MERAJUT KEMANDIRIAN MELALUI PRAMUKA DI MASA PANDEMI

Oleh:  Dra.Hj. Yeti Resmiati, M.M.

(Kepala SMPN 2 Parongpong)

Pandemi covid-19 rupanya tak kunjung membaik hingga memasuki Tahun Pelajaran Baru 2020/2021. Namun bagi sebuah lembaga pendidikan, khususnya di SMPN 2 Parongpong tidak banyak  perubahan yang dilakukan di bidang pendidikan  sebagai upaya penyesuaian antara kurikulum dan pembelajaran dengan kondisi saat ini.  Menanggapi persoalan pendidikan tersebut  terkait implementasi kurikulum dan pembelajaran di sekolah menengah pada masa Pandemi covid-19, semua kegiatan pembelajaran dilakukan secara daring atau online. Tapi di masa Pandemi Covid-19 ini, tidak membuat semangat khususnya kegiatan Ekstrakulikuler Pramuka menjadi luntur dan lemah. Justru para pendidik dan peserta didik menjaga semangat belajar meskipun menghadapi masa pandemi. semangat Pramukanya  makin kuat sekuat baja. Mereka lebih bersemangat untuk selalu melaksanakan berbagai kegiatan walaupun dilakukan secara virtual.

Sesuai dengan latar belakang tujuan pendidikan nasional yang  berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat. Dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, pendidikan nasional juga bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulya, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis, serta bertanggung jawab (Undang- Undang Sisdiknas, Nomor 20 Tahun 2003, 2008: 12 ).

Selanjutnya, disampaikan pula bahwa keberadaan sekolah sebagai suatu lembaga pendidikan yang mumpuni untuk berkembangnya potensi peserta didik diharapkan terjadi perubahan sikap atau karakter  keterampilan, dan pengetahuan. Sebagai modal dasar untuk membangun karakter pribadi dan menyiapkan pengetahuan yang diperlukan bagi pembangunan mental spiritual dirinya, keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara sehingga berpengaruh positif pada pencitraan dan pembentuk generasi di masa depan dengan predikat insan kamil atau manusia pilihan yang bermanfaat. Selain itu, Program Pendidikan Karakter dengan istilah PPK (Penguatan Pendidikan Karakter) merupakan salah satu program peningkatan kualitas pendidikan yang sudah diatur dalam UU Nomor 87 Tahun 2017. Nilai-nilai yang ditanamkan PPK di antaranya adalah religius, kemandirian, nasionalisme, integritas, dan gotong royong.

Berdasarkan uraian yang tersurat dari tujuan – tujuan Sisdiknas  di atas, upaya untuk mengaktualisasikan cita-cita tersebut, penulis  melaksanakan  kegiatan lomba Pramuka yang diselenggarakan setiap tahun di sekolah. Memang kegiatan Pramuka adalah kegiatan yang paling banyak diminati di setiap sekolah karena merupakan kegiatan ekskul yang wajib diikuti oleh semua peserta didik. Mengapa demikian? Karena kegiatan Pramuka ini  berorientasi untuk membentuk perilaku para peserta didik agar memiliki watak dan kepriadian yang mumpuni yaitu berbudi luhur, serta memiliki sifat atau karakter dan jiwa patriotisme, visioner, serta suka berkorban untuk kepentingan orang banyak dalam tujuan yang mulya.

Masuknya pendidikan Pramuka dalam struktur kurikulum pada pendidikan dasar dan menengah di SMP Negeri 2 Parongpong patut diapresiasi. Pramuka dianggap sebagai wahana pembentukan karakter peserta didik karena dalam Pramuka para peserta didik dilatih kepemimpinan, berirganisasi yang baik dan benar,  kerja sama yang baik, solidaritas, kesetiakawanan,  kemandirian, dan keberanian serta gotong royong. Kegiatan lomba Pramuka yang diwadahi oleh Osis tentunya sejalan benar dengan tujuan yang terdapat dalam program kurikulum sehingga mampu memberi kontribusi bagi pelakasanaan kegiatan di sekolah.

