KUMPULKAN MGMP SE-BANDUNG BARAT. DISDIK DAN MKKS SELENGGARAKAN PENYUSUNAN SOAL UJIAN SEKOLAH

CISARUA-(NEWSROOM). Dinas Pendidikan Kab. Bandung Barat dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS)Kab. Bandung Barat menyelenggarakan kegiatan penyusunan soal Ujian Sekolah (US) jenjang SMP. Kegiatan yang diikuti oleh para pengurus MGMP se KBB tersebut dilaksanakan di SMPN 1 Cisarua, Kamis (30/1/2020).

Kepala Bidang Pendidikan SMP, Dadang A. Sapardan, mengungkapkan bahwa penyusunan soal US tersebut adalah salah satu upaya Disdik KBB dalam meningkatkan pelayanan pendidikan kepada masyarakat, khususnya sekolah. Salah satu di antaranya adalah dengan melaksanakan kegiatan pada awal tahun. Sehingga hal ini akan lebih memberi waktu yang cukup kepada semua pihak.

“Penyusunan soal Ujian Sekolah ini diselenggarakan lebih awal. Hal ini dimaksudkan agar memberikan waktu cukup kepada sekolah dalam mempersiapkannya. Semua ini adalah salah satu upaya Disdik KBB dalam hal peningkatan kualitas dan pelayanan pendidikan,” ungkapnya saat memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan.

Lebih lanjut disampaikan bahwa kemungkinan kegiatan ini merupakan yang terakhir diselenggarakan secara terpusat. Ke depan pihaknya akan mendorong setiap sekolah untuk melaksanakan penyusunan soal US secara mandiri.

Seperti diketahui, berdasarkan kalender pendidikan yang dikeluarkan Disdik KBB, penyelenggaraan Ujian Nasional dijadwalkan mulai 20 April 2020, sehingga pelaksanaan US harus dilaksanakan sebelumnya. Menurutnya, Disdik merencanakan pelaksanaannya pada tanggal 6 April 2020.

Ditandaskan juga bahwa Ujian Sekolah merupakan bentuk penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik. Oleh karena itu, dalam penyusunannya pun harus memenuhi syarat instrumen yang baik, sehingga memberikan informasi valid dan objektif. Hal ini berdasarkan pada kriteria pencapaian standar kompetensi lulusan, standar isi, dan kurikulum yang berlaku.

Di sisi lain, Ayep Taryana, Ketua MKKS, menyampaikan apresiasi atas peran serta para ketua MGMP sub rayon dan kabupaten sebagai penulis naskah soal, para kepala sekolah sebagai penanggung jawab mata pelajaran, dan para pengawas yang bertindak sebagai validator soal yang di US-kan. Menurutnya, hal tersebut, selain membantu mempercepat penyusunan juga meningkatkan kualitas standar penilaian masing-masing mata pelajaran.

Lebih jauh diungkapkan bahwa soal US pada tahun pelajaran 2019/2020 ini disusun dalam dua paket, yakni kurikulum 2013 dan 2006. Hal ini dikarenakan masih terdapat sejumlah sekolah yang masih menggunakan kurikulum 2006, dan ini tahun terakhir untuk mereka.

Ayep Taryana berharap kegiatan di atas dapat menghasilkan naskah soal yang berkualitas. Oleh karena itu, langkah-langkah yang harus ditempuh untuk memperoleh naskah soal yang baik harus meliputi penyusunan indikator sebelum penulisan naskah soal. Hal yang terpenting juga adalah telaah soal sebelum melangkah pada perakitannya.    

Sementara itu, Suparman, salah seorang validator soal, mengungkapkan bahwa komponen yang perlu diperhatikan dalam penyusunan soal yang berkualitas adalah penyusunan indikator sebagai hal yang sangat penting. Menurutnya, indikator yang baik harus memenuhi kriteria; memiliki ciri-ciri kompetensi yang kan diuji, memuat kata kerja operasional yang akan diukur, berkaitan dengan materi yang dipilih.***

Berita: Adhyatnika GU
Editor: Tim Newsroom