SANLAT VIRTUAL ALA SMP NEGERI 2 PARONGPONG (Sebuah Catatan Kegiatan Ramadan)

Oleh: Angga Febriyatko, S.Hum.

 Pandemi COVID-19 masih menjadi momok yang meresahkan bagi masyarakat dunia dalam menjalani ibadah puasa Ramadan, khususnya Indonesia. Dan, tahun ini adalah tahun kedua umat Islam menjalankan ibadah puasa dalam suasana pandemi. Segala bentuk pergerakan dibatasi termasuk dalam hal kegiatan ibadah. Biasanya setiap menjelang waktu sahur, banyak anak-anak yang berkeliling kampung membangunkan setiap warga dengan menggunakan alat musik seadanya. Menjelang waktu berbuka, setiap sudut dan pinggir jalan dipenuhi oleh warga yang melakukan aktivitas jual-beli takjil. Suasana itu tidak bisa lagi dapat dirasakan untuk sementara waktu.

Hal di atas, tidak terkecuali untuk kegiatan pesantren kilat Ramadan yang biasa dilakukan sekolah. Banyak yang tidak bisa lagi menyelenggarakan kegiatan yang bermanfaat tersebut di saat ini. Namun, hal ini tidak berlaku bagi warga SMP Negeri 2 Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan pesantren kilat Ramadan tetap dapat diselenggarakan dengan penuh khidmat dan diikuti oleh sebagian besar warga sekolah.

Kegiatan pesantren kilat Ramadan yang mengangkat tema “Menjemput Kemenangan dengan Bersyukur dan Berakhlak Terpuji” ini diselenggarakan selama seminggu sejak 28 April sampai dengan 4 Mei 2021 melalui Whatsapp Group kelas masing-masing. Kegiatan pesantren kilat Ramadan ini diisi dengan ceramah Ramadan dan penugasan pelaporan kegiatan harian.

Kegiatan di atas diakhiri dengan kegiatan puncak selama dua hari (3-4/5) pukul 09.00-11.30 WIB. Platform yang digunakan adalah Google Meets. Kegiatan ini diikuti oleh hampir 80% peserta, yaitu siswa kelas VII dan VIII, guru, dan tenaga administrasi sekolah. Pesan dan semangat bun suci dapat tersampaikan kepada seluruh warga sekolah. Hal ini dikarenakan materi Sanlat dibagikan oleh para wali kelas melalui grup kelas.

Hari pertama pada kegiatan puncak program daring ini dikhususkan untuk siswa kelas VII. Kegiatan yang dibuka oleh Kepala SMP Negeri 2 Parongpong, Yeti Resmiati, ini  menyampaikan pesan semangat untuk menjalankan ibadah puasa meski dalam situasi pandemi. Kemudian, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Eva Marviana, tentang semangat mematuhi protokol kesehatan selama beribadah puasa di mana pun berada.

Sementara untuk kegiatan inti, diisi oleh dua pemateri, yakni Asep Kurnia, Guru PAI, yang menyampaikan materi Hikmah Puasa Ramadan, dan Kepala sekolah, tenatng Akhlak Terpuji.

Pada materi Hikmah Puasa Ramadan, Asep Kurnia mengajak seluruh warga sekolah untuk senantiasa mensyukuri nikmat berpuasa. Menurutnya, tidak banyak orang yang dapat menikmati puasa Ramadan apalagi di tengah situasi pandemi saat ini.

Ditambahkannya bahwa Ramadan saatnya untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Hal ini dikarenakan, segala aktivitas positif selama Ramadan ini akan bernilai ibadah di sisi Allah Swt. Selain itu, Asep juga mengajak semuanya untuk menjadi pribadi Muslim yang tidak sekadar berpuasa hanya karena mengikuti tren atau tradisi, tetapi senantiasa lebih dekat mengenal Sang Khalik.

Di sisi lain, pada materi Akhlak Terpuji. Kepala Sekolah menyampaikan bahwa pentingnya berperilaku baik dan positif pada bulan Ramadan. Menurutnya, perilaku tersebut akan semakin menambah kualitas iman dan kesehatan setiap individu yang menjalankan ibadah puasa. Hal ini karena puasa tidak hanya berfungsi untuk membersihkan jiwa tetapi juga bermanfaat bagi kesehatan.

Disampaiannya juga bahwa terdapat proses autolisis yang berlangsung di saat seseorang menjalankan puasa, yakni satu proses metabolisme yang secara normal di dalam tubuh kita.  Optimalitasnya dapat dipicu selama kita melaksanakan ibadah puasa.

Lebih jauh ditambahkan bahwa sebuah penelitian pernah menyatakan bahwa kegiatan berpuasa dapat menekan radikal bebas hampir 90% dan meningkatkan antioksidan alami di dalam tubuh sekitar 12% secara keseluruhan. Oleh karena itu, puasa sangat penting tidak hanya dalam hal hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga berkaitan dengan kesehatan.

Di sisi lain, Yeti Resmiati mengimbau kepada seluruh peserta agar senantiasa berpikir positif dan berprasangka baik. Dengan berpikir positif dan berprasangka baik, seseorang akan terhindar dari segala bentuk penyakit hati. Selain itu, diajaknya mereka agar selalu bersemangat menjalani kehidupan dengan selalu bekerja keras dan bekerja cerdas. Selanjutnya, diingatkan juga untuk rela membantu sesama dan rela berkorban. Sikap terpuji seperti ini sangat diperlukan terutama di saat pandemi sekarang ini.

Di lain pihak, kegiatan yang dipandu oleh Angga Febriyatko,  guru sekaligus pembawa acara, berjalan dengan santai namun tetap mendapatkan esensi dari setiap materi yang disampaikan. Sehingga selama kegiatan berlangsung, seluruh peserta juga mengikuti kegiatan dengan penuh semangat dan hikmat. Termasuk saat diberikan tugas membuat kaligrafi QS Al-Baqarah ayat 183 yang diberikan oleh Yanti Lilis Supriatna, Guru PAI.

Kegiatan ditutup oleh Kepala Sekolah dengan dengan doa agar pandemi COVID-19 ini segera berakhir, serta kegiatan belajar mengajar pun dapat normal kembali.***

Penulis adalah Guru SMPN 2 Parongpong Kab. Bandung Barat

Editor: Adhyatnika Geusan Ulun

 

 

 

 

JELANG US, SMP DAARUT TAUHID GELAR MUHASABAH

 

Parongpong, (Newsroom). SMP Daarut Tauhid Boarding School selenggarakan muhasabah dan Doa bersama jelang kegiatan Ujian Sekolah Tahun Pelajaran 2020/2021, kegiatan Muhasabah dan Doa Bersama ini dilaksanakan pada Sabtu, 27 Maret 2021 pukul 20.00-22.00 WIB. Pelaksanaannya dilakukan secara daring menggunakan media Zoom Meeting dengan mengundang Ustadz Mulyadi Al Fadhil sebagai pengisi kajian dan pemimpin doa.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan memberikan motivasi dan mempersiapkan santri agar dapat meluruskan niat dalam menghadapi ujian akhir sekolah, memohon doa restu dari orang tua, serta santri dapat lebih tawakal dalam menjalankan seluruh proses kegiatan akhir tahun di kelas IX.

