Dr. H. Rustiyana, ST., MT., M.Pd., M.A.P
(Sekretaris Dinas Pendidikan Kab. Bandung Barat)
Tekanan akademik, tuntutan kurikulum yang padat, dan persaingan antar siswa seringkali membuat lingkungan sekolah menjadi sarang stres, bukan tempat yang kondusif untuk bertumbuh.
Stres berlebihan pada siswa, bahkan pada guru, dapat menghambat kemampuan belajar, memicu masalah kesehatan mental, hingga menurunkan daya tahan tubuh. Jika sekolah ingin benar-benar unggul, rahasianya bukan hanya pada kurikulum yang ketat, tetapi pada penciptaan lingkungan belajar yang menenangkan dan sehat sebagai benteng pertahanan utama melawan stres.
Rahasia pertama terletak pada kekuatan desain ruang kelas yang menenangkan. Secara psikologis, warna-warna cerah seperti merah dapat meningkatkan kegelisahan, sementara warna alam seperti biru muda, hijau pastel, dan krem memiliki efek menenangkan. Sekolah dapat mulai dengan mengubah palet warna ruang kelas dan koridor.
Selain itu, maksimalkan cahaya alami (natural light); penelitian menunjukkan bahwa paparan cahaya alami dapat meningkatkan suasana hati dan produktivitas. Tambahkan sentuhan alam dengan tanaman hijau di sudut-sudut kelas, karena kehadiran unsur alam terbukti efektif menurunkan hormon stres kortisol. Ruang yang tertata rapi, bersih, dan terang secara fundamental mengurangi clutter visual yang dapat memicu ketegangan mental.
Rahasia kedua adalah mengintegrasikan micro-break dan praktik mindfulness sebagai rutinitas wajib. Jadwal pelajaran yang padat seringkali menghilangkan waktu jeda yang esensial.