Sejalan dengan Program Kegiatan Pelaksanaan Kurikulum di SMP Negeri 2 Parongpong yang tentunya berwawasan pendidikan budaya dan karakter bangsa. Maka untuk melihat sejauh mana pencapaian keberhasilan penerapan atau pengembangan budaya dan karakter bangsa yang diterapkan di sekolah, diperlukan adanya satu evaluasi yang berkaitan dengan pendidikan budaya dan karakter bangsa yang diterapkan di sekolah. Oleh karena itu, sekolah membuat Pedoman Penilaian Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa yang digagas dan direalisasikan dalam lomba Pramuka oleh Organisasi Siswa Intra Sekolah ( OSIS) secara firtual. Salah satu upaya untuk mencapai tujuan pendidikan karakter tersebut adalah melalui jalur pembinaan peserta didik dengan kegiatan lomba Pramuka yang dilaksanakan secara daring.

Dengan kegiatan lomba tersebut, peserta didik beroleh pengalaman serta memiliki aktivitas dan krestivitas serta pengetahuan dan  pengalaman berorganisasi di sekolahnya sekalipun masa PJJ.  Sekolah sebagai lembaga pendidikan tentunya ikut bertanggung jawab terhadap pencapaian tujuan pendidikan nasional yang berkarakter agar para peserta didik memiliki jiwa patriotik, rasa cinta tanah air, semangat kebangsaan, dan kesetiakawanan sosial melalui lomba Pramuka sekalipun masa Pandemi Covid masih belum sirna.

Oleh karena, peserta didik sebagai calon-calon generasi milenial perlu diberi kesempatan bergelut dan menekuni lomba kePramukaan dengan kegiatan positif yang bermakna selaras dengan pendidikan karakter. Bila karakter peserta didik sudah terbentuk, tentunya keberlangsungan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) yang bermakna akan bisa terus bertahan sebagaimana diharapkan oleh para pendidik,  para orang tua, komite,  dan warga sekolah.

Selain itu, kegiatan ini juga dilaksanakan dalam rangka pembinaan pasukan Pramuka penggalang. Kegiatan ini mesti dipersiapkan sejak awal utamanya untuk mengikuti kegiatan lomba- lomba perkemahan maupun lomba-lomba yang lainnya jika ada di tingkat Kwarran (kecamatan) maupun tingkat  Kwarcab (kabupaten).  Namun, bagaimana caranya agar kegiatan tersebut bisa terlaksana dengan efektif dan adaptif sekalipun masa pandemi ? Mengingat masa pandemi COVID-19 ini belum berakhir, tentunya diperlukan berbagai kebijakan sekolah yang membuat peserta didik dapat mengikuti kegiatan lomba tersebut. Kewenangan tentu ada di pihak sekolah, khususnya kepala sekolah sebagai manager dan  sebagai pemangku kebijakan.

Langkah selanjutnya perlu dilakukan berbagai upaya dan jurus- jurus tertentu agar tidak menyebabkan  Virus membahana?

Bagaimanakah agar kegiatan Pramuka tetap eksis sehingga dapat  melaksanakan lomba Pramuka di setiap satuan pendidikan sekalipun situasi Covid – 19 masih menjadi misteri? Mengingat adanya isu- isu  kemunculan dan penyebaran COVID-19 yang menimbulkan dampak di berbagai lini kehidupan?  Tak terkecuali di bidang pendidikan, khususnya dalam kegiatan Pramuka sebagai bagian dari kegiatan ekstrakurikuler dalam satuan pendidikan. Maka, diperlukan jurus- jurus yang handal dan profesional agar kegiatan Pramuka di satuan pendidikan tetap berjalan, sekalipun dengan kegiatan yang sederhana.