Kepala SMP Daarut Tauhiid Boarding School, Duden Aminudin, S.Pd., dalam sambutannya mengingatkan siswa beserta orang tua terkait dengan lima profil lulusan SMP Daarut Tauhiid Boarding School, yaitu Salimul Aqidah, Shohihul Ibadah, Matinul Khuluq, Tahfidzul Qur’an, dan Qowwiyul ‘Aqli. Selain itu, disampaikan juga program menjelang kelulusan diantaranya, kelas pengayaan, try out (TO), dan program arba’in, serta bimbingan karier bersama guru BK (Bimbingan Konseling).
Mengakhiri sambutan kepala sekolah menyampaikan rasa terima kasih dan permohonan maaf khususnya kepada seluruh orang tua/wali siswa kelas IX.

“Jazakumullah khairan khatsiran kepada Ayah dan Bunda yang telah membimbing pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama satu tahun ini. Serta sebagai kepala sekolah dan mewakili jajaran Daarut Tauhiid menyampaikan permohonan maaf, harapan orang tua untuk dapat mengikuti pembelajaran tatap muka, berdasarkan kebijakan dan peraturan dinas, bahwa wilayah KBB belum bisa dilaksanakan. Melalui kegiatan ini, sama-sama kita memaksimalkan ikhtiar, mudah-mudahan mendapatkan hasil yang terbaik. Apapun yang dilakukan akan kembali lagi kepada kita. Semoga Allah membimbing kita semua,” pungkasnya.

Perwakilan Komite Sekolah, dalam kesempatan ini juga menyampaikan sambutan dan memberi pesan semangat kepada seluruh siswa kelas IX. “Ananda soleh kelas IX yang terpenting saat ini adalah tuntaskan benar-benar masa akhir ini dengan baik. Bagi yang sudah ataupun yang belum mendapatkan atau menyiapkan sekolah lanjutannya tetap semangat dalam menjalankan seluruh rangkaian ujian sekolah, tetap disiplin, dan tetap patuhi protokol kesehatan,” ujar Ir. Slamet Budiarto, Komite SMP Daarut Tauhiid Boarding School.

Acara dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu Muhasabah dan Doa Bersama yang dipimpin oleh Ustadz Mulyadi Al Fadhil., yang begitu banyak memberikan ilmu kesuksesan dunia akhirat anak bersama orang tua dan khususnya kesuksesan menjalankan ujian akhir sekolah. Acara diakhiri dengan penyampaian surat cinta dari perwakilan siswa kelas IX, Andi Ahmad Fikri, ditujukan kepada orang tua dan juga untuk seluruh pengajar, yang begitu menyentuh hati.

Dalam kesempatan akhir kegiatan, orang tua siswa Jamil Ash-Shidiq, menyampaikan kesan selama mengikuti kegiatan Muhasabah dan Do’a bersama menyampaikan “Jazakumullahu khairan katsiran kepada pihak sekolah. Begitu besar harapan pihak sekolah untuk ananda kami agar bisa sukses dunia akhirat. Semoga ananda kami bisa melanjutkan pendidikannya ke sekolah yang lebih mendekatkan kepada Allah, mempunyai semangat untuk berprestasi, dan memiliki akhlak yang baik sesuai dengan karakter yang telah dibentuk selama di sekolah. Aamiin ya robbala’lamiin,” tandasnya.

Berita : Nani Sulyani, M.Ds
Sumber: Berita Sela Trilastari, S.Pd.(Staf Humas dan Guru SMP DTBS)

IMUNISASI HATI PADA PROHATIQU 4

 

