Peserta Carpon, Punya Kemampuan Menulis Relatif Sama


Ngamprah (Newsroom) – Dalam rangka memeriahkan Hari Bahasa Ibu Internasional tahun 2022, Dinas Pendidikan Kab. Bandung Barat selenggarakan final Pasanggiri Ngarang Carita Pondok (Carpon) untuk siswa jenjang SD dan SMP se-Kab. Bandung Barat di SMPN 1 Cisarua, Selasa, (15/02/22).
Untuk menilai hasil karya siswa yang menjadi peserta pasanggiri, para praktisi sastra dan pendidik pada Dinas Pendidikan diterjunkan menjadi juri. Mereka merupakan praktisi dan pendidikan yang berkompetan dalam penulisan carita pondok. Juri jenjang SD terdiri dari pengawas jenjang SD dan sastrawan, yaitu Lukman Nurhakim, Lilis Sumarni, dan Elan Jaenawan serta juri jenjang SMP terdiri dari Neneng R. Agustini dari SMPN 1 Cipeundeuy, H. Agus Kamdan dari SMPN 1 Cililin, Herlis dari SMPN 1 Cisarua.
Peserta dengan jumlah mencapai 40 siswa merupakan hasil seleksi yang diselenggarakan sebelumnya. Mereka merupakan hasil penyaringan pasanggiri dengan moda daring dan luring. Dari sejumlah siswa yang menjadi peserta seleksi awal, terjaring sebanyak 40 siswa yang berhak mengikuti babak final yang terdiri dari 10 siswa putra dan 10 siswa putri jenjang SD serta 8 siswa putra dan 12 siswa putri jenjang SMP.
Lukman Nurhakim, salah seorang juri pada pasanggiri pada jenjang SD mengungkapkan cukup kesulitan menentukan peringkat setiap peserta karena kemampuan setiap siswa relatif sama. Para peserta memiliki potensi yang baik dalam membuat carpon. Untuk menentukan 3 besar dari setiap peserta, para juri harus memutar otak dan berdebat alot dengan juri lainnya.
“Untuk sampai pada penentuan 3 besar, baik putera maupun puteri, kami harus memutar otak dan berdebat cukup alot,” ucap Lukman saat dimintai pendapatnya terkait dengan proses penetapan 3 besar dari setiap kategori.
Selain itu, Neneng R. Agustini menyampaikan bahwa pasanggiri ini sangat bermanfaat dalam upaya melestarikan bahasa Sunda sebagai bahasa ibu orang Sunda. Berkenaan dengan hasil karya peserta, seluruh peserta yang masuk final memiliki kemampuan relatif sama dalam menulis carpon. Sekalipun demikian, tim juri tetap harus menetapkan peringkat setiap peserta yang akan menentukan 3 besar dari setiap kategori.
Di lain pihak, Wika Karina Damayanti, Fungsional Pengembangan Bahasa Daerah pada Dinas Pendidikan Kab. Bandung Barat mengungkapkan rasa syukur karena telah dapat menyelenggarakan Pasanggiri Nulis Carpon untuk siswa jenjang SD dan SMP di Kab. Bandung Barat. Selain itu, menyampaikan pula terima kasih kepada berbagai pihak yang telah banyak membantu penyelenggaraan pasanggiri. Keterlaksanaan pasanggiri karena bantuan berbagai pihak yang tidak mengenal Lelah.
“Saya bersyukur karena pasanggiri dapat terlaksana dengan baik dan lancar serta terima kasih kepada berbagai pihak yang telah banyak membantu penyelanggaraannya,” kata Wika. ***DasARSS.