Penulis berpendapat bahwa kegiatan pembelajaran Ekstrakurikuler Pramuka di satuan pendidikan manapun perlu terus dibangkitkan dan ditumbuhsumburkan  dengan berbagai kegiatan lomba sekalipun pandemi. Memang, banyak tantangan yang dihadapi,

antara lain biaya yang harus dikeluarkan untuk pemberian  hadiah atau penghargaan. Sekalipun masih ada tenaga pendidik yang merasa was- was atau mengutamakan kegiatan

pembelajaran yang esensial.  Banyak peserta didik yang kurang antusias dalam belajar apalagi mengikuti lomba Pramuka. Ataupun orang tua yang merasa was-was mengikuti kegiatan lomba lantaran situasi pandemi masih terus naik-turun.  Namun, penulis meyakini bahwa dalam situasi apapun kegiatan Pramuka harus tetap dilaksanakan, sekalipun dilakukan dalam bentuk kegiatan virtual atau daring.

Kegiatan ini bukan hanya tertera dalam program sekolah saja sebagai hiasan belaka. Ini merupakan  proses berkelanjutan yang mesti dipertahankan dan dilakukan dalam kegiatan nyata di satuan pendidikan setiap tahun sehingga pandemi jangan dijadikan kendala. Hal yang paling utama adalah kreativitas dan aktivitas, dan rasa memiliki sekolah yang tinggi dari semua pihak untuk saling bekerja sama, saling mendukung agar kegiatan terlaksana dengan baik. Oleh karena itu, diperlukan kekompakan, kesepakatan, komitmen,dan pemufakatandi antara tim dalam satuan pendidikan, yaitu peran kepala sekolah, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, komite, peserta didik, dan orang tua peserta didik. Semua komponen ini harus memiliki komitmen yang kompak dan profesional sesuai bidang dan tugas masing-masing.

Namun, yang paling berpengaruh dan utama adalah bukan hanya keteladanan dan disiplin kepala sekolah dan tim pengembang sekolah yang handal dan profesional, melainkan juga antusias, kreativitas, aktivitas, komitmen, dedikasi, kolaborasi,  serta pengorbanan rasa memiliki sekolah yang besar dari setiap individu agar sekolah lebih maju dan berkembang.

Sebagaimana kita ketahui dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 12 Tahun 2020 disebutkan bahwa tujuan gerakan Pramuka membentuk setiap anggota Pramuka agar memiliki kepribadian beriman, bertaqwa, dan berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, dan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa. Bertolak dari tujuan tersebut, kita dapat menangkap makna bahwa gerakan Pramuka adalah  kawah andradimuka katanya. Maksudnya, bahwa pembentukan karakter generasi milenial Indonesia adakah harus berlandaskan pancasila.

Atas dasar prinsip tersebut, Pramuka merupakan media efektif untuk menempa generasi milenial di satuan pendidikan sehingga akan tumbuh dan dapat mengembangkan dirinya secara optimal. Melalui intensitas berbagai lomba ini, akan tumbuh tekad semangat, dan jiwa-jiwa pengabdian dan pelayanan generasi milenial yang semakin membumi. Pentingnya generasi milenial sebagai pewaris dan pelanjut dalam melanjutkan perjuangan, dan merawat bangsa yang telah diperjuangkan oleh para pendahulunya.

Gagasan mulia tersebut di atas mengilhami penulis untuk melaksanakan lomba Pramuka di satuan pendidikan. Kegiatan harus tetap memperhatikan plan, do, see atau persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Utamanya adalah wajib memperhatikan peotokol kesehatan yang ketat. Maka penulis dengan tim di satuan pendidikan sebagai pemangku kebijakan segera melakukan tindakan yang dikenal dengan ” JIBAKU DUPONG”.Ini menjadi satu instruksi yang harus segera dijalankan. Tentu saja ini menuntut penyesuaian dari semua pihak terutama pemangku pendidikan, baik tenaga pendidik, peserta didik, dan juga orang tua peserta didik.

