TINGKATKAN IT GURU, SMPN 3 LEMBANG GELAR IHT

Lembang (Newsroom). SMPN 3 Lembang menggelar In House Training (IHT) berbasis IT. Kegiatan bertema Workshop Penggunaan Google Workspace & Validasi Rencana Pembelajaran Jarak Jauh tersebut, diikuti oleh seluruh guru.berlangsung selama dua hari, Rabu-Kamis (21-22/7/21).

Kepala SMPN 3 Lembang, Wawan Kuswandi, mengungkapkan IHT ini bertujuan untuk membekali guru menghadapi pembelajaran. Selain itu, juga untuk memanfaatkan fasilitas  Akun belajar.id dari Kemdikbud untuk pembelajaran jarak jauh sekaligus memperdalam bagaimana menggunakan fitur-fitur Google Workspace for Education (GWE). Sehingga guru dapat mengaplikasikannya dalam pembelajaran.

“Walaupun rekan-rekan guru sudah mengikuti pelatihan  pemanfaatan akun yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat, namun mereka belum puas dan ingin mempelajari lebih dalam, tentang  cara mengoperasikan GWE ini.. Rekan-rekan masih merasa perlu mendapat bimbingan, untuk praktik langsung. fitur-fitur tersebut,” ungkap Wawan.

Lebih jauh Wawan menjelaskan berdasarkan evaluasi pembelajaran tahun lalu,  untuk menutupi kekurangan pelaksanaan pembelajaran, diperlukan penyelenggaraan pembelajaran  yang inovatif. Menurutnya, sekolah pernah melaksanakan PJJ melalui  media radio, namun ternyata kurang efektif. Hal ini dikarenakan terjadi student centered, hanya satu arah saja, siswa hanya menerima informasi.

Selain di atas, sekolah juga pernah mengadakan video conference secara paralel melalui Google meet dengan jumlah peserta yang banyak. Ternyata, itu juga hasilnya kurang memuaskan. Komunikasi antara guru dan siswa kurang efisien dan efektif.

“Mulai semester ini, kita ingin pembelajaran efektif, lebih menarik, dan menantang, serta siswa memiliki banyak kegiatan belajar di rumah. Jangan sampai, waktunya belajar seperti saat luring di sekolah, tapi kenyataannya siswa hanya bermain-main saja. SMPN 3 Lembang ingin mengondisikan pembelajaran yang bermakna. Kita perlu pembekalan untuk guru yang dapat  mengaplikasikan fasilitas yang diberikan oleh Kemdikbud.. Sekolah sudah menyiapkan lembar pemantauan seperti dulu, melalui Google Form. Pemantauan awal selama siswa ada di rumah. Per-dua minggu sesuai dengan siklus yang sudah disiapkan oleh kurikulum. Pemahaman tambahan tentang GWE ke depannya dapat dilakukan secara online. Bisa saja dijadwalkan lagi pertemuan baru. Inginnya semua peserta disatukan dalam satu ruang pelatihan, tapi kita harus taat pada aturan untuk melaksanakan Protokol Kesehatan Covid-19. Terima kasih kepada Pa Nanang dan Bu Dian, atas sharing ilmunya,” imbuh Wawan.

Sementara itu, Ketua Pelaksana IHT, Pendi Supendi, mengatakan bahwa, narasumber Dian Diana telah membuka wawasan guru tentang aplikasi-aplikasi GWE yang membuat pembelajaran hidup. Sehingga siswa dapat berkolaborasi, berkreasi, berkomunikasi, dan berpikir kritis.

“Guru-guru antusias saat materi GWE disampaikan. Mereka merasa dibuka wawasannya karena aplikasi yang terintegrasi dan komprehensif. Semoga materi yang dipelajari bisa memberikan manfaat lebih dalam untuk menunjang pembelajaran jarak jauh di masa pandemi ini. Eksplorasi fitur-fitur lainnya diharapkan tetap dilakukan oleh setiap guru, untuk memaksimalkan penggunaan aplikasi ini. Materi lain yang membuat guru semakin tertantang untuk meningkatkan kualitas diri adalah materi yang di sampaikan oleh Nanang Saiful Anwar, Pengawas sekaligus narasumber memberikan pencerahan tentang perencanaan pengajaran jarak jauh di masa pandemi,” papar Pendi.

Di sisi lain, Lili Dianah, guru peserta kegiatan, menandaskan bahwa pembekalan melalui IHT ini akan dipraktikkan saat pembelajaran aktif minggu sekarang. Guru-guru SMPN 3 Lembang akan melaksanakan pembelajaran tatap muka secara virtual dengan menggunakan dan aplikasi GWE lainnya.

“Pertemuan tatap muka secara virtual akan lebih menyempurnakan pembelajaran, terutama dalam penilaian proses. Guru pun bisa melakukan penilaian sikap, melalui pengamatan dan guru bisa memberikan sentuhan nilai baik, berupa motivasi maupun pembentukan karakter. Saya yakin SMPN 3 Lembang tetap bisa melaksanakan prinsip-prinsip kurikulum 2013 meskipun dalam suasana Pandemi Covid-19,” tandas Lili.***

Berita dan Foto: Dian Diana

Editor: Adhyatnika Geusan Ulun