SMPN 3 Padalarang Gelar IHT Program Sekolah Penggerak

Oleh: Iwan Ridwan Setiadi, S.Pd., M.Pd

(Kepala SMPN 3 Padalarang)

 Salah satu tahapan Program Sekolah Penggerak (PSP) Angkatan k-2 adalah  berupa Pelatihan Komite Pembelajaran (PKP). Kegiatan tersebut, alhamdulillah telah diikuti oleh SMPN 3 Padalarang, mulai tanggal 10 Mei -13 Juli 2022.

Selanjutnya sebagai Rencana Tindak Lanjut (RTL) dari pelatihan tersebut, kepala sekolah dan perwakilan guru yang tergabung dalam Komite Pembelajaran melakukan pertemuan persiapan pelaksanaan In House Training (IHT) untuk mendiseminasikan apa yang didapat dari pelatihan kepada warga sekolah.

Merujuk kepada panduan pelaksanaan pelatihan implementasi pembelajaran di tingkat satuan pendidikan yang dikeluarkan oleh Direktorat Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah dan Tenaga Kependidikan, Direktorat Jenderal Guru Dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek, waktu pelaksanaan IHT tersebut dilaksanakan mulai tanggal 25 Juni sd. 2 Juli 2022.

Standar penyelenggaraan IHT ini menggunakan moda blended learning (Daring dan Luring). Untuk moda Daring berupa  platform pembelajaran google Classroom, Whatsapp group dan  google drive. Sedangkan Luring berupa materi sistematis dan jadwal dengan alokasi waktu yang sudah ditentukan.

Penulis, sebagai bagian dari Komite Pembelajaran pada pelaksanaan IHT di atas bertindak sebagai narasumber,  didampingi oleh Mardiah, M.Pd., Dinda Lesmanawati, S.Pd., Windie Evakuasi Pranata, S.Pd., Yudi Cahyadi, S.Pd., dan Sugiarto, S.Pd. Sementara narasumber lainnya, yakni Pengawas Sekolah, Dra. Neneng Yuli Ridawati, M.Si., dan ssistensi dari Fasilitator PKP  Amos Pongmakka Buranda, M.Pd.

Pada hari pertama, Sabtu, 25 Juni 2022, IHT dilaksanakan secara Daring, dimana peserta melaksanakan pre test, dilanjutkan dengan materi pembelajaran dalam platform Merdeka Mengajar dan pembelajaran mandiri Micro Learning. Sedangkan pada hari kedua, masih dengan moda daring, melanjutkan  pembelajaran mandiri Micro Learning, dimana  peserta harus memahami pemanfaatan dan mengakses platform Merdeka Mengajar untuk mendukung Implementasi pembelajaran.

Selanjutnya, pada hari  ketiga, Selasa, 28  Juli 2022, dilaksanakan pembukaan IHT sekaligus penyampaian materi secara Luring, yang dihadiri oleh Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat, Pengawas Sekolah, Fasilitator PKP,  para Wakil Kepala Sekolah,  Narasumber (Komite Pembelajaran) dan  peserta yang terdiri dari guru yang akan mengajar di kelas 7.

Di kegiatan di atas, Mardiah, M.Pd. selaku Ketua Panitia, dalam laporannya menyampaikan materi, yaitu Orientasi Program Sekolah Penggerak dan Refleksi Pembelajaran Paradigma Baru; Kurikulum  Operasional Satuan Pendidikan; Capaian Pembelajaran (CP); Pemahaman Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) dan Tujuan Pembelajaran (TP); Modul Ajar (MA); Pembelajaran diferensiasi;  Perencanaan  Berbasis Data dan Platform Teknologi Prioritas.

Pada kegiatan tersebut, pelatihan menggunakan  alur Merdeka yang merupakan akronim dari Mulai dari diri – Eksplorasi konsep- Ruang Kolaborasi- Refleksi Terbimbing – Demonstrasi kontekstual – Elaborasi pemahaman – Koneksi antar materi – Aksi nyata. Dengan alur tersebut, diharapkan peserta memahami Kurikulum Merdeka, yang pada akhirnya peserta mampu menghasilkan perangkat pembelajaran dan mampu mengimplementasikan Kurikulum Merdeka pada tahun pelajaran 2022/2023.