Kegiatan perlombaan Pramuka merupakan ajang kompetensi peserta didik yang perlu terus diagungkan dan digaungkan karena berpengaruh pada perilaku peserta didik. Apalagi menjelang PTM (Pembelajaran Tatap Muka) sekarang ini antusias dan perilaku peserta didik dan para pendidik perlu segera dibangun kembali. Pelaksanaan kegiatan lomba Pramuka ini akan lebih banyak dilakukan di rumah, tidak dilaksanakan di sekolah mengingat sangat situasi pandemi saat ini. Aktivitasnya pun dikemas dalam bentuk kegiatan ringan namun menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis, dan terjangkau, serta mudah didapat, dan tidak memberatkan. Kegiatan lomba ini tidak hanya sekadar ekstrakurikuler dengan beragam kegiatan yang menyenangkan saja, tetapi juga peserta didik akan kaya dengan pengalaman, wawasan, dan pengetahuan dalam kehidupan nyata untuk mencapai keterampilan hidup dalam kegiatan sehari-hari. Beberapa aspek yang hendak ditumbuhkan dalam lomba Pramuka sebagai model lomba yang lebih efektif tetapi priduktif adalah:

Pertama lomba memakai baju Pramuka yang lengkap dan praktis. Dilakukan bisa secara individu atau kolaborasi dengan teman minimal 3 orang dan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Hal ini dilakukan agar para peserta didik sebagai generasi milenial mampu memberikan contoh pemakaian seragam yang lengkap sesuai dengan tata tertib sekolahnya. Mulai dari memakai sepatu, dasi, ikat pinggang, serta atribut-atribut Pramuka yang lainya yang lengkap. Waktu yang digunakan dalam lomba hanya 15 menit. Kegiatan ini dapat mengasah karakter disiplin dan tanggung jawab, serta taat aturan.

Kedua, lomba P3K dan simpul tali-temali. Dengan cara ini pesera didik dapat memasang tandu untuk menolong temannya yang mendapat kecelakaan. Kegiatan ini bisa mengasah karakter gotong-royong pada diri peserta didik. Karakter gotong royong atau menolong teman dapat dibangun melalui pembelajaran P3K dan simpul tali-temali. Mereka bersama-sama membuat tandu lalu memandu orang yang sakit. Pekerjaan tersebut tentu tidak bisa sendiri, mau tidak mau peserta didik harus bersosialisasi dengan yang lain. Namun terbatas hanya dilakukan oleh 4 orang sehubungan dengan masa pandemi, mereka harus tetap memerhatikan protokol kesehatan.

Lomba memakai masker, mencuci tangan, dan menggunakan handsanitizer. Ini sangat penting sebagai pengalaman berharga bagi para peserta didik yang akan menghadapi PTM sebentar lagi. Kepedulian menanamkan aspek 3M bahkan 5M perlu terus dilakukan sehingga memberikan kontribusi dalam menjaga kesehatan bagi dirinya dan keluarganya. Melakukan gerakan 3M atau 5M merupakan keharusan sehingga menjadi suatu kewajiban. Kegiatan ini bisa mengasah karakter menghargai untuk selalu menjaga jarak, disiplin, tanggung jawab, gotong royong, peduli, serta rasa percaya diri karena percaya bahwa virus tidak akan tertularkan pada dirinya dan orang lain.

Ketiga, lomba membuat poster yang berisi tema pokok permasalahan dalam mengampanyekan hidup sehat, memakai masker, mencuci tangan, mematuhi protokol kesehatan, menggunakan handsanitizer, menghindari kerumunan, dll. Hal ini dilakukan agar pada masa kebiasaan baru, gerakan Pramuka mampu memberikan pencerahan kepada publik agar laju penyebaran COVID-19 bisa dicegah. Kegiatan ini bisa mengasah karakter kepedulian lingkungan, kepedulian tanah air, tanggung jawab, rasa solidaritas, kesetiakawanan, dan rasa disiplin yang tinggi yang tumbuh pada dirinya.

