
Cililin KBB-SMPN Satu Atap Lembang Cililin melalui gerakan literasi sekolahnya terbitkan buku antologi guru dan siswa. Buku berjudul Gemerlap Gema Puisi dan Cerpen ini, berisikan kompilasi karya sastra berupa puisi dan cerita pendek (Cerpen). Buku tersebut merupakan salah satu inovasi para guru, tenaga kependidikan, dan siswa sebagai upaya peningkatan kualitas literasi bagi warga sekolah.
Hal di atas disampaikan Kepala SMPN Satu Atap Lembang Cililin, Adhyatnika Geusan Ulun. Menurutnya, selain sebagai upaya untuk meningkatkan kulaitas literasi, juga untuk mendukung program Tantangan Membaca Bandung Barat (TMBB) yang digulirkan Dinas Pendidikan Kab. Bandung Barat (TMBB KBB) tahun 2025, Senin (5/1/26).
Kepada tim peliput berita pendidikan KBB, Adhyatnika menyampaikan pihaknya mengapresiasi inovasi tersebut. Hadirnya buku ini selaras dengan visi sekolah yang salah satunya menciptakan warga sekolah yang literat.
“Kami sangat mengapresiasi terbitnya Gemerlap Gema Puisi dan Cerpen yang merupakan kompilasi karya sastra berupa puisi dan cerita pendek karya guru, tenaga kependidikan, dan siswa. Antologi ini sangat selaras dengan visi sekolah yang berupa mencetak warga sekolah yang literat,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Gerakan Literasi Sekolah (GLS) Gema Satap Lembang, Noneng Sri Lugay Mulyani memaparkan terbitnya buku antologi di atas adalah buah kerja keras insan pendidikan dan para siswa yang tergabubg dalam TMBB. Pihaknya bersyukur atas dukungan semua warga sekolah sehingga buku antologi tersebut bisa terbit sesuai dengan yang telah diprogramkannya.
Lebih lanjut disampaikan, karya sastra berupa puisi dan Cerpen yang dikompilasi dalam buku di atas, melalui proses yang relatif panjang sesuai dengan tahapan yang telah ditetapkan dalam TMBB.
“Proses yang relatif panjang untuk menyusun buku antoliogi Gemerlap Gema Puisi dan Cerpen ini. Hal ini dikarenakan tahapan-tahapan yang harus dilalui sesuai dengan yang telah ditetapkan TMBB. Namun, atas kerja keras dan keseriusan semua pihak, termasuk dukungan dari rekan-rekan dan warga sekolah lainnya, kami berhasil menuntaskan TMBB dan menerbitkan buku. Alhamdulillah,” imbuhnya.
Hal senada disampaikan Nurhayati, Wakasek Kesiswaan. Pihaknya juga mengapresiasi dukungan warga sekolah yang telah menyisihkan waktu untuk turut menyukseskan program TMBB.
Menurut Nurhayati, untuk menyusun buku tersebut, para guru, tenaga kependidikan dan siswa saling berkolaborasi guna menghasilkan karya yang baik dan sesuai dengan tata bahasanya. Semua warga sekolah sering berdiskusi disela-sela aktivitas rutin yang mereka lakukan.
“Alhamdulillah, kami sering berdiskusi untuk melahirkan karya yang baik dan benar. Walaupun harus menyisihkan waktu di tengah-tengah kesibukan mengajar dan aktivitas lainnya, kami berhasil menyusun buku ini,” ungkapnya.
Di lain pihak, Adhyatnika menandaskan terbitnya buku Gemerlap Gema Puisi dan Cerpen diharapkan menjadi stimulus warga sekolah untuk terus berkarya, sehingga cita-cita untuk melahirkan generasi unggul, berkarakler dan literat dapat tercapai. ***