Kiat Membuat Berita ‘Ala NEWSROOM

Adhyatnika Geusan Ulun

(SMPN 1 Cipongkor)

Menjadi seorang jurnalis memiliki tantangan tersendiri, terutama menulis sebuah berita yang baik dan benar. Tentu ukuran baik dan benar sangat relatif berdasarkan pemahaman para juranlis sendiri. Terlebih saat meracik sebuah peristiwa menjadi suatu informasi yang utuh berdasarkaan sejumlah kaidah yang harus dipenuhinya. Belum lagi, media yang menjadi wadah untuk menuangkan informasi tersebut, biasanya memiliki kekhasan dan menjadi ‘trade mark’ nya, sehingga dikenal dengan apa yang disebut kaidah penulisan selingkung.

Begitupun dengan NEWSROOM-sebuah wadah jurnalis yang memilki tugas dan fungsi menyampaikan informasi terkait pendidikan di Kab. Bandung Barat (KBB), dalam kiprahnya sejak 17 Oktober 2018 telah menghasilkan sejumlah berita seputar kegiatan dan capaian sekolah-sekolah di Kab. Bandung Barat. Namun, seiring dengan permintaan dan belum terakomodasinya karya tulis berupa opini, artikel, features, dan karya sastra lainnya, maka sejak 2019 NEWSROOM melebarkan sayapnya merespon hal tersebut dengan mengunggah karya para guru, birokrat, dan praktisi pendidikan untuk dimuat dalam media online bernama disdikkbb.org di bawah naungan Dinas Pendidikan KBB.

Sebagai media yang menjadi pintu karya tulis pendidikan di KBB, NEWSROOM pun memiliki kaidah penulisan selingkung yang menjadi ‘trade mark’, walaupun semuanya tetap memegang kaidah baku pemberitaan-khusus kategori berita- dengan 5W+1H-What (Apa), When (Kapan), Who (Siapa),Where (Di mana), Why (Mengapa), dan How (Bagaimana).

Penggunaan kata What akan mengidentifikasi peristiwa yang terjadi, apa yang terjadi, peristiwa apa, dan apa yang terlihat. Kemudian, When yang menjelaskan  kapan peristiwa itu terjadi. Lalu,  Who menerangkan siapa yang terlibat dalam peritiwa tersebut. Kemudian, Where mengilustrasikan dmana peristiwa tersebut berlangsung. Berikutnya, Why menyatakan tentang mengapa peristiwa itu terjadi, atau mengenai terjadinya sebuah peristiwa. Dan How yang mendeskripsikan tentang bagaimana peristiwa yang terjadi.

Selain di atas, kaidah baku yang diusung NEWSROOM adalah pemberitaan harus sesuai dengan fakta, sehingga para jurnalis NEWSROOM dituntut untuk menulis informasi yang jujur. Selanjutnya, pemilihan kata dan penyusunan kalimat harus sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI), terutama penggunaan tanda baca koma (,). Ketika salah meletakan tanda baca tersebut maka besar kemungkinan konten berita akan multi tafsir, dan hal ini menjadi pemicu konflik pembaca.

Kemudian, penulisan berita harus bersifat logis-masuk akal. Berikutnya, mengutamakan penggunaan kalimat aktif, dan pemilihan kata yang tepat. Selanjutnya, yang tidak kalah penting adalah penulisan berita diupayakan berdasarkan rekaman sumber berita, tidak hanya mengandalkan pada pendengaran saja. Hal tersebut, dikarenakan tidak semua orang dapat mengingat apa yang didengar, maka sebaiknya direkam-setidaknya ditulis- agar data berita lebih akurat.

Selanjutnya, berita yang disusun harus dengan kalimat yang lengkap dan jelas. Kemuidan, para jurnalis harus fokus pada topik berita yang ditulis-tidak melebar kemana-mana, dan tulislah berita secara proporsional dan tidak berlebih-lebihan. Berikutnya, periksalah kembali kutipan, pernyaataan dalam rekaman dan konfirmasi, dan patuhilah kode etik jurnalistik dengan tidak melakukan plagiarisme-menjiplak seluruh maupun sebagian hasil berita media lainnya.

Sebagai contoh, berikut ini merupakan penulisan berita ‘ala NEWSROOM berdasarkan kaidah 5W+1H.

