Menumbuhkan Kreativitas Peserta Didik dengan Tarian Tradisional

Oleh: Nia Kurniawati, S.Pd. SD
(SDN 2 Kertamulya)

Tujuan Pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beiman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta betanggung jawab (Pasal 3, UU No. 20 Tahun 2003). Tujuan ini sejalan dengan Profil Pelajar Pancasila dan Filosofi Pendidikan dari tokoh terkenal Indonesia Ki Hadjar dewantara bahwa guru harus menuntun anak, belajar dikolaborasi permainan, menghamba pada anak, peningkatan budi pekerti serta bekerja seperti petani agar anak dapat tumbuh dan berkembang seperti bibit yang diolah.

Dalam kurikulum 2013 terdapat model pembelajaran proyek (Project Basic Learning). Pada pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya, kompetensi keterampilan, peserta didik dituntut mampu menghasilkan karya seni seperti menarikan tarian tradisional Indonesia, sehingga model pembelajaran Project based Learning cocok untuk diterapkan.

Selain itu. pendidikan seni tari kepada peserta didik dilakukan untuk menanamkan sikap spiritual, disiplin dan tanggung jawab dalam belajar. Dalam tarian tersebut terkandung nilai, filosofi, simbol dan unsur religius yang dapat mempengaruhi sikap dan perilaku peserta didik.

Seni tari juga dapat membantu peserta didik ke arah pembentukan pribadi yang erat hubungannya dengan pembentukan sikap sosial. Secara tidak langsung peserta didik menyadari bahwa masing-masing individu sebagai makhluk ciptaan Tuhan, makhluk individu dan makhluk sosial. Dengan pendidikan seni perilaku peserta didik dapat terbentuk ke arah yang lebih baik karena seni dapat mengenalkan nilai-nilai dan norma-norma kepada peserta didik.

Dengan melihat hal tersebut, penulis berusaha mengaitkan belajar seni tentang tarian (Ing Ngarso Sung Tulodho) dengan literasi dari link you tube, di tengah membangun semangat    (Ing Madyo Mangun Karso) dengan memberikan arahan apa yang harus dipersiapkan, memberi dorongan dari belakang (Tut Wuri Handayani)  berupa kegiatan menginatkan tugas proyek ini agar dikerjakan.

Begitu pula pada mata pelajaran SBDP (Seni Budaya dan Prakarya). Hal tersebut seperti yang penulis laksanakan pada materi pembelajaran Seni Tari di SD Negeri 2 Kertamulya. Di sana munculnya kreativitas peserta didik. Untuk menanamkan kreativitas tersebut di dalam pembelajaran seni tari, penulis menggunakan media audio visual dalam penampilannya.

Dalam aksi nyata ini penulis berusaha merancang pembelajaran menyenangkan dengan metode pemberian tugas/proyek membuat perencanaan dan mempraktekkan tarian tradisional sesuai dengan iringan berdasarkan kreativitas peserta didik, lagu daerah untuk iringan agar mengenal budaya tradisional Indonesia.

Adapun langkah-langkah yang diberikan guru pada peserta didik selama 3 x pertemuan, yaitu pada pertemuan pertama (Kamis, 25 Agustus 2022) yang dilakukan peserta didik adalah  menyaksikan tayangan video beberapa tarian tradisional dari berbagai daerah di dalam kelas dari link you tube melalui layar proyektor.

Setelah menyaksikan video dari link youtube, peserta didik dengan bimbingan  guru mengidentifikasi dari mana tarian itu berasal, jumlah peserta tari, pola lantai yang digunakan, dekorasi, busana dan tata riasnya, kemudian peserta didik membentuk kelompok tari dan memilih tarian tradisional yang akan ditampilkan.

Pada pertemuan kedua (Kamis,1 September 2022)  dengan bimbingan guru, peserta didik menampilkan hasil latihan di dalam kelas dengan melakukan berbagai perbaikan sebelum ditampilkan pada minggu yang akan datang. Saat itu mereka mulai merancang properti yang akan digunakan.

Akhirnya, pada pertemuan yang ketiga (Jumat, 9 September 2022),  peserta didik diberikan kesempatan untuk mempresentasikan gerakan tarian tradisional tersebut  di luar kelas (lapangan) agar peserta didik tidak merasa bosan belajar di dalam kelas. Dalam pementasan ini disaksikan juga oleh para guru, peserta didik berbeda kelas dan orang tua.

Capaian Kegiatan

Hasil perencanaan dan praktek tarian berupa video, nilai untuk proyeknya. Terdapat dalam link you tube https://youtu.be/L10ecuLHAjU. Dari aksi nyata terlihat kreativitas  dan antusias dari peserta didik dalam mempaktekkan tarian tradisional tersebut terbukti dari saat membuat perencanaan, berlatih dan mempresentasikan tarian tersebut.

Dalam hal ini peserta didik lebih aktif dalam proses pembelajaran. Peserta didik terlibat langsung dengan membuat dari persiapan menentukan gerak yang disesuaikan dengan iringan musik lagu daerah Indonesia, belajar berkolaborasi secara gotong royong dengan kelompoknya dalam membuat property tari. Hal ini dapat meningkatkan motivasi dalam proses belajar yang dilaksanakan.  Setelah peserta didik menyelesaikan tugas praktik menarikan tarian tradisional, mereka secara  langsung dapat merasakan dan memahami makna tarian tersebut yang pada akhirnya melalui pembelajaran seni tari di SD Negeri 2 Kertamulya khususnya dan peserta didik lain umumnya dapat menumbuhkan kreativitas peserta didik.

Berdasarkan rangkaian kegiatan tersebut, penulis melakukan refleksi dan evaluasi, dan merencanakan perbaikan untuk pelaksanaan yang akan datang, yaitu melakukan inovasi pembelajaran dengan tugas/proyek yang lain pada mata pelajaran lainnya, melakukan kolaborasi dengan rekan sejawat terkait pembelajaran, berbagi pengalaman dari proses pembelajaran yang telah dilakukan, melakukan refleksi bersama peserta didik dan melakukan perbaikan-perbaikan tentang pembelajaran yang berpihak pada peserta didik.

Profil Penulis

Nia Kurniawati, S.Pd. SD, lahir di Bandung, 30 Januari 1980. Domisili di Kp. Babakan RT 01/02 No. 80 Ds. Ciburuy Kec. Padalarang Kab. Bandung Barat. Menempuh pendidikan di D2 di STAI Siliwangi th 2003, S1 di Universitas Terbuka th 2013. Pertama mengajar di TK Rian Kumarajaya (1998-2003), Guru Bantu di SD Negeri 2 Kertamulya (2003-2008), dan CPNS & PNS di SD Negeri 2 Kertamulya (2008-sekarang). Selain mengikuti beberapa pelatihan dan bimbingan teknis, sekarang sedang menempuh PGP angkatan 4.