Bandung Barat (Newsroom). Pada Edisi ke-4 kali ini, Prohatiqu (Program Halaqah Alquran) mengangkat tema Imunisasi Hati. Kegiatan khataman Alquran para kepala sekolah yang tergabung dalam Musyawarah Kerja Kepala Sekolah SMP Disdik Kabupaten Bandung Barat (MKS SMP Disdik KBB) merupakan paket komplit antara penguatan iman dan penguatan ilmu, terutama menambah wawasan tentang hal-hal terkini dalam bidang pendidikan. Kegiatan ini diselenggarakan setiap 1 bulan sekali. Bulan april memasuki bulan ke-4, diselenggarakan secara daring pada pukul 08.00-23.00 WIB, hari Minggu (04/04/2021).
Pembawa Acara kegiatan Prohatiqu 4 yaitu Ati Rosmiati Kepala Sekolah SMPN 3 Cipatat, kegiatan khataman dipimpin oleh Agus HD Idris Kepala SMP 2 Darul Falah Cihampelas, dan moderator diskusi dipandu oleh Agus Samsu Permana, Kepala SMPN 2 Ngamprah. Diskusi menarik membahas tiga hal yaitu: Ujian Nasional, Persiapan Pembelajaran Tatap Muka, dan Perencanaan Pemilihan Ketua MKKS SMP KBB.
Kegiatan khatam Quran yang dipimpin oleh Agus HD Idris Kepala SMP 2 Darul Falah Cihampelas mengumandangkan lafadz-lafadz Quran dan mengalunkan doa-doa keberkahan dan keselamatan khususnya bagi pendidikan di Kabupaten Bandung Barat dan umumnya, bagi seluruh umat manusia. Agus juga mengingatkan untuk selalu menjaga kesehatan dan menguatkan iman untuk keselamatan dan kemaslahatan hidup.
“Mari kita berdoa bersama-sama, untuk kesehatan dan keselamatan kita, orangtua atau orang-orang yang kita sayangi, untuk guru-guru dan siswa, untuk Kabupaten Bandung Barat, serta untuk bangsa ini. Doakan juga, orang-orang yang sedang terkena musibah semoga diberi solusi dan hikmah terbaik. Terima kasih kepada para kepala sekolah yang telah bergabung di Prohatiqu dan menuntaskan tugasnya masing-masing. Tema kita kali ini Imunisasi Hati, karena saat ini kita harus menguatkan diri, dengan iman, imun, dan amal kita,” papar Agus.
Kabid Kurikulum dan Bahasa Disdik Kabupaten Bandung Barat Dadang Ahmad Sapardan mengatakan bahwa Prohatiqu merupakan kegiatan yang inovatif dari MKKS. Acara Prohatiqu, hanya ada di Kabupaten Bandung Barat. Forum silaturahmi ini, menjadi ajang diskusi aktual tentang wawasan pendidikan dan saling mengingatkan, agar tidak lupa, untuk selalu membaca Alquran setiap hari.
“Saya sangat mendukung kegiatan ini, karena Prohatiqu adalah salah satu program unggulan yang digagas para kepala sekolah yang dapat membangkitkan motivasi satu dengan yang lainnya. Semoga kegiatan yang kreatif ini, terus berjalan dengan membawa banyak inovasi. Selain itu, kita doakan khusus untuk Kabupaten Bandung Barat agar selalu dilindungi dan segala permasalahan dapat tuntas dengan hasil terbaik” ucap Dadang.
Lebih lanjut dalam diskusi terkait Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada awal Tahun Pelajaran Baru 2021 Dadang mengemukakan bahwa signal pembelajaran tatap muka akan terbuka dengan adanya izin orangtua siswa, mengisi semua Daftar Isian di Dapodik, fasilitas untuk pembelajaran pada Masa Covid-19 terpenuhi, seluruh siswa dan guru sudah divaksin, dan mendapatkan izin menyelenggarakan Pembelajaran Tatap MUka (PTM) dari Satgas Covid.
“Keinginan Pembelajaran Tatap Muka tidak hanya dari siswa saja, para orangtua juga sudah mengharapkan agar sekolah segera dibuka. Namun, tentu ada syarat-syarat yang harus dipenuhi dengan kondisi darurat seperti ini. Orangtua siswa harus mengajukan izin putra putri mereka pembelajaran tatap muka, Daftar Isian Dapodik terkait kesiapan sekolah menghadapi PTM, siswa dan guru sudah melaksanakan vaksinasi, fasilitas sekolah yang memenuhi standar, dan izin dari Satuan Tugas Covid-19,” ungkap Dadang.
Sementara itu, Jaka Supriatna (Plt. Ketua MKKS SMP KBB) dan Suparman (Pengawas SMP Disdik KBB) mengatakan hal senada bahwa Sesuai Edaran Mendikbud No. 1 Tahun 2021 tentang Peniadaan Ujian Nasional dan Ujian Kesetaraan serta Pelaksanaan Ujian Sekolah dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Desease (covid-19) menjadi acuan khusus dilaksanakannya Ujian Sekolah. Jaka juga mengajak seluruh Kepala Sekolah untuk saling mengingatkan dan bekerjasama untuk pendidikan di KBB.
“Ujian Sekolah dilaksanakan oleh satuan pendidikan bisa dalam bentuk portofolio yang merupakan nilai raport semester 1-5, nilai sikap dan perilaku serta prestasi yang diperoleh peserta didik. Bentuk lainnya yaitu penugasan, berupa kumpulan tugas. Tesnya dapat secara luring yang disesuaikan dan/atau daring, serta bentuk kegiatan lain yang ditetapkan oleh satuan pendidikan. Yuk, kita sama-sama laksanakan tugas ini dengan sebaik-baiknya. Selanjutnya pembahasan Ketua MKKS akan dibahas secara intern di lingkungan para kepala sekolah,” tandas Jaka.

Reportase: Dian Diana

IWAN HERMAWAN: FILOSOFI PENDIDIKAN KHD

Ngamprah-(Newsroom). Sebanyak tujuh sekolah menengah pertama mengikuti program pembinaan dari Pengawas Iwan Hermawan. Ketujuh sekolah tersebut,  yakni SMPN 2 Ngamprah, SMPN 3 Ngamprah, SMPN 4 Ngamprah, SMP Islam Gemilang Mutafanin, SMP Patriot Bangsa dan SMP Al Azhar serta SMP Boarding Bina Mulya, dilaksanakan di SMPN 2 Ngamprah, Senin (29/3/21).

Dalam presentasi virtualnya, Iwan Hermawan mengungkapkan bahwa pendidikan harus dapat menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada diri siswa untuk mencapai kebahagiaan, baik secara pribadi maupun sebagai perannya baik di keluarga maupun di masyarakat.

“Pendidikan harus dapat menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada diri siswa untuk mencapai kebahagiaan, baik secara pribadi maupun sebagai perannya baik di keluarga maupun di masyarakat,” ungkapnya.

Ditambahkannya bahwa pendidikan harus dilaksanakan sesuai dengan filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantoro (KHD). Menurutnya, guru sebagai pendidik harus mendidik siswa sesuai dengan alam dan zamannya.

“Filosofi utama dari pendidikan KHD yang harus difahami oleh pendidik adalah setiap siswa itu bersifat unik. Maka pendidik harus fokus pada upaya untuk memfasilitasi siswa agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai dengan potensi yang dimilikinya,” imbuhnya.

Lebih jauh disampaikan bahwa filosofi utama dari Pendidikan KHD yang harus difahami oleh pendidik adalah setiap siswa itu bersifat unik. Oleh karena itu,  guru harus fokus pada upaya untuk memfasilitasi siswa agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai dengan potensi yang dimilikinya.

Selain di atas,  juga diharapkan proses pendidikan ini dapat dilakukan secara persuasif. Sehingga dapat membangkitkan motivasi intrinsik dalam diri siswa untuk berubah ke arah yang lebih baik. Oleh sebab itu sudah selayaknya peraturan di kelas dibuat berdasarkan kesepakatan antara siswa dan guru.

Dipaparkanya juga bahwa pendidikan di sekolah harus mengacu kepada terbentuknya karakter siswa sesuai dengan profil Pelajar Pancasila. Sehingga siswa dapat memiliki sikap beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME serta berahlak mulia, mandiri, bernalar kritis, kreatif, bergotong royong dan berkebhinekaan global.

Sementara itu, Agus Samsu Permana, Kepala SMPN 2 Ngamprah, menyampaikan bahwa salah satu upaya untuk menciptakan budaya positif di sekolah, yaitu dengan menciptakan School Branding dan Inovasi. Oleh karena itu,  sekolah harus memiliki karakter visual serta visi dan misi yang dapat dipahami oleh siswa, guru dan masyarakat. Hal ini akan terlihat dari mutu lulusan yang akan dihasilkan oleh sekolah.

