MENINGGALKAN JEJAK DENGAN MENULIS (WORKSHOP PENULISAN ARTIKEL)

Reportase : Dian Diana

CIHAMPELAS-(NEWSROOM). Suasana asri dengan bangunan saung terbuka, dindingnya dihiasi anyaman dari eceng gondok yang artistik, ditambah hidangan kudapan khas sunda yang menggugah selera, membuat workshop terasa nyaman dan menyenangkan. Saung Eceng Cihampelas yang didirikan oleh Bening Saguling Foundation menjadi pilihan tempat yang tepat, untuk penyelenggaraan Workshop Penulisan Artikel Pendidikan yang diadakan oleh Newsroom Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat  pada Hari Sabtu (2/2/19).

Menjadi sebuah kebanggan tersendiri, manakala workshop ini diikuti tidak hanya oleh guru, tapi juga kepala sekolah, dan pengawas Disdik yang begitu semangat bergabung menyimak materi, duduk lesehan berkelompok dan berdiskusi tentang penulisan artikel mulai dari jenis-jenis artikel, teknik membuat artikel, dan mempraktekannya secara langsung.

Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat, Dadang Ahmad Sapardan mengemukakan bahwa kegiatan workshop ini  bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru Kabupaten Bandung Barat (KBB) dalam mengembangkan kompetensi profesionalnya, dengan menulis berbagai macam artikel. Manfaat dari kegiatan ini, para guru dapat menerapkan teknik-teknik penulisan artikel pendidikan dan membuat karya tulis yang berkualitas, serta dapat dipublikasikan baik secara online atau tercetak di media massa.

“Guru semakin ditantang untuk menguasai keterampilan menulis dalam mengembangkan profesinya. Apalagi di era revolusi industry 4.0. Kita dituntut untuk menguasai literasi teknologi. Menulis di blog dan berbagai media online, menjadi alternatif untuk menyimpan karya tulis kita. Kita juga memiliki wadah untuk mengembangkan berbagai berita tentang sekolah di Kabupaten Bandung Barat yaitu melalui Newsroom.Terima kasih kepada guru, kepala sekolah, dan pengawas yang telah berpartisipasi mengikuti kegiatan ini, sungguh di luar dugaan.” ucap Dadang saat membuka acara workshop ini.

Lebih lanjut Dadang mengatakan bahwa bergulirnya wadah untuk menulis pemberitaan sekolah melalui Newsroom, membuat lingkungan pendidikan se-Kabupaten Bandung Barat mengetahui berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh sekolah. Tentu pemberitaan yang diangkat menjadi semangat dan inspirasi tersendiri bagi sekolah-sekolah yang membacanya. Dengan demikian setiap sekolah diharapkan aktif membuat pemberitaan tentang sekolahnya.

“Pembentukan Newsroom pada awalnya diilhami oleh keinginan dari Dinas Pendidikan untuk mengangkat berbagai kegiatan yang dilaksanakan di setiap sekolah. Kepala sekolah hanya mengirimkan 5W+1H serta komentar kepala sekolah atau komentar tokoh lain yang berhubungan dengan kegiatan yang dilakukan. Tim Newsroom akan meramu berita tersebut dengan aturan pemberitaan yang disepakati.” Ungkap Dadang.

Moh. Syarif Hidayat dari Balai Bahasa memaparkan bahwa Balai Bahasa siap bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Bandung Barat dalam berbagai kegiatan literasi, seperti seminar, pelatihan-pelatihan literasi untuk guru dan siswa, pemateri literasi dari Balai Bahasa, dan berbagai kegiatan lomba literasi.

“Jika Bapak/Ibu memiliki artikel dan ingin dimuat di majalah kami, Silahkan Bapak/Ibu kirimkan ke balaibahasajabar@gmail.com untuk lebih jelasnya kunjungi laman Bahasa balaibahasajabar.web.id. Dan jika Bapak/Ibu ingin mempublikasikan karya tulis ilmiahnya, silahkan kirimkan ke Jurnal Metasastra dengan alamat metasastra.web.id. Jika karya Bapak/Ibu memenuhi syarat. Insya Allah kami akan muat.” Papar Syarif dalam sambutannya.

Founder Bening Saguling Foundation Indra Darmawan menjelaskan tentang kegiatan yang dilakukan di Bening Saguling. Diantaranya yang berhubungan dengan penyelamatan lingkungan, pemberdayaan masyarakat, pendidikan, dan literasi. Diawali dari keprihatinan Indra, melihat Sungai Citarum yang dijuluki septic tank raksasa,. Indra berinisiatif memberdayakan masyarakat pemulung di sekitar waduk untuk melestarikan lingkungan di sekitar Waduk Saguling dengan membuat berbagai produk dari sampah unorganik dan dari eceng gondok. Bening Saguling juga memiliki sekolah alam dengan biaya gratis. Penyelengaraan berbagai event yang berhubungan dengan pendidikan sering dilaksanakan di sini. Taman Bacaan Masyarakat (TBM) banyak dikunjungi oleh masyarakat sekitar.

“Saya sangat prihatin dengan tumpukan sampah dan tumbuh suburnya eceng gondok di Waduk Saguling. Tahun 2014 didirikanlah Bening Saguling Foundation, di mana para pengurus dan anggotanya adalah pemulung dan masyarakat miskin. Perlahan tapi pasti kami membuat berbagai produk dari sampah dan eceng gondok. Para volunteer lingkungan dari dalam dan luar negeri, mendatangi Bening Saguling untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya melestarikan lingkungan. Di sini kami juga memiliki sekolah alam tanpa biaya alias gratis, dan Taman Bacaan Masyarakat yang bukunya disuplai dari Balai Bahasa dan para dermawan.” Ujar Indra.

Sementara itu pemateri, workshop penulisan artikel Eriyandi Budiman, menyajikan materi dalam suasana santai tapi tetap serius. Selingan humor yang segar membuat peserta fokus terus memperhatikan, bertanya tentang banyak kepanasaran dalam menulis artikel pendidikan, menjawab dan berpendapat tentang ide-ide cerdas yang mereka miliki dalam membuat artikel.

“Peserta dibagi menjadi 10 kelompok, setiap kelompok terdiri dari 7- 8 orang dan didampingi oleh 1 orang dari Tim Newsroom sebagai mentor. Setiap anggota kelompok memilih satu tema yang sudah ditetapkan tentang pendidikan. Aturan penulisan untuk artikel yang dibuat peserta diantaranya jenis huruf arial dengan ukuran 11, margin 4-4-3-3, spasi 1.5, paragrap menjorok, jumlah kata sekitar 500-1500 kata. Selanjutnya, jika ada peserta yang membutuhkan bimbingan dalam menyelesaikan artikel, bisa dilakukan secara online. Setelah merasa mantap dengan karyanya, peserta dipersilahkan mengirimkan artikelnya ke saya. Hidup ini harus selalu bermanfaat.Tinggalkan jejak dengan menulis!” pungkas Eri.