Skip to content

Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat

Primary Menu
  • Beranda
  • Tentang Kami
    • Tujuan Dinas Pendidikan
    • Struktur Organisasi
    • Pejabat Struktural Dinas Pendidikan
    • Tupoksi
    • Kontak Kami
    • Visi Misi & Moto
    • Maklumat Pelayanan
  • Statistik
    • Neraca Pendidikan 2016
    • Neraca Pendidikan 2017
    • Neraca Pendidikan 2018
    • Neraca Pendidikan 2019
    • Neraca Pendidikan 2020
    • Neraca Pendidikan 2021
  • Produk Hukum
  • Download
    • Library Document
    • Ebook
  • SAKIP
    • Renstra Disdik 2018-2023
    • IKU 2022
    • Perjanjian Kinerja Pejabat Eselon 2022
    • RKT Tahun 2021
  • Gallery Photo
  • Standar Pelayanan
  • PPPK
    • PPPK 2022
    • PPPK 2023
  • Portal Layanan
    • Portal Pelayanan
    • Portal Pengaduan
    • PETADIK
  • Publikasi
    • Majalah Kinanti
    • Podcast Bisa Cerdas
  • Home
  • Artikel Populer
  • SPAB Bukan Sekadar Papan Nama: Mengapa Sekolah Wajib Punya Rencana Tanggap Bencana
  • Artikel Populer

SPAB Bukan Sekadar Papan Nama: Mengapa Sekolah Wajib Punya Rencana Tanggap Bencana

bidangsmp 9 February 2026

Ilustrasi MOU Pemerintah Daerah tentang pentingnya keberadaan SPAB di KBB (Istimewa).

 

Dr. H. Rustiyana, ST., MT., M.Pd., M.A.P
(Sekretaris Dinas Pendidikan Kab. Bandung Barat)

Sekolah Aman Bencana (SPAB) adalah sebuah konsep yang seharusnya menjadi landasan utama bagi setiap institusi pendidikan di Indonesia. Sayangnya, bagi banyak sekolah, SPAB sering kali hanya diterjemahkan sebatas pemasangan papan nama, penanda jalur evakuasi yang memudar, atau sekadar dokumen formalitas di atas kertas. Padahal, SPAB jauh lebih dalam dari itu, ia adalah sebuah filosofi keselamatan yang harus terintegrasi dalam setiap aspek kegiatan sekolah, memastikan bahwa seluruh warga sekolah—mulai dari siswa, guru, hingga staf—siap menghadapi potensi ancaman bencana yang bisa datang kapan saja.

Indonesia dikenal sebagai “supermarket bencana” karena berada di jalur cincin api Pasifik yang rawan gempa, tsunami, letusan gunung berapi, hingga bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor. Lingkungan sekolah, yang notabene dipenuhi oleh kelompok paling rentan yaitu anak-anak, menjadi titik konsentrasi risiko yang sangat tinggi. Tanpa rencana tanggap bencana yang terstruktur, potensi jatuhnya korban jiwa dan luka-luka akan meningkat drastis saat bencana tiba, karena kepanikan dan kurangnya pengetahuan evakuasi akan mendominasi.

Rencana Tanggap Bencana: Kompas Saat Krisis

Rencana tanggap bencana adalah panduan langkah demi langkah yang dirancang khusus untuk kondisi darurat. Dokumen ini harus mencakup identifikasi risiko spesifik sekolah (misalnya, jika dekat pantai, risiko utamanya adalah tsunami), prosedur evakuasi, penentuan titik kumpul aman, dan peran serta tanggung jawab yang jelas bagi setiap anggota tim siaga bencana sekolah. Rencana ini harus bersifat dinamis, dievaluasi, dan diujicobakan secara berkala melalui simulasi.

Menyelamatkan Waktu, Menyelamatkan Nyawa

Dalam situasi bencana, setiap detik sangat berharga. Memiliki rencana tertulis yang sudah dipahami oleh semua pihak akan memangkas waktu respons yang krusial, mengubah waktu panik menjadi waktu bertindak. Siswa tidak perlu menunggu instruksi yang ambigu; mereka sudah tahu harus menuju ke mana dan apa yang harus dilakukan, seperti berlindung di bawah meja saat gempa atau segera berjalan cepat menuju titik kumpul.

Peningkatan Kapasitas dan Kepercayaan Diri

Proses penyusunan dan pelatihan rencana tanggap bencana secara otomatis akan meningkatkan kapasitas dan kepercayaan diri seluruh warga sekolah. Guru tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga komandan evakuasi yang terlatih. Siswa belajar menjadi agen keselamatan bagi diri sendiri dan teman-temannya. Ini menanamkan budaya siaga yang akan bermanfaat seumur hidup, bahkan di luar lingkungan sekolah.

