Skip to content

Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat

Primary Menu
  • Beranda
  • Tentang Kami
    • Tujuan Dinas Pendidikan
    • Struktur Organisasi
    • Pejabat Struktural Dinas Pendidikan
    • Tupoksi
    • Kontak Kami
    • Visi Misi & Moto
    • Maklumat Pelayanan
  • Statistik
    • Neraca Pendidikan 2016
    • Neraca Pendidikan 2017
    • Neraca Pendidikan 2018
    • Neraca Pendidikan 2019
    • Neraca Pendidikan 2020
    • Neraca Pendidikan 2021
  • Produk Hukum
  • Download
    • Library Document
    • Ebook
  • SAKIP
    • Renstra Disdik 2018-2023
    • IKU 2022
    • Perjanjian Kinerja Pejabat Eselon 2022
    • RKT Tahun 2021
  • Gallery Photo
  • Standar Pelayanan
  • PPPK
    • PPPK 2022
    • PPPK 2023
  • Portal Layanan
    • Portal Pelayanan
    • Portal Pengaduan
    • PETADIK
  • Publikasi
    • Majalah Kinanti
    • Podcast Bisa Cerdas
  • Home
  • Artikel Populer
  • PGRI dan DNA Pendidik: Memaknai Kembali Jati Diri Guru Pejuang dan Profesional
  • Artikel Populer

PGRI dan DNA Pendidik: Memaknai Kembali Jati Diri Guru Pejuang dan Profesional

bidangsmp 29 January 2026

Dr. H. Rustiyana, ST., MT., M.Pd., M.A.P
(Ketua PGRI Kab. Bandung Barat)

Dalam tubuh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), mengalir dua aliran darah yang tak terpisahkan: darah pejuang dan darah profesional. Seringkali kita mendengar istilah “Jati Diri PGRI” didengungkan dalam setiap upacara atau konferensi, namun apakah kita benar-benar memahami maknanya? Jati diri ini bukan sekadar slogan, melainkan DNA yang membentuk karakter setiap anggota PGRI.

Memaknai kembali jati diri ini menjadi sangat krusial di tengah gempuran zaman yang serba pragmatis. Ada kecenderungan guru hanya dilihat sebagai “buruh pengajar” yang bekerja demi gaji, atau sebaliknya, hanya dituntut profesionalismenya tanpa diperhatikan kesejahteraannya. PGRI hadir untuk menyeimbangkan kedua sisi mata uang tersebut. Guru adalah pendidik, tetapi guru juga adalah pejuang.

Artikel ini mengajak kita menyelami kembali esensi dari jati diri tersebut. Bagaimana seorang guru bisa tetap profesional di dalam kelas, namun tetap garang memperjuangkan hak-hak kaum pendidik di meja perundingan. Sinergi antara kompetensi intelektual dan keberanian moral inilah yang menjadikan guru Indonesia unik dan tangguh.

Semangat Pejuang yang Tak Pernah Padam

Jati diri pertama PGRI adalah organisasi perjuangan. Ini adalah warisan historis yang tidak boleh luntur. Sifat perjuangan ini lahir karena sadar bahwa nasib guru tidak akan berubah jika hanya didiamkan. “Pejuang” di sini memiliki makna luas. Ia berjuang melawan kebodohan di ruang kelas, dan berjuang melawan ketidakadilan kebijakan di ruang publik.

Sebagai organisasi pejuang, PGRI memiliki mandat untuk melakukan advokasi. Ketika ada guru honorer yang dibayar tidak layak, ketika ada guru di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) yang minim fasilitas, jiwa pejuang PGRI harus terpanggil. Tanpa sifat pejuang ini, guru akan mudah diinjak-injak dan pendidikan akan menjadi komoditas belaka. Semangat ini adalah DNA yang membuat guru berani bersuara lantang demi perbaikan sistem.

Namun, perjuangan PGRI bukanlah perjuangan yang anarkis. Ia adalah perjuangan yang konstitusional, elegan, dan bermartabat. DNA pejuang mengajarkan guru untuk tidak mudah menyerah pada keterbatasan. Kisah-kisah guru yang menembus hutan belantara demi menemui muridnya adalah manifestasi nyata dari jati diri pejuang ini. Mereka tidak menunggu fasilitas sempurna untuk mulai mengabdi.

Menuju Profesionalisme Guru

Sisi kedua dari DNA PGRI adalah organisasi profesi. Seiring berjalannya waktu, tuntutan zaman bergeser dari sekadar kuantitas menjadi kualitas. Guru tidak cukup hanya berani dan ikhlas; guru harus kompeten, ahli, dan profesional. PGRI menyadari bahwa untuk dihargai, guru harus memiliki nilai tawar berupa kompetensi yang mumpuni.

Jati diri profesionalisme menuntut setiap anggota PGRI untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat (lifelong learner). PGRI aktif mendorong sertifikasi, pelatihan, dan workshop untuk meningkatkan kualitas pedagogik dan profesional anggotanya. Di era digital, profesionalisme berarti melek teknologi dan adaptif terhadap metode pengajaran baru. Guru yang profesional adalah guru yang kehadirannya dirindukan siswa karena ilmunya yang luas dan cara ajarnya yang menyenangkan.