Dituturkannya bahwa salah satu upaya yang telah dilakukan pihaknya adalah dengan melaksanakan program Adiwiyata. Menurutnya, setiap sekolah dapat bersama-sama meningkatkan budaya positif di lingkungan sekolahnya. Sehingga profil pelajar Pancasila dapat segera tercipta

“Di antara upaya yang telah dilakukan kami adalah dengan melaksanakan program Adiwiyata. Sementara,  strategi pelaksanaannya dengan memfokuskan kepada enam aspek kegiatan, yaitu kebersihan lingkungan, pembibitan dan penanaman pohon, pengelolaan sampah, konservasi air dan energi serta inovasi. Semoga setiap sekolah dapat bersama-sama meningkatkan budaya positif di lingkungan sekolahnya,” tandasnya.  ***

Sumber Berita: Hajjun Machlija ( SMPN 2 Ngamprah)

Editor: Adhyatnika Geusan Ulun

BELAJAR KETANGGUHAN DARI UJIAN GOOGLE CERTIFIED EDUCATOR L-1

Bandung Barat (Newsroom). Kemdikbud bekerjasama dengan Google dan Refo, menggulirkan akun pembelajar dengan domain belajar.id sejak bulan Desember 2020. Akun gratis ini harus segera diaktivasi oleh siswa, guru, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan sampai akhir Juni 2021. Jika belum aktivasi, maka secara otomatis Google menonaktifkan akun-akun tersebut. Melalui akun ini, “Program Belajar Dimana Saja” ini, mendukung pembelajaran jarak jauh di Masa Pandemi. Walaupun demikian, fasilitas Google Suite for Education, cocok juga untuk pembelajaran tatap muka karena sistem fitur yang terintegrasi. Kegiatan ini berlangsung dari bulan Januari sampai pelaporan dan penutupan hari selasa (06/04/2021).
Para fasilitator Google yang terlibat untuk menyosialisasikan akun elektronik ini, berasal dari berbagai unsur jabatan dan lembaga. Beberapa diantaranya: Pengembang Teknologi Pembelajaran Ditjen GTK Kemdikbud, Admin Pusdatin Kemdikbud, Duta Rumah Belajar, Widyaiswara Ditjen GTK, dan Guru SD dan SMP Penerima Chromebook. Mereka diseleksi dengan soal-soal tes yang berkaitan dengan Google, sebagai langkah awal untuk mendapatkan Google Certified Educator (GCE)/Pendidik Bersertifikat Google Level 1 #Batch 2. Setelah terjaring menjadi peserta pelatihan, setiap seminggu sekali dalam satu bulan mengikuti sesi pelatihan 1-4, melalui Streamyard dengan tugas-tugas praktek dan teori yang dikumpulkan di Google Classroom. Jadi, Full dalam sebulan mengerjakan tugas mandiri tentang Google.
Setiap tugas yang diberikan terstandar dengan panduan tersendiri. Masing-masing tugas dievaluasi oleh para Coach dari Refo yang digawangi oleh Steven Sutantro.. Tidak berarti semua tugas yang diberikan lolos begitu saja. Tugas yang tidak sesuai dengan panduan, diminta untuk diperbaiki dan diunggah ulang. Tugas-tugas untuk peserta, padat dan terstruktur. Semua peserta harus menyelesaikannya tepat waktu. Setelah menyelesaikan tugas, para fasilitator harus melaksanakan pengimbasan kepada guru-guru minimal 50 peserta, dengan jumlah maksimal tidak terbatas. Diutamakan guru yang bertugas di wilayah fasilitator, jika tidak ada, dibolehkan untuk pengimbasan dengan peserta dari berbagai provinsi di Indonesia. Para fasilitator ini berhak menjadi Google Master Trainer (GMT).
Pengimbasan berlangsung selama 2 bulan. Materi dan tugas sesuai silabus yang diberikan kepada peserta lebih ringan dari Google Master Trainer. Para guru mengikuti pelatihan, boleh secara daring ataupun luring sesuai dengan protokol Covid-19. Tugas-tugas teori dan peserta, terkumpul di Google Classroom. Para GMT memeriksa tugas peserta sampai tuntas. E-sertifikat diberikan pada peserta setelah peserta menyelesaikan seluruh tugasnya.
Ternyata, tidak sampai disini, tantangan untuk menjadi Google Certified Educator/Pendidik Bersertifikat Google Level 1. Para GMT harus mengikuti ujian langsung dari Google. Inilah tantangan yang dianggap paling berat. Bagaimana tidak? Mereka akan dites baik teori maupun praktek secara langsung on cam on audio secara marathon selama 3 jam. Tidak bisa meminta bantuan siapapun. Hanya mengadalkan kemampuan diri, menguasai semua teori dan prakteknya. Perangkat yang digunakan harus terupdate dan keluar dari semua akun. Ada akun yang diberikan langsung dari Google melalui pembayaran voucher gratis. Hampir semua peserta merasakan panas dingin, saat mengerjakan tugas. Otak bekerja keras menjawab soal yang memiliki kualitas High Order Thingking skill.
Tentu sangat menyenangkan dan bangga, jika beberapa jam setelah melaksanakan ujian ada pemberitahuan dari Google via email, bahwa kita “Pass”. Namun sebaliknya, jika email dari Google isinya “Fail”, maka berarti kita harus mengulangi ujian dan membeli voucher dari Google sebesar US $10. Jika gagal lagi, maka diberi satu kesempatan lagi untuk ikut. Namun, jika yang ketiga kali tidak lulus, maka dipastikan tidak akan mendapatkan Google Certified Educator. Sungguh perjuangan yang tidak mudah.***

Reportase dan Foto: Dian Diana

SMPN 2 NGAMPRAH MENUJU ZERO WASTE

 


Ngamprah-(Newsroom). SMPN 2 Ngamprah Kab. Bandung Barat, dalam upayanya mewujudkan sekolah Adiwiyata,  menyelenggarakan kegiatan pendampingan pengelolaan sampah.  Kegiatan virtual ini menghadirkan pemegang hak paten sistem pemanfaatan residu daur ulang sampah, Dr. Ir. Mohamad Satori, MT., IPU. Minggu (7/3/21).

Kepala SMPN 2 Ngamprah,  Agus Samsu Permana , mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan agar warga sekolah memahami tentang pentingnya pengendalian lingkungan. Menurutnya, salah satu yang utama adalah tata kelola sampah.  Hal ini harus segera diimplementasikan mengingat sampah sudah menjadi ancaman serius lingkungan semua.

“Kegiatan ini dilaksanakan agar kita memahami tentang pengendalian lingkungan. Salah satu yang utama adalah tata kelola sampah.  Hal ini sangat penting diimplementasikan mengingat sudah menjadi ancaman tersendiri buat generasi muda,” ungkapnya.

Berkaitan dengan program sekolah Adiwiyata, diitambahkannya bahwa di lingkungan sekolah tersebut penggunaan kemasan sekali pakai harus diganti dengan penggunaan tumbler. Termasuk harus dibiasakan membawa makanan sesuai kebutuhannya sehingga tidak akan ada makanan yang tersisa, dan sekolah pun menjadi kawadan Zero Waste.

Sementara itu, Mohamad Satori, dalam presentasinya menjelaskan tentang pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenisnya. Menurutnya,  semua itu harus dikelola dengan cara pengurangan dan penanganan sampah.

