Skip to content

Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat

Primary Menu
  • Beranda
  • Tentang Kami
    • Tujuan Dinas Pendidikan
    • Struktur Organisasi
    • Pejabat Struktural Dinas Pendidikan
    • Tupoksi
    • Kontak Kami
    • Visi Misi & Moto
    • Maklumat Pelayanan
  • Statistik
    • Neraca Pendidikan 2016
    • Neraca Pendidikan 2017
    • Neraca Pendidikan 2018
    • Neraca Pendidikan 2019
    • Neraca Pendidikan 2020
    • Neraca Pendidikan 2021
  • Produk Hukum
  • Download
    • Library Document
    • Ebook
  • SAKIP
    • Renstra Disdik 2018-2023
    • IKU 2022
    • Perjanjian Kinerja Pejabat Eselon 2022
    • RKT Tahun 2021
  • Gallery Photo
  • Standar Pelayanan
  • PPPK
    • PPPK 2022
    • PPPK 2023
  • Portal Layanan
    • Portal Pelayanan
    • Portal Pengaduan
    • PETADIK
  • Publikasi
    • Majalah Kinanti
    • Podcast Bisa Cerdas
  • Home
  • Artikel Populer
  • Sekolah Ramah Anak Berbasis Growth Mindset: Seperti Apa Konsepnya?
  • Artikel Populer

Sekolah Ramah Anak Berbasis Growth Mindset: Seperti Apa Konsepnya?

bidangsmp 18 March 2026

Dr. H. Rustiyana, ST., MT., M.Pd., M.A.P
(Ketua PGRI Kab. Bandung Barat)

Ramah berarti menerima ketidaksempurnaan siswa. Sekolah menjadi zona aman (safe space) di mana siswa boleh menjadi dirinya sendiri, boleh berbuat salah, dan boleh memiliki kecepatan belajar yang berbeda. Tidak ada ancaman hukuman yang mempermalukan siswa di depan umum.

Konsep Sekolah Ramah Anak (SRA) sudah sering didengungkan. Biasanya, fokus utamanya adalah pada aspek fisik dan keamanan: tidak ada kekerasan, toilet bersih, kantin sehat, dan bangunan yang aman. Namun, SRA yang sejati tidak hanya berhenti pada “aman secara fisik”, tetapi juga harus “aman secara psikologis” dan “mendorong pertumbuhan”. Inilah yang disebut SRA berbasis Growth Mindset.

Sebuah sekolah bisa saja bersih dan bebas asap rokok, tetapi jika di dalamnya guru masih suka melabeli siswa “bodoh”, atau siswa takut bertanya karena takut dimarahi, maka sekolah tersebut belum benar-benar ramah anak. SRA berbasis Growth Mindset mengintegrasikan kenyamanan emosional dengan tantangan intelektual yang sehat.

Keamanan Psikologis sebagai Fondasi

Dalam konsep ini, definisi “ramah” diperluas. Ramah berarti menerima ketidaksempurnaan siswa. Sekolah menjadi zona aman (safe space) di mana siswa boleh menjadi dirinya sendiri, boleh berbuat salah, dan boleh memiliki kecepatan belajar yang berbeda. Tidak ada ancaman hukuman yang mempermalukan siswa di depan umum.

Ketika rasa aman psikologis ini terbentuk, bagian otak yang bertanggung jawab untuk belajar dan berpikir kreatif (korteks prefrontal) akan bekerja maksimal. Sebaliknya, jika siswa merasa terancam atau cemas, otak mereka akan masuk mode “bertahan hidup” (fight or flight) dan pintu gerbang pembelajaran pun tertutup. Jadi, keramahan sekolah adalah prasyarat mutlak untuk prestasi akademik.

Lingkungan Fisik yang “Berbicara”

Dinding-dinding sekolah dalam konsep ini tidak sekadar dipenuhi rumus atau foto pahlawan, tetapi juga pesan-pesan pertumbuhan. Poster bertuliskan “Kesalahan adalah bukti kamu sedang mencoba”, atau “Belum bisa bukan berarti tidak bisa”, menghiasi koridor. Lingkungan fisik didesain untuk menjadi “guru ketiga” yang terus membisikkan optimisme kepada siswa.

