
Jakarta–Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menegaskan komitmennya terhadap agenda perjuangan guru nasional dengan menghadiri Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2025, Sabtu (29/11/25).
Acara akbar tersebut dilaksanakan di BRItama Arena Mahaka Square, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Sabtu, 29 November 2025. Kehadiran rombongan PGRI KBB dipimpin langsung oleh Dr. H. Rustiyana, ST., MT., M.Pd., M.A.P. selaku Ketua PGRI Kabupaten Bandung Barat, bersama jajaran pengurus, sebagai representasi dari guru-guru di KBB untuk memperkuat soliditas organisasi.
Rangkaian acara puncak peringatan HUT ke-80 PGRI tingkat nasional ini dirancang berbeda dari Upacara Bendera HGN yang dilaksanakan serentak pada 25 November 2025. Kegiatan diawali dengan pra-acara yang menarik, dibuka sejak pukul 09.00 WIB, meliputi Pameran Pendidikan dan Bazaar yang melibatkan berbagai unsur pendidikan dan mitra kerja PGRI.
Sementara itu, acara inti dimulai pada siang hari, diisi dengan pertunjukan seni budaya dari guru-guru seluruh Indonesia, pidato kunci dari tokoh nasional, dan acara sakral pemberian Penghargaan Dwija Praja Nugraha kepada kepala daerah yang memiliki kepedulian tinggi terhadap guru dan dunia pendidikan.
Dalam acara puncak tersebut, Ketua Umum Pengurus Besar PGRI, Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd., menyampaikan pidato yang padat berisi. Beliau mengajak seluruh anggota PGRI untuk meninjau kembali sejarah organisasi yang lahir pada 25 November 1945, hanya seratus hari setelah Proklamasi Kemerdekaan, dengan semangat unitaristik untuk mempersatukan semua golongan guru.
Unifah menekankan bahwa di tengah tantangan zaman, terutama dampak dari kecerdasan buatan dan transformasi digital, guru harus mengadopsi inovasi, berprinsip belajar sepanjang hayat (lifelong learning), dan memiliki growth mindset. Selain itu, ia menegaskan kembali posisi PGRI sebagai organisasi yang independen dan non-partisan, namun teguh dalam memperjuangkan hak-hak guru.

Lebih lanjut, pokok-pokok pikiran dari pidato Ketua Umum PB PGRI sangat berfokus pada kesejahteraan dan perlindungan guru. PGRI mendesak Pemerintah dan DPR untuk segera merumuskan RUU tersendiri tentang Perlindungan Guru demi membebaskan pendidik dari ancaman kekerasan dan proses hukum saat menjalankan tugas profesi.
Secara khusus terkait regulasi, PGRI mendesak agar Tunjangan Profesi Guru dan Dosen (TPGD) tidak dihentikan, percepatan penyelesaian sertifikasi guru, rekrutmen semua guru honorer menjadi ASN (PNS dan PPPK), serta memastikan tidak ada diskriminasi antara guru swasta dan guru negeri.
Menanggapi pidato tersebut, Ketua PGRI Kabupaten Bandung Barat, Dr. H. Rustiyana, menyatakan dukungan penuh atas garis perjuangan nasional yang diamanatkan. Pihaknhya menegaskan bahwa isu perlindungan hukum dan kesejahteraan guru adalah fokus utama yang juga diperjuangkan di tingkat Kabupaten.
“Kami di PGRI KBB sangat menyambut baik dan siap mengamankan perjuangan ini. PGRI KBB harus menjadi garda terdepan dalam mensejahterakan dan menjawab setiap permasalahan guru yang ada di Bandung Barat. Kunci penyelesaian masalah pendidikan dan kesejahteraan guru di KBB adalah adanya kolaborasi yang kuat dari semua pihak,” ujarnya.
Mengakhiri partisipasinya, Dr. H. Rustiyana menyampaikan ucapan selamat dan himbauan agar momentum HUT ke-80 PGRI menguatkan semangat pengabdian, keikhlasan dan meningkatkan kompetensi diri.
“Saya mewakili seluruh pengurus dan anggota PGRI Kabupaten Bandung Barat mengucapkan Selamat HUT ke-80 PGRI dan Selamat Hari Guru Nasional Tahun 2025. Jadikanlah peringatan ini sebagai momentum untuk terus menguatkan semangat pengabdian, keikhlasan, serta meningkatkan kompetensi diri. Mari kita terus berjuang. Hidup Guru!, Hidup PGRI!, Solidaritas, Yes!” tandasnya. ***