Ditambahkannya bahwa hal di atas dapat dilaksanakan  melalui 3R, yaitu pembatasan timbulan sampah (Reduce), pendauran ulang sampah (Recycle) dan pemanfaatan kembali sampah ( Reuse).

Lebih jauh disampaikan bahwa guru harus bisa merubah mindset setiap siswa tentang sampah, yakni harus menanamkan slogan simpanlah sampah sesuai dengan jenisnya. . Selanjutnya,  mereka harus paham tentang tempat sampah yang dipilah sesuai dengan jenisnya, yakni sampah berbahaya /B3 berwarna merah, sampah organik berwarna hijau, sampah guna ulang berwarna kuning, sampah daur ulang berwarna biru dan sampah residu berwarna abu-abu.

Dipaparkannya juga bahwa diperlukan adanya Bank Sampah, komposter dan biopori di sekolah . Hal ini akan membuat, secara otomatis, pemilahan sampah menjadi lebih efektif. Diharapkannya juga bahwa satu saat TAKAKURA sebagai teknik baru pengelolaan sampah pun dapat diterapkan juga.

Ditandaskan Mohamad Satori, bahwa  lebih baik hidup dari sampah dari pada hidup jadi sampah. Diharapkannya SMPN 2 ngamprah dapat menjjdi sekolah Adiwiuata sesuai dengan cita-cita aemua

“Lebih baik hidup dari sampah dari pada hidup jadi sampah. Semoga sekolah Adiwiyata yang merupakan tempat siswanya belajar untuk mendapatkan ilmu pengetahuan, norma dan etika dalam kehidupan social dapat segera terwujud di SMP Negderi 2 Ngamprah,” tandasnya.***

Sumber Berita dan Foto: Hajjun  Machlija, (SMPN 2 Ngamprah) 

Editor: Adhyatnika Geusan Ulun

VIRTUAL DEMOCRATION OF TRIPONG

Oleh: E. Khodijah 

(SMPN 3 Parongpong)

Sekolah merupakan tempat siswa belajar segala sesuatu termasuk belajar demokrasi. Mempelajari demokrasi tidak hanya teori demokrasi, tetapi dengan penerapan dalam kehidupan sehari-hari. Membudayakan nilai-nilai demokrasi di SMP Negeri 3 Parongpong membutuhkan prinsip kebebasan berpendapat, kesamaan hak dan kewajiban, tumbuhnya semangat persaudaraan antara siswa dan guru. Untuk menerapkan nilai-nilai demokrasi yang telah diajarkan, maka sekolah memberikan sarana kepada peserta didik berupa organisasi-organisasi yang bertujuan untuk mengajarkan kepada siswa untuk lebih bersifat demokratis, bertanggung jawab, serta menghargai sehingga diharapkan dapat berguna sebagai bekal siswa yang nantinya akan terjun dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Contoh pelaksanaan demokrasi di SMPN 3 Parongpong musyawarah kelas dilakukan untuk membahas permasalahan di kelas tersebut. Misalnya membentuk kelompok kerja, lomba kebersihan, lomba pentas seni, pemilihan ketua kelas dan lain-lain. Pelaksanaan demokrasi yang melibatkan seluruh siswa adalah pemilihan ketua OSIS. Pemilihan ketua OSIS melatih siswa untuk berdemokrasi. pendaftaran bakal calon ketua OSIS, penetapan calon, penempelan foto dan kampanye ketua OSIS. Siswa dilatih mengeluarkan visi dan misinya. Melatih siswa menilai pendapat para calon ketua OSIS sehingga siwa bisa menentukan siapa yang layak dipilih yang nantinya diharapkan siapapun yang terpilih siswa bisa menerima perbedaan. Pemilihan ketua osis ataupun pengurus osis merupakan pelajaran yang nyata untuk siswa untuk melatih berpolitik secara demokratis yang jujur dan adil serta mencerminkan budaya demokrasi pada tingkat sekolah.

Di masa pandemic seperti ini, walau sejatinya siswa secara fisik tidak bisa bertatap muka secara langsung, namun tidak menjadi kendala semua program yang telah disusun untuk terselenggara dengan baik serta sesuai agenda yang telah ditetapkan bersama.agenda itu salah saunya adalah pergantian estafet kepemimpinan ketua OSIS.

Pergantian tonggak kepemimpinan Ketua OSIS dijadikan moment yang spesial dan berharga untuk mengajarkan pada peserta didik bahwa suara mereka menentukan pemimpin mereka dan merupakan suatu laboratorium berpolitik secara demokratis yang jurdil serta mencerminkan budaya demokrasi pada ingkat sekolah.

Begitupun di SMPN 3 Parongpong atau yang lebih familiar disebut Tripong, saat ini mengusung tema Virtual Democration of Tripong (VDT) untuk pemilihan Ketua OSIS periode 2021/2022. Peserta didik dibelajarkan menjadi warga Negara muda (young citizen) dengan tahapan mengganti jadwal 3 hari pembiasaan disi dengan massa perkenalan dan pemaparan visi misi, orasi dan tampilan kabisa nya masing-masing kandidat melalui masa kampanye yang digelar melalaui medsos yang tersedia dan mudah diakses oleh peserta didik. Ada sebanyak 5 kandidat yang memiliki visi misi yang ealistis dan para calon tersebut merupakan putra/putri terbaik.

Sebelum digelar paparan kam panye para kandidat, sambutan resmi dari Pembina OSIS SMPN 3 Parongpong. Dalam sambutannya Iin Irawati menyampaikan kebanggan dan aprsiasi terhadap kinerja pengurus OSIS periode 2020/2021, walau dalam masa pandemi, namun torehan prestasi tidak terhalang dengan kondidi BdR disambung sambutan dari ketua OSIS lama, Nuriyani Fitriana yang mengajak adik-adiknya tetap semangat serta beusaha menciptakan pengurus yang solid serta bisa memberi prestasi yang lebih menjulang agar Tripong lebih exis lagi.

Adapun Kandidat 1 yaitu Nazwa,G Fadillah dari kelas 8A, siswa yang memiliki kabisa membuat poster dengan tema personal dan abstrak ini, serta salah satu peserta TMBB dan GLN Gareulis Jabar dengan jumlah bacaan buku sudah hamper di 100 buku bacaan.

Kandidat 2 yaitu Nurul Nurhasanah dari Kelas 8A memiliki kelebihan dalam bidang Seni tari, terbukti Nurul menjuari Penari jaipong Eksplorer Tingkat Kota Bandung sebagai Juara 3 serta peserta Menari 12 Jam yang diselenggarakan UPI Bandung.

Kandidat 3 yaitu Yuda Pratama dari kelas 8F, merupakan peserta TMBB dan GLN Gareulis Jabar yang memiliki kelebihan di bidang OR dengan memiliki tinggi badan yang cukup menunjang sebagai atlet.

