Dinas Arsip dan Perpustakaan KBB Gelar Pelatihan STORY TELLING

Lembang (Newsroom)- Dinas Arsip dan Perpustakaan Kab. Bandung Barat menyelenggarakan pelatihan Story Telling bagi para guru SD. Kegiatan yang  dilaksanakan di Hotel Augusta Lembang tersebut bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kab.Bandung Barat dan berlangsung  selama dua hari, Rabu-Kamis (10-11/7).

Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kab. Bandung Barat, Avira Nufashihah, mengundang sebanyak 20 guru SD sebagai perwakilah dari masing-masing gugus untuk dilatih Story Telling. Pihaknya menggandeng Bidang Pembinaan Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan Kab.Bandung Barat.

“Kami mengudang 20 perwakilan guru SD untuk mengikuti pelatihan Story Telling. Oleh karena itu, penyelenggaraan kegiatan ini melibatkan Dinas Pendidikan Kab.Bandung Barat.”

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SD Disdik KBB, Dadang A. Sapardan, menyambut baik penyelenggaraaan pelatihan di atas.  Menurutnya, pelatihan Story Telling merupakan salah satu upaya dalam mengasah kemampuan agar para guru lebih terampil dalam menyampaikan informasi kepada para peserta didik. Terlebih bentuk dari story telling berupa cerita. Keterampilan ini sangat diperlukan guru dalam menjadikan pembelajaran di kelas lebih kreatif dan menyenangkan.

“Banyak upaya yang dapat dilakukan untuk menjadikan pembelajaran di kelas lebih kreatif dan menyenangkan, salah satunya melalui Story Telling. Oleh karena itu, kegiatan yang diselenggarakan Dinas Arsip dan Perpustakaan ini harus dimanfaatkan para guru untuk meningkatkan keterampilannya, terutama di story telling,” tandasnya.

Di sisi lain, para narasumber di pelatihan Story Telling di atas memberikan sejumlah pemahaman kepada para peserta bahwa storytelling merupakan seni  yang mengajarkan tentang pengalaman dan pengisahan dengan mengalir. Seni tersebut dapat dituangkan dalam bentuk tulisan yang bermanfaat.

Di dalam kegiatan tersebut, para peserta diarahkan untuk menjadi seorang penulis yang dapat menginformasikan tentang tujuan apa yang ingin disampaikan dalam tulisannya. Selanjutnya, produk tulisan dikemas dalam gaya story telling yang nantinya dapat memberikan inspirasi dan bermanfaat kepada para pembacanya.

Selain itu, tulisan-tulisan yang dikemas dalam gaya story telling tersebut bisa memaparkan secara detail maksud yang ingin disampaikan penulis, bukan sekedar mengatakan isi ceritanya. Sehingga pesan-pesan yang sangat bermanfaat dapat disampaikan penulis dengan gaya bahasa yang dimilikya.

Seperti halnya sebuah berita, maka story telling sebaiknya mengandung unsur 5W, dan ditambah dengan SW, yakni What untuk menentukan plot, Who untuk menentukan siapa saja karakteryang ada dalam cerita, When untuk menggambarkan kronologi ceritanya, Where diterapkan sebagai tempat kejadian, Why ditentukan sebagai motif dari cerita yang diangkat, dan So What, yang merupakan simpulan dari cerita yang disusun. ***

Pewarta: Adhyatnika Geusan Ulun -Newsroom Tim Peliput Berita Pendidikan Bandung Barat.