Tata ruang kelas juga fleksibel, bukan berbaris kaku menghadap guru. Meja kursi bisa diubah formasi untuk diskusi kelompok, lesehan untuk membaca, atau melingkar untuk refleksi. Ruang yang dinamis ini mengirim pesan bahwa belajar itu aktif, kolaboratif, dan tidak melulu satu arah.

Inklusivitas: Semua Anak Punya Tempat

SRA berbasis Growth Mindset sangat inklusif. Tidak ada segregasi tajam antara anak “pintar” dan anak “kurang”. Siswa berkebutuhan khusus (ABK) diterima dan didukung, bukan sekadar “dititipkan”. Mindset yang dibangun adalah: setiap anak unik dan punya potensi untuk berkembang dari titik start masing-masing.

Evaluasi dan rapor tidak digunakan untuk menghakimi atau membandingkan si A dengan si B, melainkan untuk merayakan kemajuan si A hari ini dibandingkan si A kemarin. Dengan konsep ini, sekolah menjadi taman yang menyenangkan di mana setiap benih—entah itu mawar, melati, atau kaktus—diberi pupuk yang sesuai untuk tumbuh subur dengan caranya sendiri. ***

Total Views: 6

Continue Reading

Previous: Pembelajaran Ramadhan: Menggali Potensi Religi Murid pada Bulan Suci

Related Stories

Gambar1
  • Artikel Populer

Membangun Mental Baja di Sekolah: Sayonara Mental Tempe!

bidangsmp 13 March 2026
food waste
  • Artikel Populer

Stop Food Waste! Mengajarkan Tanggung Jawab Lingkungan Melalui Pengelolaan Sisa Makanan di Kantin Sekolah

bidangsmp 12 March 2026
Gambar1
  • Artikel Populer

Dukungan Peer Support: Bagaimana Siswa Saling Menguatkan Setelah Musibah

bidangsmp 5 March 2026

Tautan

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org

हाल के पोस्ट

  • Sekolah Ramah Anak Berbasis Growth Mindset: Seperti Apa Konsepnya?
  • Pembelajaran Ramadhan: Menggali Potensi Religi Murid pada Bulan Suci
  • Sanlat dan Kolaborasi, Langkah Nyata Membina Karakter Murid
  • Berbagi Sembako: Menggapai Berkah Ramadhan Ala SMPN 4 Sindangkerta
  • SMPN 2 Ngamprah: Berbagi Itu Indah!

हाल की टिप्पणियां

  1. bidangsmp on Teknik Pembelajaran Sosial-Emosional
  2. NeptunBahis Giris on Peran Guru Penggerak dalam Menggerakkan Komunitas Praktisi di Sekolah
  3. Yuli on Sambut Tahun Pelajaran 2023/2024, MKKS SR 01 SMP KBB Gelar Workshop IKM
  4. N. Mimin Rukmini on Guru Penggerak Angkatan 7 KBB Terbitkan Buku “Mereka yang Merrdeka”
  5. N. Mimin Rukmini on SMPN 2 Cikalongwetan Rebut Juara Umum GEFUC-2nd

अभिलेखागार

  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • November 2023
  • October 2023
  • September 2023
  • August 2023
  • April 2023
  • March 2023
  • November 2022
  • May 2021
  • April 2021
  • March 2021
  • November 2020
  • October 2018
  • March 2018

श्रेणियाँ

  • Artikel Populer
  • Berita
  • Edaran
  • Opini
  • PPPK 2022
  • PPPK 2023
  • Sastra
  • Tak Berkategori

You may have missed

Gambar1
  • Artikel Populer

Sekolah Ramah Anak Berbasis Growth Mindset: Seperti Apa Konsepnya?

bidangsmp 18 March 2026
Cuplikan layar 2025-08-26 212522
  • Opini

Pembelajaran Ramadhan: Menggali Potensi Religi Murid pada Bulan Suci

bidangsmp 17 March 2026
WhatsApp Image 2025-11-26 at 04.01.00
  • Opini

Sanlat dan Kolaborasi, Langkah Nyata Membina Karakter Murid

bidangsmp 17 March 2026
Cuplikan layar 2026-03-17 131906
  • Berita

Berbagi Sembako: Menggapai Berkah Ramadhan Ala SMPN 4 Sindangkerta

bidangsmp 17 March 2026
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.