Kandidat 4 yaitu Keysha Putri dari kelas 8A selain sebagai peserta TMBB dan GLN Gareulis Jabar juga memiliki kelebihan Tarik suara dan membawakan puisi dengan teknik yang baik.
Kandidat 5 yaitu Ninda Listiani dari Kelas 8E memiliki kelebihan piawai berbahasa Inggris terbukti dengan mengikuti Daarut Tauhid Festival yang baru lalu dengan mata lomba yang diikuti Speech English.

Kelima kandidat tersebut, meaksimalkan waktu walau dengan tampilan virtual namun semangat orasi dan tampilan kabisanya dikemas semenarik mungkin yang di-share-kan oleh para Wali kelas di kelasnya masing-masing.

Adapun puncak acara akan diselenggarakan hari Rabu mendatang, tanggal 03-03-2021, semua peserta didik memberikan suaranya melalui Goegle Form per tingkat, yang sebelumnya ditayangkan terlebih dahulu pertanyaan secara live melalui kanal youtu,be tentang uji pengetahuan dan uji mental untuk kelima calon tersebut untuk melihat kesiapan para kandidat baik mental, tanggung jawab serta kecerdasannya, karena waktu jabatan yang ditempuh adalah satu tahun ke depan, para kandidat harus sudah belajar mempersiapkan kemampuan pengendalian emosi serta kepemimpinan lainnya. Setelah proses pemilihan dan diumumkan Ketua OSIS terpilih, melalui VDT, satu suara menentukan kepemimpinan dan prestasi sekolah. Ajang pesta demokrasi siswa yang digelar tahunan ini, cukup menantang serta melibatkan kreativitas pengemasan acaranya yang digawangi oleh Bagian Kesiswaan.

Kepala Sekolah, Efni Iriani dalam persiapan pidato di puncak acara menekankan kepada peserta didik agar belajar bertanggung jawab dengan memberikan hak suaranya, karena di tangan calon-calon warga Negara muda inilah, masa depan dan nasib bangsa, demikian pesan di akhir pidatonya.***

 

TINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN, IKIP SILIWANGI GANDENG MGMP BAHASA INDONESIA BANDUNG BARAT

 

Batujajar-(Newsroom). Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Siliwangi Fakultas Pendidikan Bahasa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia Tingkat Kabupaten Bandung Barat (KBB), menggelar Workshop Peningkatan Kualitas Pembelajaran, Penelitian, dan Publikasi Selama Masa Pandemi Covid-19. Kegiatan tersebut dihadiri 15 guru dan 5 siswa, serta beberapa dosen yang sedang melakukan penelitian untuk menyajikan materi pada kegiatan ini, mengenai poses dan hasil penelitian mereka, Kamis (18/2/21).

Kepala Dinas Pendidikan Kab.Bandung Barat, Asep Dendih dalam sambutannya sekaligus membuka acara secara resmi, mengungkapkan rasa syukur dan merasakan adanya suatu keterkaitan dengan institusi penyelenggara, yakni Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia mengingat latar belakang pendidikan beliau adalah Guru Bahasa Indonesia dan berasal dari IKIP Siliwangi. Dikatakan pula oleh beliau bahwa dengan bahasa kita ungkapkan kemerdekaan, dengan bahasa kita berkomunikasi, sehingga bahasa adalah sesuatu yang luar biasa.
“Kami merasa bersyukur dan merasakan adanya suatu chemistry dengan institusi penyelenggara, yakni Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia mengingat latar belakang pendidikan saya adalah Guru Bahasa Indonesia dan berasal dari IKIP Siliwangi. Saya bangga jadi guru bahasa, dengan bahasa kita ungkapkan kemerdekaan, dengan bahasa kita berkomunikasi, sehingga bahasa adalah sesuatu yang luar biasa,” tuturnya.
Dalam paparannya, Kadis mengungkapkan pula bahwa beliau merasa senang, bahwa MGMP Bahasa Indonesia dapat bekerja sama dalam acara PPM Prodi Bahasa IKIP Siliwangi, sehingga MGMP Bandung Barat walaupun dalam Masa Covid-19 tetap berjalan dan beliau pun akan terus memberi dukungan agar MGMP khususnya MGMP Bahasa Indonesia dapat terus mengembangkan kompetensi anggota MGMP, baik MGMP secara virtual maupun tatap muka dengan protokol kesehatan yang ketat.
“Saya merasa senang, dan bangga , MGMP Bahasa Indonesia dapat bekerja sama dalam acara PPM Prodi Bahasa IKIP Siliwangi, sehingga kegiatan MGMP Bandung Barat walaupun dalam Masa Covid-19, kegiatan tersebut tetap berjalan. Saya pun akan terus memberi support agar MGMP khususnya MGMP Bahasa Indonesia dapat terus mengembangkan kompetensi anggota MGMP, baik kegiatan MGMP secara virtual maupun tatap muka dengan protokol kesehatan yang ketat” tambahnya.
Sementara itu Dekan Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia IKIP Siliwangi, Teti Sobari mengucapkan terimakasih kepada Disdik Bandung Barat dan Kepada SMP Negeri I Batujajar yang telah memfasilitasi kegiatan sehingga kegiatan dapat berlangsung. Beliau mengatakan pula bahwa pelaksanaan Workshop Peningkatan Kualitas Pembelajaran, Penelitian, dan Publikasi Selama Masa Pandemi Covid-19 ini merupakan wujud dari pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi. Dosen-dosen dituntut untuk terus mengembangkan keahliannya. Para dosen dituntut pula untuk menstrasfer keahlian tersebut kepada mahasiswa mereka, juga berbagi pengalaman hasil penelitian kepada guru-guru, khususnya guru yang tergabung dalam MGMP B. Indonesia. Guru terus belajar, para dosen pun demikian belajar dan terus belajar.
Di satu sisi, Atang Kurniawan, Kepala SMPN 1 Batujajar, saat memberikan sambutan, berterima kasih dan bangga karena SMPN 1 Batujajar diberi kepercayaan untuk menjadi tuan rumah kegiatan ini. Beliau pun menyampaikan bahwa tak terbayangkan sebelumnya oleh kita, para guru, siswa, bahkan orang tua, untuk dipaksa bisa melakukan pembelajaran dengan tidak bertatap muka, yakni pembelajaran jarak jauh dengan daring atau luring. Sekolah yang biasanya ramai oleh hiruk pikuk siswa dengan segala kegiatan dan tingkah laku siswa, kini di tengah pandemi ini, terpaksa lengang dan sepi.
Di sisi lain, Yuli Ridawati selaku pengawas pembina yang turut hadir dalam kegiatan, berharap agar para dosen yang melaksanakan pengabdian pada masyarakat ini tidak hanya mentransfer ilmu tetapi lebih jauh bisa membimbing para guru Bahasa Indonesia khususnya yang tergabung dalam MGMP untuk menerapkan berbagai temuan baru di bidang ilmu pengetahuan.
Iis Ismayati, salah seorang peserta workshop dari SMPN 2 Cihampelas, memberikan pendapatnya, kepada Newsroom, Materi-materi yang dipaparkan oleh para dosen sangatlah membatu para guru untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasannya terutama yang berkaitan dengan penerapan teknologi.Begitu pun bagi para siswa diharapkan bisa mengatasi kejenuhan dalam pembelajaran jarak jauh secara daring dengan penggunaan aplikasi whatsapp ataupun google classroom. Penyusunan media pembelajaran lewat Google sites, atau GLC, bisa menjadi salah satu inovasi dalam pembelajaran di masa pandemi.
Demikian pun Siti Gandang siswa peserta dari SMPN 1 Cililin mengungkapkan perasaannya, “Dengan mengenakan seragam ini dan bertemu teman se Bandung Barat, walau hanya lima orang, saya ingin cepat kembali ke sekolah”, tandasnya, menutup pembicaraan.

