Cerpen Siswa-BANGKIT


Oleh: Aura Oktavia Ramadhani
(SMPN 2 CILILIN)

Jam tanganku menunjukkan waktu pukul 13.14. Aku sadang menunggu dia di Cafe Ungu, yang letaknya tiga kilometer dari rumahku. Sudah hampir 15 menit aku duduk tegak sambil menyeruput segelas cofee latte menunggu Karenina. Dia gadis tercantik di kelas 6 SD Pemata waktu itu. Ya, Karerina, temanku  yang sikapnya selalu berubah-ubah.

Sudah dua tahun yang lalu sejak kami masih sama-sama di SD, aku dekat dengannya. Tapi sebenarnya, dulu Karenina selalu merundung aku. Sampai aku merasa tertekan dan tidak semangat belajar, Namun seiring jalannya waktu, Karenina pun berubah menjadi gadis yang baik dan selalu perhatian kepada temannya. Semangatku untuk menjalani hari-hari kembali tumbuh, merasakan lagi kebahagiaan yang telah lama hilang. Semua itu berkat Allah Swt. yang telah membuka hati Karenina, yang kini sedang berjalan dengan muka yang gelisah karena mencariku.

***

“Karen!! Aku di sini!” aku melambaikan tangan kanan agar terlihat oleh Karenina.
“Ehh…Hi!!” dia melambaikan tangan dan berlari ke arah ku, lalu mengulurkan tangannya sambil tersenyum bahagia.
“Akhirnya sampai juga,” ujarku sambil menerima uluran tangannya.
“Aduh..maaf ya telat,” senyumnya memelas.
“Iya gak apa-apa, lagian aku juga baru beberapa menit di sini,” ucapku.

Kami berbincang karena sudah lama tidak bertemu sambil duduk berhadapan menyeruput segelas cofee latte dan kentang goreng yang masih berasap. Hari mulai menjelang sore. Kami memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing.Kami saling berpamitan terlebih dahulu lalu berselfi bersama.

***

Sepulangnya dari cafee, aku mengganti baju di kamar, setelah itu aku ke dapur untuk membuat secangkir coklat panas, lalu aku pergi ke belakang rumah untuk melihat sunset yang indah.
Matahari  tenggelam membuatku kagum. Di belakang rumah kebetulan ada taman, dengan pemandangan gunung, sawah berpetak dengan di hadiri secangkir coklat panas. Hal itu membuat aku melamun, dan mengingatkanku dengan peristiwa dua tahun lalu.

Saat itu aku sedang beristirahat dengan tenang di sebuah kantin, dan sedang memakan batagor bi Eem dengan segelas es jeruk. Tiba-tiba tanganku ditarik kencang oleh Karenina. Dia membawaku ke belakang sekolah. Entah dia berbicara apa kepadaku yang kuingat, aku selalu di pojokkan oleh Karenina, entah karena apa, aku selalu dirundung oleh dia.

Setelah beberapa menit, aku disuruh langsung ke dalam kelas. Karenina bersama kedua sahabatnya memutuskan pergi duluan. Aku berdiri dan pergi kekelas dengan pikiranku yang sangat terheran-heran, mengapa ia selalu merundungku, sedangkan aku dan Karenina masih terbilang jarang berbincang-bincang. Aku pun sampai di kelas, aku duduk di bangku terbelakang, sedangkan Karenina duduk di paling depan.

***

Beberapa hari kemudian, Karenina tidak masuk sekolah karna dia sakit demam serta bisul yang meradang di jidat dan di ketiaknya. Karena hal itulah karenina memutuskan untuk meminta maaf kepadaku.

“Ciara!!” karenina memanggilku dari belakang.

“iya karenina? ada apa?” aku bertanya dengan nada yang gugup karena takut.

“Ciara, maafi aku yah.. Selama ini aku udah salah sama kamu,” senyumnya memelas sambil menepuk-nepuk punggungku pelan.

“I-iya tidak apa-apa Karenina, aku sudah memaafkanmu dari sejak kemarin,” ucapku memaafkannya sambil mengusap-usap tangannya.

Karenina sadar akan sikapnya selama ini terhadapku, karena Allah Swt telah membuka hatinya kepadaku dan berkat bantuan ayah dan bundanya menyuruh Karenina agar cepat meminta maaf kepada ku.

Setelah beberapa menit aku mengingat masalaluku yang sangat berat, ayam tetangga berkokok layaknya saat pagi hari, sehingga bunyi ayam itu membuyarkan lamunanku.

***°

Sore hari dengan sunset yang indah sudah terganti oleh malam hari yang sangat cantik. Bintang-bintang menghiasi langit yang cerah. Aku tersenyum karna mengingat masalah yang sudah larut, lalu datanglah kecerahan, dan kecerahan itu adalah kebahagiaan.

Profil Penulis
Aura Oktavia Ramadhani adalah siswa kelas 8 SMP Negeri 2 Cililin. Ia lahir di Bandung, 7 Oktober 2007. Aura merupakan peserta TMBB 2021 Dacil. Mengikuti TMBB merupakan penyaluran dari hobinya dalam membaca. Di samping membaca, Aura juga hobi menggambar, olahraga, dan memasak. Baru-baru ini Aura mencoba berkarya di Youtobe dengan membuat sebuah konten yang dapat dikunjungi di link https://youtu.be/Q4rZlj3uuwk