpadu sebagai fondasi mewujudkan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Rindang, dan Indah).
Webinar tersebut menjadi langkah strategis dalam mendorong satuan pendidikan agar tidak sekadar menjaga kebersihan, tetapi mampu membangun budaya pengelolaan sampah yang terencana, terukur, dan berkelanjutan. Sekolah didorong untuk memiliki sistem pemilahan sampah, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, serta optimalisasi prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dalam aktivitas sehari-hari.
Dinas Pendidikan KBB menegaskan bahwa sekolah yang ASRI tidak hanya terlihat bersih secara fisik, tetapi juga memiliki tata kelola lingkungan yang baik. Pengelolaan sampah harus menjadi bagian dari manajemen sekolah, terintegrasi dalam kebijakan, kurikulum, hingga kegiatan kesiswaan.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan KBB melalui Analis Kesiswaan SMP, Sri Heryanti. Menurutnya, keberhasilan Sekolah Adiwiyata sangat ditentukan oleh konsistensi pengelolaan sampah di lingkungan sekolah.
“Sekolah yang ASRI lahir dari kebiasaan baik yang dibangun setiap hari. Pengelolaan sampah tidak bisa dilakukan secara insidental, tetapi harus menjadi gerakan bersama seluruh warga sekolah,” ujarnya.
Menurutnya, kepala sekolah memiliki peran penting dalam memastikan tersedianya sarana pendukung seperti tempat sampah terpilah, bank sampah sekolah, hingga program edukasi lingkungan yang melibatkan peserta didik secara aktif. Guru pun diharapkan mampu mengintegrasikan isu lingkungan dalam pembelajaran, sehingga siswa memahami pentingnya menjaga kebersihan sebagai bagian dari karakter.
Lebih lanjut, Sri Heryanti menekankan bahwa siswa harus dilibatkan sebagai pelaku utama perubahan. Melalui praktik langsung seperti pemilahan sampah, pembuatan kompos, hingga daur ulang kreatif, peserta didik akan terbiasa bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitarnya.
“Ketika siswa terbiasa mengelola sampah dengan benar di sekolah, mereka akan membawa kebiasaan tersebut ke rumah dan masyarakat. Inilah esensi sekolah sebagai pusat pembentukan karakter,” tambahnya.
Webinar ini juga memperkuat sinergi antara Dinas Pendidikan dan Dinas Lingkungan Hidup dalam membangun ekosistem pendidikan yang berwawasan lingkungan. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci dalam menciptakan perubahan yang berdampak luas dan berkelanjutan.
Ditandaskannya, Disdik KBB mengimbau seluruh satuan pendidikan untuk menindaklanjuti materi webinar dengan aksi nyata di sekolah masing-masing. Melalui komitmen bersama dan pengelolaan sampah yang sistematis, sekolah-sekolah di Kabupaten Bandung Barat diharapkan mampu menjadi contoh lingkungan pendidikan yang aman, sehat, rindang, dan indah.
“Dengan langkah konkret tersebut, Kabupaten Bandung Barat optimistis dapat mewujudkan sekolah-sekolah ASRI yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga menjadi teladan dalam menjaga kelestarian lingkungan,” tandasnya. ***