Fokus pada profesionalisme ini juga merupakan cara PGRI menjaga kepercayaan publik. Ketika masyarakat melihat guru-guru yang tergabung dalam PGRI memiliki kualitas tinggi, maka respek terhadap profesi ini akan tumbuh dengan sendirinya. Profesionalisme adalah benteng pertahanan terbaik untuk menjaga marwah guru.

Sinergi Hati dan Kompetensi

Kekuatan sejati PGRI terletak pada kemampuannya memadukan kedua DNA ini: Pejuang dan Profesional. Guru yang hanya pejuang tanpa profesionalisme akan menjadi agitator kosong tanpa karya nyata di kelas. Sebaliknya, guru yang hanya profesional tanpa jiwa pejuang akan menjadi apatis terhadap nasib rekan sejawat dan kondisi bangsa.

Harmonisasi keduanya menciptakan sosok guru yang paripurna. Di satu sisi ia piawai mendidik siswa dengan metode terbaru (Profesional), di sisi lain ia peduli dan solid dalam memperjuangkan kesejahteraan bersama (Pejuang). Inilah profil guru PGRI yang dicita-citakan: cerdas otaknya, namun juga tajam nuraninya.

Memaknai kembali jati diri ini adalah panggilan bagi setiap anggota di momen ulang tahun ke-80 ini. Apakah kita sudah menjadi guru pejuang? Apakah kita sudah menjadi guru profesional? PGRI adalah wadah untuk menempa kedua identitas tersebut. Dengan memelihara DNA ini, PGRI tidak hanya akan bertahan sebagai organisasi terbesar, tetapi juga sebagai organisasi yang paling dicintai dan dibutuhkan oleh bangsa Indonesia. ***

Total Views: 87

Continue Reading

Previous: MKKS SMP Bandung Barat Terima Donasi Bencana Cisarua dari Korwil 04
Next: TKA: Siapkah Siswa Kita?

Related Stories

WhatsApp Image 2026-01-08 at 06.28.07
  • Artikel Populer

5 Mitos Populer tentang Pembelajaran Mendalam yang Perlu Anda Luruskan Sekarang Juga!

bidangsmp 21 February 2026
Dina maryani
  • Artikel Populer

Strategi SMP Negeri 2 Cihampelas Menyambut TKA 2026

bidangsmp 18 February 2026
sekdis1
  • Artikel Populer

Kekuatan Kata “Belum”: Mengubah Frustrasi Siswa Menjadi Motivasi

bidangsmp 12 February 2026

Tautan

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org

हाल के पोस्ट

  • 5 Mitos Populer tentang Pembelajaran Mendalam yang Perlu Anda Luruskan Sekarang Juga!
  • Tim Futsal SMPN 2 Cikalongwetan Berjaya Di Kejuaraan Futsal School Invitation 2025
  • PASKIBRA SMPN 2 Cikalongwetan Raih Prestasi di LKBB SMP Jawa Barat 2026
  • Tantangan Infrastruktur Digital di Sekolah Indonesia dan Solusinya
  • Simfoni Rasa dan Budaya Nusantara: Penguatan Karakter melalui Pembelajaran Kokurikuler Lintas Disiplin Ilmu di Kelas IX SMPN 1 Cihampelas

हाल की टिप्पणियां

  1. bidangsmp on Teknik Pembelajaran Sosial-Emosional
  2. NeptunBahis Giris on Peran Guru Penggerak dalam Menggerakkan Komunitas Praktisi di Sekolah
  3. Yuli on Sambut Tahun Pelajaran 2023/2024, MKKS SR 01 SMP KBB Gelar Workshop IKM
  4. N. Mimin Rukmini on Guru Penggerak Angkatan 7 KBB Terbitkan Buku “Mereka yang Merrdeka”
  5. N. Mimin Rukmini on SMPN 2 Cikalongwetan Rebut Juara Umum GEFUC-2nd

अभिलेखागार

  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • November 2023
  • October 2023
  • September 2023
  • August 2023
  • April 2023
  • March 2023
  • November 2022
  • May 2021
  • April 2021
  • March 2021
  • November 2020
  • October 2018
  • March 2018

श्रेणियाँ

  • Artikel Populer
  • Berita
  • Edaran
  • Opini
  • PPPK 2022
  • PPPK 2023
  • Sastra
  • Tak Berkategori

You may have missed

WhatsApp Image 2026-01-08 at 06.28.07
  • Artikel Populer

5 Mitos Populer tentang Pembelajaran Mendalam yang Perlu Anda Luruskan Sekarang Juga!

bidangsmp 21 February 2026
Gambar4
  • Berita

Tim Futsal SMPN 2 Cikalongwetan Berjaya Di Kejuaraan Futsal School Invitation 2025

bidangsmp 21 February 2026
Gambar1
  • Berita

PASKIBRA SMPN 2 Cikalongwetan Raih Prestasi di LKBB SMP Jawa Barat 2026

bidangsmp 21 February 2026
rustiyana
  • Berita

Tantangan Infrastruktur Digital di Sekolah Indonesia dan Solusinya

bidangsmp 20 February 2026
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.