SMPN Bandung Barat menggelar workshop penyusunan administrasi pembelajaran. Kegiatan yang diikuti oleh para guru tersebut, dilaksanakan secara virtual dengan menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya, Kamis (3/3/22).

Kepala SMPN Bandung Barat, Budi Ruhiat, menyampaikan  tujuan kegiatan di atas untuk memberikan pemahaman kepada para guru, selain tentang  teknik pembuatan dan penyusunan administrasi pembelajaran, juga sebagai persiapan pihaknya dalam menghadapi tahun pelajaran 2022/2023. Menurutnya, hal tersebut sangat penting dilaksanakan agar proses pembelajaran dapat berlangsung sesuai harapan semua pihak, dan kualitas pelayanan pendidikan sekolah semakin meningkat.   

“Workshop penyusunan adminstrasi pembelajaran dilakukan  untuk memberikan pemahaman kepada para guru agar lebih memahami  tentang  teknik pembuatan dan penyusunan administrasi pembelajaran. Selain itu,  juga sebagai persiapan kami dalam menghadapi tahun pelajaran 2022/2023. Hal ini sangat penting dilaksanakan agar proses pembelajaran dapat berlangsung kondusif, dan kualitas pelayanan pendidikan  di sekolah ini terus meningkat dan memenuhi harapan semua pihak,” ujarnya.  

Sementara itu, Mimin Rukmini, narasumber, dalam presentasinya memaparkan teknik dan hal-hal yang perlu disiapkan para guru untuk membuat administrasi pembelajaran secara baik dan benar.

………………………………

Di sisi lain, Elis Lisnawati, peserta, mengungkapkan program sekolah tersebut membuat dirinya bertambah wawasan dan pemahaman tentang penyusunan adminstrasi pembelajaran semakin meningkat.

……………………………..

 

Berdasarkan contoh berita di atas, dapat disusun sejumlah pertanyaan tentang:

Berita apa? Jawab: Workshop penyusunan adminitrasi pembelajaran.

Siapa yang terlibat? Jawab: Guru, Kepala Sekolah, Narasumber

Di mana peristiwa terjadi? Jawab: SMPN Bandung Barat.

Kapan peristiwa tersebut terjad? Jawab: Kamis, 3 Maret 2022.

Mengapa peristiwa itu terjadi? Jawab: Untuk memberikan pemahaman kepada para guru teknik penyusunan adminitrasi pembelajaran.

Bagaimana peristiwa itu dilaksanakan? Jawab: dilaksanakan secara virtual.

Akhirnya, NEWSROOM sebagai tim peliput berita pendidikan Kab. Bandung Barat didesain untuk mengakomodasi karya tulis guru penulis dalam menginformasikan kegiatan sekolah, capaian murid, prestasi guru dan tenaga kependidikan lainnya, serta peristiwa-peristiwa lain berkenaan dengan pendidikan. Oleh karena itu, wadah tersebut harus dimanfaatkan oleh semua guru di lingkungan Dinas Pendidikan KBB, dan praktisi pendidikan lainnya untuk menuangkan ide dan gagasan yang akan bermanfaat bagi kemajuan dan peningkatan kualitas pendidikan di Kab. Bandung Barat.***

Dari berbagai sumber.

Profil Penulis

Adhyatnika Geusan Ulun, lahir 6 Agustus 1971 di Bandung. Tinggal di Kota Cimahi. Guru Bahasa Inggris di SMPN 1 Cipongkor Bandung Barat sejak 1999. Pengurus  MGMP Bahasa Inggris Kab. Bandung Barat. Alumnus West Java Teacher Program di Adelaide South Australia, 2013. Alumnus MQ ‘Nyantren di Madinah dan Makkah’ 2016, Pengasuh Majelis Taklim dan Dakwah Qolbun Salim Cimahi, Penulis buku anak, remaja dan dakwah. Editor NEWSROOM, tim peliput berita Dinas Pendidikan Bandung Barat. Jurnalis GUNEMAN Majalah Pendidikan Prov. Jawa Barat. Pengisi acara KULTUM Studio East Radio 88.1 FM Bandung. Redaktur Buletin Dakwah Qolbun Salim Cimahi. Kontributor berbagai Media Masa Dakwah. Sering menjadi juri di even-even keagamaan.

Adhyatnika.gu@gmail.com.,Channel Youtube: Adhyatnika Geusan Ulun, Ig.@adhyatnika geusan ulun