Program Pramuka melalui kegiatan lomba-lomba ekstrakurikuler maupun intrakurikuler hàrus disesuaikan dengan minat, bakat, dan kemampuan peserta didik. Kegiatan lomba Pramuka ini harus melibatkan Osis sebagai panitia secara online. Namun, tentu saja bimbingan pendidik, para pembina, dan orang tua peserta didik ikut menyukseskan kegiatan tersebut. Akhir dari kegiatan lomba Pramuka ini adalah setiap peserta didik yang menjadi juara akan mendapatkan reward atau penghargaan dari sekolah. Hal ini dilakukan dalam rangka untuk menarik, mempertahankan, dan memotivasi peserta didik agar mencapai tujuan pembelajaran sekalipun PJJ. Besar-kecilnya reward yang diberikan bergantung kepada jenis dan wujud pencapaian yang diraih serta kepada siapa reward itu diberikan.

Reward adalah memberikan sesuatu kepada orang lain sebagai penghargaan atau kenang-kenangan (cinderamata). Tujuan yang dicapai adalah meningkatkan motivasi intrinsik dari motivasi ekstrinsik. Pemberian reward diharapkan dapat membangun suatu hubungan yang positif antara pendidik dengan peserta didik karena reward adalah bagian dari rasa kasih sayang kepada sesama. Adapun reward yang diberikan kepada para juara, peserta didik juga mendapatkan nilai tambahan dalam rapor, diberikan piagam penghargaan dari sekolah, serta diberikan tanda mata berbentuk barang dari wali kelas. Ini merupakan  hasil kerja sama dengan orang tua peserta didik. Hadiah tanda mata ini berbentuk barang berupa alat-alat keperluan sekolah, seperti pensil, penggaris, buku, penghapus, dll.

Dari uraian di atas, penulis  berkesimpuulan bahwa dengan diselengarakannya lomba Pramuka terampil di lingkungan SMP Negeri 2 Parongpong, para peserta didik dapat mengembangkan kreativitasnya. Banyak hal positif yang mereka dapatkan setelah mengikuti kegiatan perlombaan Pramuka ini. Karakter disiplin dan bertanggung jawab para peserta didik terasah melalui kegiatan ini. Terutama di masa pandemi saat ini, dengan mengikuti kegiatan perlombaan ini, peserta didik terstimulasi untuk saling menjaga dan menghargai. Hal ini terlihat dari sikap untuk selalu menjaga jarak, tanggung jawab, gotong royong, dan peduli. Tingkat kepercayaan diri peserta didik juga tumbuh karena percaya bahwa virus tidak akan tertularkan pada dirinya dan orang lain jika bertanggung jawab atas kebersihan diri dan mematuhi protokol kesehatan. Para peserta didik juga mampu mengasah kepekaan dan kepedulian mereka baik peduli terhadap lingkungan, sosial, maupun negara. Selain itu, pemberian reward atas pencapaian peserta didik yang berhasil dalam perlombaan menciptakan relasi yang kuat dan hangat serta kasih sayang di antara kepala swkolah, pendidik dan peserta didik, serta orang tua peserta didik. Hal yang paling utama dari penyelenggaraan perlombaan Pramuka ini adalah tumbuhnya tekad semangat jiwa-jiwa pengabdian dan pelayanan generasi milenial yang semakin membumi sebagai pewaris dan pelanjut dalam melanjutkan perjuangan, dan merawat bangsa yang telah diperjuangkan oleh para pendahulunya. Aamiin Yaa Rabbal Aalamiin. Semoga.🤲🤲🤲🙏

 Lembang, Juli 2021,

Profil Penulis

Nama                                      :  Dra. HJ. Yeti Resmiati, M.M.

Alamat                                    :  Jl. Maribaya langensari, No. 207, Rt 04/ Rw 03, Ds. Langensari, Kec. Lembang, Kab. Bandung Barat

Tempat/ Tanggal Lahir   : Garut, 04 juni 1963

Unit Kerja                              : SMPN 2 Parongpong

Pekerjaan                             : Kepala Sekolah

Alamat email                        : yetiresmiati1963@gmail.com