Berita N. Mimin Rukmini
Sumber berita : Iis Ismayati (SMPN 2 Cihampelas)

 

LAGI, MGMP IPS KBB GELAR WORKSHOP PEMBELAJARAN

 

NGAMPRAH-(NEWSROOM) Untuk kedua kalinya di semester genap ini,MGMP IPS KBB menggelar Workshop. Kegiatan workshop dengan judul Media Pembelajaran Berteknologi Digital #Batch 2 kali ini merupakan kelanjutan dari workhsop yang digelar bulan Januari lalu Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari mulai 04-07 Februari 2021 ini dibuka secara langsung oleh Ketua MGMP IPS KBB Dian Diana.

Dalam sambutannya, Dian Diana mengungkapkan bahwa bagaimanapun keadaannya kita selaku guru harus bisa menjalankan tugas mulia ini dengan penuh tanggung jawab.

“ MGMP IPS sebagai suatu wadah komunikasi guru-guru IPS mencoba memberikan alternatif media pembelajaran di masa pandemi dengan melaksanakan kegiatan semacam ini,” ungkapnya.

“Kegiatan yang dilaksanakan kali ini, semoga menjadi tambahan ilmu yang dapat memperkaya pengetahuan berkenaan dengan media pembelajaran berteknologi digital, hingga guru bisa memberikan layanan maksimal pada siswa dimasa pandemi ini,” tandas Dian mengungkapkan harapannya.

Senada dengan Dian, Iwan Hermawan selaku Pengawas Dinas Pendidikan KBB mengungkapkan rasa gembiranya terhadap kegiatan yang diselenggarakan oleh MGMP IPS ini.

“Kegiatan kali ini yang diikuti oleh lebih dari 100 peserta menjadi suatu bukti bahwa guru haus akan ilmu, guru senantiasa meng-upgrade dirinya dengan kegiatan positif semacam ini. Apresiasi buat semua peserta kegiatan yang telah sama-sama hadir di kesempatan kali ini,” ungkap Iwan dalam sambutannya.

Lebih jauh beliau mengungkapkan bahwa kegiatan semacam ini harus terus dilaksanakan secara berkala.

“Berbagi ilmu, sharing pengalaman dalam forum resmi semacam ini akan menjadi modal bagi kita untuk bisa maju bersama,” tambahnya.

Penggunaan quiziss dalam pembelajaran menjadi materi pertama yang disampaikan oleh Hilman Latief. Sesuatu yang baru yang bisa menjadi alternatif media pembelajaran di masa pandemi.

Siswa diajak untuk bisa mengisi pertanyaan yang diajukan guru melalui quis dengan tampilan yang begitu menarik. Pembelajaran asyik dan menyenangkan diharapkan hadir selama proses PJJ.

Sementara itu, Endang Wahyu Widiasari berbagi cerita tentang Tips dan trik menjadi guru inspiratif. Dari sekian prestasi yang dimilikinya, ia berbagi pengalaman pada peserta kegiatan.

Paparan tentang bagaimana pengalaman ia terpilih menjadi guru inspiratif tahun 2020. Slide per slide tentang kegiatan yang dilakukannya baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan masyarakat demikian menginspirasi.

“Lakukan apa yang bisa kita lakukan secara maksimal. Jangan hiraukan pendapat orang lain. Tetap melangkah meski banyak rintangan. Cari solusi terbaik terhadap masalah yang muncul. Jangan mudah menyerah. Lakukan berbagai upaya agar kehadiran kita dimanapun berada memberikan manfaat bagi orang lain,” ungkap Endang dengan penuh semangat.

Mengenal Kecanggihan Google Slide, materi ketiga yang disampaikan Dian Diana. Dalam paparannya, ia menjelaskan keunggulan google slide dibanding dengan yang sudah di kenal selama ini.

fitur-fitur menarik yang dibutuhkan dalam setiap tampilan bisa diunduh karena terkoneksi secara langsung. Dengan bimbingan yang intensif peserta kegiatan diajak langsung untuk bisa mengikuti step by step.

Kegiatan yang dipandu oleh Rani Risnawati dan Elis Lisnawati selaku moderator ini menjadi ajang berbagi yang positif yang bisa meningkatkan kemampuan guru dalam mengelola proses pembelajaran dimasa pandemi.

Partisipasi peserta kegiatan yang demikian antusias di setiap sesi menjadi suatu tanda bahwa perubahan ke arah yang lebih baik senantiasa diinginkan. Perubahan untuk mengikuti setiap perkembangan yang ada senantiasa diupayakan.

”Tidak ada yang nyaman dengan keadaan saat ini, namun mari kita mencoba beradaptasi di masa pandemi ini dengan berupaya meningkatkan kualitas diri sesuai tuntutan dan kebutuhan,” tandas Elis.

