
Cililin, KBB – Kegiatan Pesantren Kilat (Sanlat) Ramadan di SMPN 3 Cililin tahun 1447 H tidak hanya diisi dengan aktivitas keagamaan. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, para siswa juga mendapatkan sosialisasi mengenai bahaya pernikahan dini dan kesehatan reproduksi yang disampaikan oleh Bidan Desa Karyamukti, Kamis (13/3/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan pada 9–13 Maret 2026 ini diikuti oleh seluruh siswa dengan penuh antusias. Selama sepekan, peserta didik mengikuti berbagai agenda yang dirancang untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan sekaligus memperluas wawasan mereka.
Kepala SMPN 3 Cililin, N. Mimin Rukmini, menyampaikan bahwa Sanlat Ramadan tahun ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan kualitas ibadah siswa, tetapi juga membekali mereka dengan pengetahuan yang relevan dengan kehidupan remaja masa kini.

“Melalui kegiatan Sanlat, kami berharap siswa tidak hanya semakin dekat dengan nilai-nilai keagamaan, tetapi juga memiliki pemahaman yang baik tentang berbagai hal yang berkaitan dengan masa depan mereka,” ujarnya.
Lebih lajut disampaikan, dengan perpaduan antara penguatan spiritual, edukasi kesehatan, dan pembentukan karakter sosial, Sanlat SMPN 3 Cililin diharapkan mampu mencetak generasi yang berakhlak mulia, cerdas, serta siap menghadapi tantangan kehidupan di masa mendatang.
Sementara itu, rangkaian kegiatan yang diawali dengan pelaksanaan salat Dhuha, dilanjutkan dengan tadarus Al-Qur’an dan hafalan surat-surat pendek tersebut, para siswa juga mendapatkan ceramah keagamaan serta materi keislaman yang disampaikan oleh guru dan pemateri yang kompeten.
Selanjutnya, memasuki hari ketiga Sanlat, siswa mengikuti sesi sosialisasi kesehatan reproduksi dan pencegahan pernikahan dini.
“Materi Sanlat disampaikan secara komunikatif dan interaktif, sehingga siswa dapat memahami pentingnya mempersiapkan masa depan secara matang. Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta didik memiliki kesadaran untuk menyelesaikan pendidikan, mengembangkan potensi diri, serta membangun kesiapan mental dan fisik sebelum memasuki jenjang pernikahan,” lanjutnya.

Dalam presentasinya Bidan Desa Karyamukti menjelaskan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sejak usia remaja, memahami perubahan fisik dan psikis yang terjadi pada masa pubertas, serta mengetahui berbagai risiko yang dapat timbul akibat pernikahan dini, baik dari sisi kesehatan, psikologis, maupun sosial.
Ditandaskan Kepala Sekolah, selain penguatan aspek spiritual dan pengetahuan kesehatan, kegiatan di atas menjadi sarana menumbuhkan kepedulian sosial. Oleh karena itu, Sanlat diakhiri dengan pembagian takjil untuk masyarakat sekitar.
“Melalui kegiatan infak Ramadan, siswa diajak untuk belajar berbagi dan menumbuhkan empati terhadap sesama. Kegiatan kemudian ditutup dengan pembagian takjil kepada masyarakat di sekitar lingkungan sekolah yang dilakukan oleh siswa bersama para guru,” tandasnya. ***