Kemitraan Kunci dengan Komunitas

SPAB yang efektif tidak bisa berdiri sendiri. Rencana tanggap bencana harus melibatkan dan diharmonisasikan dengan pihak luar, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kepolisian, puskesmas, dan tokoh masyarakat sekitar. Jaringan komunikasi yang kuat ini memastikan bantuan dan respons darurat dari luar dapat masuk dengan cepat, serta mempermudah proses reunifikasi siswa dengan orang tua pascabencana.

Mewujudkan Ketahanan Sekolah yang Utuh

Inti dari SPAB dan rencana tanggap bencana adalah mewujudkan ketahanan sekolah yang utuh (holistik), yang tidak hanya berfokus pada keselamatan fisik, tetapi juga pemulihan psikologis dan keberlanjutan proses belajar mengajar. Sekolah yang tangguh akan mampu segera kembali beroperasi pascabencana, meminimalkan dampak trauma pada siswa, dan menjadi jangkar pemulihan bagi komunitas sekitarnya. Oleh karena itu, memiliki rencana tanggap bencana bukan lagi pilihan, melainkan kewajiban moral dan legal bagi setiap sekolah. ***

Total Views: 8

Continue Reading

Previous: Dari Scroll Ke FYP: Membahas Soal Matematika di Live Tiktok
Next: PPPK Paruh Waktu SMPN 2 Cihampelas Ucapkan Terima Kasih Kepada Bupati Bandung Barat

Related Stories

santi
  • Artikel Populer

Dari Scroll Ke FYP: Membahas Soal Matematika di Live Tiktok

bidangsmp 7 February 2026
WhatsApp Image 2026-02-05 at 10.15.28
  • Artikel Populer

Sosialisasi Kebijakan Pendidikan: Pembelajaran Mendalam dan Penguatan Karakter Menyongsong Ramadhan

bidangsmp 5 February 2026
WhatsApp Image 2026-01-29 at 14.13.10
  • Artikel Populer

Pentingnya Buku Panduan Guru Sekolah Siaga Kependudukan (SSK)

bidangsmp 1 February 2026

Tautan

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org

हाल के पोस्ट

  • Diangkat PPPK Paruh Waktu, SMPN Satu Atap Lembang Cililin Ucapkan Terima Kasih Kepada Bupati Bandung Barat
  • PPPK Paruh Waktu SMPN 2 Cihampelas Ucapkan Terima Kasih Kepada Bupati Bandung Barat
  • SPAB Bukan Sekadar Papan Nama: Mengapa Sekolah Wajib Punya Rencana Tanggap Bencana
  • Dari Scroll Ke FYP: Membahas Soal Matematika di Live Tiktok
  • Pentingnya Sinergisitas Stakeholders Pendidikan Untuk Meningkatkan Kualitas Layanan Pendidikan

हाल की टिप्पणियां

  1. bidangsmp on Teknik Pembelajaran Sosial-Emosional
  2. NeptunBahis Giris on Peran Guru Penggerak dalam Menggerakkan Komunitas Praktisi di Sekolah
  3. Yuli on Sambut Tahun Pelajaran 2023/2024, MKKS SR 01 SMP KBB Gelar Workshop IKM
  4. N. Mimin Rukmini on Guru Penggerak Angkatan 7 KBB Terbitkan Buku “Mereka yang Merrdeka”
  5. N. Mimin Rukmini on SMPN 2 Cikalongwetan Rebut Juara Umum GEFUC-2nd

अभिलेखागार

  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • November 2023
  • October 2023
  • September 2023
  • August 2023
  • April 2023
  • March 2023
  • November 2022
  • May 2021
  • April 2021
  • March 2021
  • November 2020
  • October 2018
  • March 2018

श्रेणियाँ

  • Artikel Populer
  • Berita
  • Edaran
  • Opini
  • PPPK 2022
  • PPPK 2023
  • Sastra
  • Tak Berkategori

You may have missed

Cuplikan layar 2026-02-09 121558
  • Berita

Diangkat PPPK Paruh Waktu, SMPN Satu Atap Lembang Cililin Ucapkan Terima Kasih Kepada Bupati Bandung Barat

bidangsmp 9 February 2026
Cuplikan layar 2026-02-09 112824
  • Berita

PPPK Paruh Waktu SMPN 2 Cihampelas Ucapkan Terima Kasih Kepada Bupati Bandung Barat

bidangsmp 9 February 2026
Bupati Tanggap bencana
  • Artikel Populer

SPAB Bukan Sekadar Papan Nama: Mengapa Sekolah Wajib Punya Rencana Tanggap Bencana

bidangsmp 9 February 2026
santi
  • Artikel Populer

Dari Scroll Ke FYP: Membahas Soal Matematika di Live Tiktok

bidangsmp 7 February 2026
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.