Hal lain diungkapkan Rani mengahiri kegiatan sore itu “Peran guru dikelas tak akan tergantikan oleh kecanggihan teknologi, namun guru yang tidak menguasai teknologi di hari ini akan ketinggalan dan ditinggalkan,” pungkas Rani.***

Pewarta dan Foto: Elis Lisnawati

Editor: Adhyatnika Geusan Ulun

DIBUKA KADISDIK BANDUNG BARAT, MKKS GELAR PROHATIQU 2

Bandung Barat (Newsroom). Prohatiqu 2 (Program Halaqah Alquran ke-2) merupakan kegiatan khataman Alquran para kepala sekolah yang tergabung dalam Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Disdik Kabupaten Bandung Barat. Program yang digagas oleh Bidang Kerohanian ini, memberi nuansa baru dalam program MKKS. Kepala sekolah bekerjasama menyelesaikan bacaan Alquran, masing-masing mendapat jatah untuk membaca secara mandiri ayat Alquran. Pembawa Acara kegiatan Prohatiqu 2 yaitu Ati Rosmiati Kepala Sekolah SMPN 3 Cipatat dan moderator langsung dipimpin oleh Plt. Ketua MKKS SMP, Jaka Supriatna. Kegiatan ini diselenggarakan secara online, melalui Zoom Meeting pada Sabtu (30/01/2021).
Prohatiqu dilaksanakan sebulan sekali dengan tugas mandiri membaca Alquran bagi kepala sekolah. Jika tuntas membaca sesuai tugas, maka mereka mencentang daftar tugas bacaan Alqurannya pada list pemberitahuan di grup Whatsapp. Tanda centang merupakan bukti tuntas, menunaikan jatah bacaan dari ayat Alquran tersebut. Variasi lain dari acara khataman ini yaitu adanya selingan diskusi, dengan judul Ngopi (Ngobrol Pendidikan Inspiratif). Asep Dendih selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat berkenan membuka langsung kegiatan ini.
Asep Dendih mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan sebuah terobosan MKKS Bandung Barat yang bekerjasama menyambungkan tali silaturahmi sekaligus saling mengingatkan bahwa hubungan antar sesama selalu seiring dengan hubungan pada Sang Pencipta. Asep juga mengucapkan rasa terima kasihnya, karena program Prohatiqu ini menjadi jembatan tersampaikannya informasi kedinasan yang dikemas dalam format yang lebih religius tapi santai.
“Alhamdulillah…apresiasi yang luar biasa atas digulirkannya Prohatiqu ini. Pada Masa Pandemi Covid-19 ini, kita dapat bersilaturahmi dan mendekatkan diri pada Allah SWT. Mudah-mudahan dengan Prohatiqu yang digelar MKKS Bandung barat ini, dapat merekatkan hubungan antara kepala sekolah satu dengan kepala sekolah lainnya, antara kepala sekolah dengan pimpinannya, dan antara kita semua dengan yang mencipta. Hablumminannas dan hablumminallah dapat seiring sejalan. Terima kasih kepada MKKS SMP, khususnya Bidang Kerohanian yang telah membuat program terobosan baru ini,” ujar Asep.
Selanjutnya dalam diskusi, Asep menjelaskan tentang efek psikologi yang dirasakan akibat dari penyebaran Virus Covid-19 secara masif yang mendunia ini. Siswa, guru, kepala sekolah, dan semua sektor pendidikan, serta sektor lain terkena imbasnya. Asep mengajak agar sekolah dapat menerapkan formasi pembelajaran yang dapat mengatasi situasi sekarang, agar siswa dan guru tetap melaksanakan pembelajaran yang berkualitas. Asep juga membahas tentang Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) yang baru dilantik di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat.
“Hari jumat kemarin secara kedinasan, telah ada perubahan SOPD di Disdik Kabupaten Bandung Barat. Kepala Bidang terbagi menjadi 4 yaitu Kepala Bidang PAUD, Kepala Bidang SD, Kepala Bidang SMP, dan Kepala Bidang yang baru yaitu Kepala Bidang Kurikulum dan Bahasa. Masing-masing Kepala Bidang PAUD, SD, dan SMP memiliki Kasi Sarana Prasarana, Kasi Tendik, dan Kasi Kesiswaan. Sedangkan Kepala Bidang Kurikulum dan Bahasa terdapat Kasi Kurikulum Pendidikan Dasar dan Kasi Kurikulum Paudni. Bapak/Ibu Kepsek, mutasi/rotasi bukan sebuah kepentingan, tapi kebutuhan institusi Disdik. Perubahan SOPD bukan hanya sistem, tapi bentuk penyegaran dan semangat baru. Jabatan pada syareatnya merupakan penghargaan dari pimpinan dan hakekatnya amanah dari Allah SWT, untuk kemajuan Disdik KBB,” tandas Asep.
Pada acara diskusi dihadiri pula oleh Kasi BPTK SMP Samid Rusmana yang sebelumnya beliau menjabat Kasi Kurikulum di Bidang SMP. Banyak pertanyaan yang ditujukan ke beliau tentang waktu AKM yang diundur dari bulan Maret diubah menjadi sekitar bulan September-Oktober, dan ditanyakan pula tentang Program Kasi BPTK SMP dalam waktu dekat.
“Peserta yang dilibatkan dalam AKM tetap kelas VIII . Tujuannya untuk perbaikan proses pembelajaran bukan untuk kelulusan. Perubahan ini terjadi, barangkali kaitan dengan situasi dan kondisi. Sekarang masih membahas seputar bagaimana peserta didik belajar dengan baik dan berkualitas. Ketentuan kelulusan siswa, tetap melalui US. Sesuai dengan tupoksi guru melakukan perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran. Upayakan guru merangkai instrumen penilaian yang bisa menjaring kualitas pembelajaran. Lebih lanjut Samid mengungkapkan bahwa ada 3 Program Kasi BPTK yang utama. Pertama, rotasi Kepala Sekolah. Kedua, program penguatan kepala sekolah, dan yang ketiga seleksi calon kepala sekolah,” ungkap Samid.
Sementara itu, Jaka Supriatna Plt. Ketua MKKS merasa bahagia karena acara Prohatiqu 2 dihadiri oleh Kadisdik Kabupaten Bandung Barat dan Kasi BPTK SMP Disdik. Jaka menjelaskan kegiatan Prohatiqu yang sudah menjadi kegiatan rutin yang digelar setiap bulan dihadiri oleh Kepala Sekolah. Pada meeting Prohatiqu ke-2 ini peserta yang bergabung, sebanyak 60 orang kepala sekolah.
“Alhamdulillah…disela-sela kesibukan, Pa Kadis berkenan hadir, membuka acara ini. Semoga dijadikan amal baik dan amal saleh untuk beliau. Sinergitas tinggi kami untuk mendukung program-program pendidikan Disdik. Kami para kepsek SMP, siap membantu kemajuan pendidikan di Kabupaten Bandung Barat. Prohatiqu digagas oleh Sesi Rohani yang membuat himbauan setiap kepala sekolah membaca 1 juz. Masing-masing subrayon 30 juz. Malam minggu ini khatam ke-2. Mudah-ini menjadi ajang silaturahmi yang bermanfaat. Tujuan Mengingatkan kita, untuk tidak hanya mengurus hal-hal duniawi saja. Ceklis tanda sudah menyelesaikan bacaan Quran, menjadi motivasi untuk segera mencentang di daftaran. Semoga kegiatan berkelanjutan dan barokah. Mudah-mudahan kegiatan kita di sekolah pun berjalan lancar dan dijauhkan dari marabahaya Covid-19. Semoga bencana ini segera berlalu,” pungkas Jaka.***

Reportase: Dian Diana