
Saguling, KBB – Dalam upaya meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya kesehatan reproduksi sejak dini, SMPN 3 Saguling menyelenggarakan kegiatan kokurikuler bertema Kesehatan Reproduksi Remaja yang diikuti oleh para peserta didik tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat (6/3/2026) di aula sekolah dan berlangsung dengan penuh antusias dari para siswa.
Kegiatan di atas bertujuan untuk memberikan edukasi kepada siswa tentang pentingnya menjaga kesehatan tubuh, memahami perubahan fisik dan emosional yang terjadi pada masa remaja, serta membangun sikap tanggung jawab terhadap diri sendiri. Para peserta mengikuti kegiatan dengan semangat melalui berbagai sesi pembelajaran yang interaktif.
Demikian disampaikan Kepala SMPN 3 Saguling, Shinta Ayu Kencana Jaffrie dalam sambutannya. Menurutnya, edukasi mengenai kesehatan reproduksi sangat penting diberikan kepada siswa sejak usia remaja. Hal ini bertujuan agar para siswa memiliki pemahaman yang benar mengenai perubahan yang terjadi pada tubuh mereka saat memasuki masa pubertas.
“Melalui kegiatan ini kami berharap para siswa dapat memahami masa pubertas dengan baik, menjaga kesehatan diri, serta memiliki sikap yang positif dan bertanggung jawab terhadap diri sendiri,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan berbagai materi penting mengenai masa pubertas, kebersihan diri, serta cara menjaga kesehatan reproduksi. Materi disampaikan secara interaktif melalui presentasi, diskusi kelompok, serta sesi tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengemukakan pertanyaan dan berbagi pengalaman.
Selain pemaparan materi, kegiatan juga dilengkapi dengan permainan edukatif dan simulasi sederhana yang membantu siswa memahami materi dengan cara yang lebih menarik dan menyenangkan. Metode ini membuat suasana kegiatan menjadi lebih hidup dan memudahkan peserta dalam memahami materi yang disampaikan.
Lebih lanjut, Kepala Sekolah menambahkan untuk memperkuat pemahaman siswa, kegiatan ini juga dilaksanakan melalui kerja sama dengan Puskesmas Saguling. Tenaga kesehatan dari Puskesmas Saguling hadir sebagai narasumber yang memberikan penjelasan mengenai kesehatan reproduksi remaja, pentingnya menjaga kebersihan diri, serta cara menghadapi perubahan fisik dan emosional pada masa pubertas dengan tepat.
Para siswa mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut karena mendapatkan pengetahuan baru yang sebelumnya jarang dibahas secara terbuka. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan agar siswa semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sejak usia remaja.
“Melalui kegiatan kokurikuler ini, diharapkan para siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga mendapatkan bekal penting untuk menjaga kesehatan serta membentuk perilaku hidup sehat sejak dini. Kerja sama antara pihak sekolah dan Puskesmas Saguling pun diharapkan dapat terus berlanjut dalam berbagai program edukasi kesehatan bagi peserta didik,” tandasnya. ***