
Lembang, KBB – SMP PGRI Lembang terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan berbasis teknologi dengan menggelar pelatihan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bertema “Meningkatkan Kompetensi Digital melalui Pelatihan Kecerdasan Buatan (AI) untuk Masa Depan Inovatif”. Kegiatan ini terselenggara melalui kolaborasi dengan ASEAN Foundation dan Google.org, serta mitra Alpha.
Pelatihan yang dilaksanakan pada Rabu (22/4/2026) ini diikuti oleh puluhan siswa yang mendapatkan pembekalan terkait konsep dasar AI, pemanfaatannya dalam berbagai bidang, serta etika penggunaan teknologi digital di era modern. Kegiatan dirancang secara interaktif melalui kombinasi pemaparan materi, diskusi, dan praktik langsung menggunakan platform berbasis AI.
Kepala SMP PGRI Lembang, Wiwit Priatna, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kesiapan generasi muda dalam menghadapi disrupsi teknologi.
“Penguasaan teknologi, khususnya AI, bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Kami ingin siswa memiliki kemampuan adaptif sekaligus kreatif dalam memanfaatkan teknologi,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan penyelenggara menyampaikan bahwa kolaborasi lintas organisasi ini bertujuan memperluas akses pendidikan digital yang inklusif.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin membekali siswa dengan keterampilan abad ke-21 yang relevan, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan penggunaan AI secara bertanggung jawab,” ungkapnya.
Lebih jauh disampaikan, selama pelatihan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme tinggi, terutama saat sesi praktik penggunaan tools AI untuk mendukung pembelajaran dan kreativitas. Sejumlah siswa bahkan mampu menghasilkan ide-ide inovatif berbasis teknologi dalam waktu singkat.
“Kegiatan di atas menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam mendorong transformasi digital di sektor pendidikan. Dengan dukungan berbagai mitra internasional, diharapkan semakin banyak institusi pendidikan yang mampu mengadopsi teknologi sebagai bagian integral dalam proses belajar mengajar,” imbuhnya.
Di akhir kegiatan, Kepala Sekolah menegaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan kompetensi teknis, tetapi juga pembentukan karakter digital siswa.
“Kami berharap siswa tidak hanya cakap secara teknologi, tetapi juga bijak, etis, dan bertanggung jawab dalam pemanfaatannya, sehingga mampu menjadi generasi inovatif yang siap menghadapi tantangan masa depan,” tandasnya.