Penulis, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan IHT ini sebagai pemenuhan tugas satuan pendidikan yang harus dilaksanakan dalam tahapan-tahapan Program Sekolah Penggerak (PSP). Selain menguatkan kembali moda pelaksanaan IHT, materi yang akan disampaikan, alur pelatihan dengan prinsip andragogi (keterlibatan, pengalaman, relevansi dan dampaknya  bagi kehidupan serta berpusat pada masalah), juga capaian yang diharapkan. Namun demikian, tentu saja karena  Kurikulum Merdeka ini baru, maka capaian-capaian yang diharapkan harus melalui tahapan-tahapan dan  proses.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SMP (Kabid PSMP) Disdik Kab.Bandung Barat,  Dr. H Rustiyana, M.T., M.Pd., M.A.P, dalam sambutannya mengatakan bahwa tentunya bukan hal yang mudah untuk bisa meraih predikat Sekolah Penggerak. Menurutnya, SMP Negeri 3 Padalarang merupakan salah satu dari 15 sekolah di Kab. Bandung Barat yang lolos menjadi Sekolah Penggerak. Terkait dengan hal ini, Kepala Bidang SMP juga menyampaikan kebijakan pemerintah sehubungan dengan Sekolah Penggerak ini, yakni guru pada Sekolah Penggerak diharapkan mampu menjadi katalis, mampu membuat Kurikulum di satuan pendidikan, dan mampu mengimplementasikan hasil pendidikan dan pelatihan (Diklat).

Lebih lanjut, Kabid  PSMP mengatakan bahwa IHT PSP yang diselenggarakan di SMP Negeri 3 Padalarang sudah sesuai dengan kebijakan pemerintah tentang Diklat, yaitu harus lebih banyak praktik daripada teori. Menurutnya, PSP merupakan katalisator untuk membentuk Profil Pelajar Pancasila, yang merupakan tujuan pendidikan saat ini, sehingga  pembuat kebijakan, pendidik, dan peserta didik diharapkan memahami kualitas karakter dan kompetensi yang perlu dibangun.

Ditambahkannya, dalam kurikulum Merdeka Belajar, siswa dibiasakan berpikir High Order Thinking Skill (HOTS) yang di dalamnya mereka mampu menganalisis, mengevaluasi dan menciptakan. Kurikulum ini cocok untuk mendukung hal tersebut, karena pembelajarannya berbasis proyek (Project Based Learning).

Diungkapkan Kabid PSMP, tugas pendidik adalah memfasilitasi siswa dalam proses pembelajaran.  Dengan model pembelajaran ini, pendidik bisa melihat kelebihan dan kekurangan siswa sehingga pendidik bisa menentukan strategi pembelajaran selanjutnya.

Tidak lupa, diamanatkan pula bahwa seiring dengan Program Sekolah Penggerak guru harus mau berubah untuk kemajuan  (tidak alergi perubahan).  Guru juga harus melek teknologi dan terbuka dengan ATM (Amati, Tiru, Modifikasi). Semuanya harus dilaksanakan dalam rangka peningkatan kualitas pembelajaran dan pelayanan pendidikan.

Akhirnya, penulis mengucapkan terima kasih atas dukungan penuh dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat dan jajarannya, Pengawas Sekolah, Fasilitator PKP,  serta partisipasi aktif Komite Pembelajaran, para Wakil Kepala Sekolah dan guru, Kepala dan Staf Tata Usaha, Komite Sekolah, dan para peserta IHT, yang telah menyukseskan Program Sekolah Penggerak di SMPN 3 Padalarang.

Semuanya merupakan salah satu bentuk ikhtiar dalam mengikuti jejak langkah keberhasilan rekan-rekan di Sekolah Penggerak sebelumnya yang telah berhasil mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Semoga Allah Swt, Tuhan Yang Maha Esa memberikan kesehatan, kelancaran dan kemudahan untuk kita semua. Aamiin. ***

Penulis adalah Kepala Sekolah, didukung oleh Tim Liputan dan Humas SMPN 3 Padalarang Kab.Bandung Barat.

Pewarta: Adhyatnika Geusan Ulun –Newsroom Tim Peliput Berita Pendidikan Bandung Barat