Oleh : Riska Mutiara.
PADALARANG–(NEWSROOM). Elok dan gemulainya gerakan tubuh para penari membawakan Tarian Rampak Gendang, di tambah merdunya suara tim paduan suara menyanyikan lagu Tanah Air serta harmonisnya suara angklung, menggema di telinga para hadirin pada saat penyambutan Tim Asesor yang datang ke SMPN 1 Padalarang dalam rangka Penilaian Kinerja Kepala Sekolah (PKKS).
Kepala SMPN 1 Padalarang, Tetty Rosmiati Miharja mengemukakan bahwa, berkat kerjasama tim dengan etos kerja dan dedikasi yang tinggi pada setiap kegiatan di sekolah termasuk PKKS, semua bisa berjalan dengan baik, lancar dan memuaskan karena mendapat dukungan berbagai pihak, padahal apa yang dia lakukan baru berjalan dalam rentang waktu yang sangat singkat.
“Walaupun saya berada di sekolah ini baru 6 bulan lamanya, tapi saya yakin dengan etos kerja dan dedikasi yang baik dari semua pihak, setiap kegiatan di sekolah termasuk PKKS bisa berjalan dengan baik, lancar dan memuaskan.” Ungkap Tetty saat mengapresiasi kinerja semua tim yang terlibat dalam kegiatan PKKS di SMPN 1 Padalarang Jl. U Suryadi No. 15 Kertajaya Padalarang pada hari Rabu ( 19/12/2018).
Agenda PKKS (Penilaian Kinerja Kepala Sekolah) merupakan salah satu strategi pembinaan untuk menjaga profesionalitas Kepala Sekolah dalam menjalankan tugasnya. Pembinaan tersebut meliputi pembinaan karir, pembinaan kompetensi, dan penjaminan mutu. Hal tersebut sesuai dengan Permendiknas No. 13 Tahun 2007 Tentang Standar Kepala Sekolah/ Madrasah dan Permendiknas No. 28 Tahun 2010 Tentang penugasan guru sebagai Kepala Sekolah yang dalam Pasal 12 menyatakan bahwa :
- Penilaian Kinerja Kepala Sekolah/Madrasah dilakukan secara berkala setiap tahun dan secara kumulatif setiap empat tahun
- Penilaian Kinerja Tahunan dilakukan oleh Pengawas sekolah/Madrasah
- Penilaian kinerja empat tahunan dilaksanakan oleh atasan langsung dengan mempertimbangkan penilaian kinerja oleh tim penilai yang terdiri dari pengawas Sekolah/Madrasah, pendidik, tenaga kependidikan dan komite sekolah/ madrasah dari tempatnya bertugas.
- Hasil penilaian kinerja dikategorikan dalam tingkatan amat baik, baik, cukup, sedang atau kurang.
Objek Utama dalam kegiatan PKKS adalah Kepala Sekolah, namun dalam pelaksanaanya bukan hanya kinerja Kepala Sekolah saja yang dinilai, sebanyak 152 instrumen penilaian seperti profil sekolah, pembiayaan, silabus, RPP, Lembar terstruktur, Penilaian, PTK, Karya Guru, Karya Siswa, Program kesiswaan, Literasi, Prestasi guru dan lain-lain harus dipenuhi oleh sekolah. Untuk mendapat hasil terbaik, tim PKKS SMPN 1 Padalarang telah mempersiapkan dokumen-dokumen dan bukti fisik jauh hari sebelumnya dengan disusun secara matang oleh tim kerja yang terdiri dari Kepala Sekolah, Ketua Komite (Zaenal Abidin), Tim Pengembang Kurikulum, seluruh guru maupun staf TU serta Siswa siswi Ekstrakurikuler SMPN 1 Padalarang karena sudah ada kepastian waktu pelaksanaannya.
Rangkaian kegiatan PKKS ini dimulai dengan penyambutan, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan do’a oleh ketua komite, sambutan dari kepala Sekolah, dan pengarahan dari Tim Penilai. Puncaknya adalah pengecekan setiap instrumen penilaian oleh dua orang Tim Asesor PKKS yang ditugaskan yaitu Hery Taryana dan Tarja.
Meskipun jadwal pelaksanaan kegiatan PKKS ini rutin dilaksanakan setiap tahun dan berbarengan dengan jadwal libur akhir semester, namun semua pihak yang terlibat sangat bersemangat, kompak, bisa bekerjasama dengan baik menyiapkan seluruh dokumen sehingga salah seorang Tim Asesor, Hery yang dalam arahannya mengemukakan kekagumannya pada pemaparan Kepala Sekolah yang sudah begitu detail menguraikan setiap hal dalam sambutannya.
“Banyak hal-hal yang ingin saya tanyakan kepada Kepala Sekolah, namun beliau sudah memaparkan secara detail dalam sambutannya.” Ujar Hery.
Ada beberapa umpan balik yang diberikan oleh Tim penilai di mana saat ini kegiatan siswa yang bermuatan kearifan lokal dan kebhinekaan harus dikembangkan tidak hanya sebatas kegiatan lomba busana daerah, tetapi juga makna dari perbedaan dan kekayaan khazanah itu tertanam di diri siswa. Juga diharapkan kegiatan siswa diutamakan yang berjenjang mulai dari tingkat sekolah sampai tingkat nasional, contohnya lomba mojang jajaka. Kemudian harus sudah mulai dirintis tentang kewirausahaan siswa dengan mengembangkan produk karya siswa yang diawasi oleh sekolah dan bisa dijual keluar.
Eka Dianti, Salah seorang Tim standar proses juga Wakasek Kesiswaan di SMPN 1 Padalarang mengungkapkan kelegaannya setelah menyelesaikan serangkaian kegiatan mulai dari persiapan, pengumpulan dokumen,dan pada akhirnya pelaksanaan PKKS yang berjalan baik dan lancar serta mendapat apresiasi langsung dari Kepala Sekolah hingga lelah seketika berubah lillah.
“Alhamdulillah, cukup beberapa kalimat terakhir dari pimpinan yang mengapresiasi semangat kerja kami dan Tim Penilai yang menutup kegiatan dengan kalimat ‘Penilaian sudah beres, silahkan Ibu Bapak berkemas untuk berlibur’ Itu lebih dari cukup mengobati dan merubah lelah kami menjadi lillah.” Pungkas Eka.