
Bandung Barat–PGRI Kabupaten Bandung Barat (KBB) turut ambil bagian dalam upaya pemulihan pascabencana longsor yang terjadi di wilayah Pasirlangu, Cisarua, baru-baru ini (3/2/26). Bantuan yang disalurkan merupakan donasi yang dihimpun dari anggota PGRI Kabupaten Bandung Barat sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap dunia pendidikan.

Ketua PGRI KBB, Dr. Rustiyana menyampaikan bencana longsor yang melanda kawasan tersebut berdampak pada sejumlah sekolah dan madrasah, serta menimbulkan kerugian baik secara material maupun psikologis bagi guru dan peserta didik.

Sebagai respons cepat, PGRI KBB menyalurkan bantuan berupa santunan bagi guru dan siswa terdampak, serta bantuan mebelair untuk lima (5) sekolah/madrasah yang mengalami kerusakan.
Lebih jauh disampaikan, aksi kemanusiaan ini merupakan wujud nyata solidaritas profesi guru dalam menghadapi musibah.
“PGRI hadir bukan hanya sebagai organisasi profesi, tetapi juga sebagai rumah besar para guru yang saling menguatkan. Bantuan ini merupakan bentuk empati dan kebersamaan seluruh anggota PGRI Kabupaten Bandung Barat untuk meringankan beban rekan-rekan guru dan para siswa yang terdampak bencana,” ungkapnya.

Pihaknya berharap bantuan yang diberikan dapat membantu percepatan pemulihan sarana pembelajaran sehingga aktivitas pendidikan dapat kembali berjalan secara optimal.
Sementara itu, Wakil Ketua PGRI KBB, Agus Solihin, memaparkan bahwa penggalangan donasi dilakukan secara swadaya oleh anggota PGRI di berbagai jenjang pendidikan.

“Alhamdulillah, respons dari para anggota sangat luar biasa. Dalam waktu singkat, donasi berhasil dihimpun dan segera kami salurkan dalam bentuk santunan serta kebutuhan meubelair untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Kami ingin memastikan bahwa anak-anak tetap dapat belajar dengan nyaman meskipun dalam kondisi pasca bencana,” paparnya.

Ditandaskannya, PGRI KBB juga terus berkoordinasi dengan pihak sekolah dan pemangku kepentingan setempat guna memastikan bantuan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan di lapangan.

“Musibah ini menjadi pengingat akan pentingnya kebersamaan dan gotong royong dalam menghadapi situasi darurat. Mari kita doakan, semoga proses pembelajaran di sekolah-sekolah terdampak dapat segera pulih dan berjalan kembali dengan baik,” tandasnya. ***