MEMBANGUN MOTIVASI PESERTA DIDIK

Aziz Ismail, M.Pd

(Kepala  SDN 3 Rancapanggung Ciliin Bandung Barat)

Peranan Motivasi dalam pembelajaran menjadi hal penting un tuk meningkatkan prestasi belajar peserta didik. Melalui motivasi inilah akan terbangun karakter siswa yang siap mempelajari setiap kompetensi yang diharapkan. Sehingga peranan guru dalam pembelajaran bukan hanya mengajar dan melatih akan tetapi bagaimana memberi motivasi yang maksimal kepada peserta didiknya dengan berbagai strategi pembelajaraan.

Motivasi dapat muncul dari internal maupun eksternal. Motivasi internal akan hadir manakala siswa sudah memahami akan eksistensinya dalam pembelajaran dan kehidupan. Motivasi ini pun muncul karena berbagai pengalaman yang dialami. Motivasi eksternal dapat muncul karena peranan orang lain. Peranan guru menjadi penentu hadir motivasi bagi peserta didik.

Guru harus menjadi motivator handal bagi peserta didik agar terbangun peserta didik yang mempunyai keinginan dan harapan yang besar sebagai hasil pembelajaran.

Metode pembelajaran yang diterapkan guru harus mengandung nilai-nilai motivasi bagi peserta didiknya demikian juga dengan manajemen kelas mengarah pada bangunan yang memberikan motivasi bagi peserta didik.

Salah satu cara membangun motivasi peserta didik dengan menciptakan suasana kelas yang kompetitif. Suasana kelas diciptakan menjadi tempat bersaing peserta didik dalam pemerolehan pengalaman belajar. Tentu banyak ragam suasana kompetititf di kelas tersebut. Salah satunya dengan kegiatan cerdas cermat yang selain terbangun sikap yang kompetitif juga terbangun sikap cooperative dalam kelompok.

Kararakter kompetisi pada siswa akan membangun motivasi pada siswa untuk hadir sebagai manusia terbaik diantara pesaingnya. Hal ini akan menambah energy bagi peserta didik untuk terus mencari dan mendalami materi pelajaran yang harus mereka pelajari agar tidak terkalahkan. Inilah bangunan bagaimana sesungguhnya siswa harus belajar. Belajar berdasarkan pengalaman yang didapatkan kemudian mengkontruksinya menjadi pemahaman yang dapat diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Peranan guru menjadi sangat penting dalam hal ini, akan tetapi bukanlagi bagaimana guru mentransfer pengetahuannya pada siswa. Karena pengetahuan dan pemahaman tentang keilmuan tidak ditranfer begitu saja. Akan tetapi pengetahuan hanya dapat dikontruksi berdasarkan pengalaman peserta didik itu sendiri yang berlatar belakang berbeda. Guru berperan bagaimana menjadi pelayan peserta didik agar mereka dapat dibelajarkan dengan metode-metode yang mengkontruksi pengalaman-pengalamannya. Hal ini guru harus dapat memilih pendekatan, metode, strategi dan teknik yang efektif, joyfull, dan meaningfull bagi peserta didik.

Sebagai pelayan yang lebih tepatnya adalah fasilitator pembelajaran harus mampu menyediakan dan memediasi sarana dan suasana pembelajaran bagi peserta didik yang meningkatkan motivasi peserta didik.

Salah satu peranan guru di sini tentu guru bagaimana membuat desain/skenario agar suasana pembelajaran yang menumbuhkan motivasi internal bagi peserta didik dalam rangka Inquary Learning.

Memotivasi peserta didik dapat pula diperan guru sebagai sosok yang selalu memberi penguatan (reinforcement) dengan pujian atau hadiah yang siswa sendiri tidak menyangka. Pemberian pujian atau hadiah yang tidak disangka-sangka menjadi hal yang penting sehingga memberi pengaruh pada siswa untuk merindukan hal-hal yang menyenangkan dalam pengalaman belajarnya.

Perlu pula dipikirkan oleh guru bagaimana perilaku guru pada siswa yang berhasil mengkontruksi pengalaman belajarnya menjadi pengetahuan dan keterampilan (komptensi) yang harus dikuasainya sdan kepada peserta didik yang belum berhasil. Agar semua siswa merasa terlayani dengan baik tanpa ada rasa diberi perhatian lebih atau kurang yang mengakibatkan muncul cemburu sosial di kalangan peserta didik yang dapat membunuh motivasi bagi peserta didik yang merasa terdiskriminasi.

Sebagai seorang motivator dalam pembelajaran di kelas guru juga harus mampu membuat kalimat-kalimat yang menentramkan dan membangun kepercayaan diri peserta didik. Sehingga pembendaharaan kata dan kalimat bijak harus diperkaya oleh guru agar manjadi motivasi yang bagi semua peserta didik.

Sebagai seorang motivator dalam pembelajaran di kelas guru juga harus mampu membuat kalimat-kalimat yang menentramkan dan membangun kepercayaan diri peserta didik. Sehingga pembendaharaan kata dan kalimat bijak harus diperkaya oleh guru agar manjadi motivasi yang bagi semua peserta didik.

 

Penulis:

Nama                    : AZIZ ISMAIL, M.Pd

Tempat/Tgl Lahir    Bandung, 18 Februari 1974

Pekerjaan              ; Kepala Sekolah

Satuan Kerja         : SDN 3 Rancapanggung Kecamatan Ciliin Kab.Bandung Barat