MISELY-MINUMAN SEHAT LIDAH BUAYA, INOVASI UNGGULAN SMPN 2 NGAMPRAH

Bandung Barat-disdikkbb.org– SMPN 2 Ngamprah kembali meluncurkan inovasi unggulan berupa produk minuman sehat yang dibuat dari tanaman lidah buaya. Sekolah yang sarat dengan prestasi di bidang lingkungan hidup tersebut, baru-baru ini dinobatkan sebagai Sekolah Adiwiyata Mandiri 2023, dan berhak menerima tropi bergengsi dari Menteri Kependudukan Lingkungan Hidup di Jakarta, setelah sebelumnya juga menyabet peringkat terbaik kedua sebagai Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) tingkat nasional tahun 2023.

Kepala SMPN 2 Ngamprah, Agus Samsu Permana, dalam siaran Podcast Bisa Cerdas yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Kab.Bandung Barat, menyampaikan bahwa pihaknya terus mendorong warga sekolah untuk berinovasi.

Lebih jauh disampaikan, sesuai dengan visi sekolah yang diusungnya, sekolah terus menggali dan mengembangkan potensi yang dimiliki. Salah satunya, adalah Misely, minuman sehat yang dibuat dari tanaman lidah buaya.

“Kami terus mendorong warga sekolah untuk berinovasi. Terlebih hal tersebut sesuai dengan visi kami, yakni Sikap Aktif, yakni siaga kependudukan dan peduli lingkungan, berakhlak mulia, kreatif, terampil,dan inovatif. Dengan visi tersebut, maka Misely hadir sebagai hasil inovasi sekolah,” ujarnya.

Dijelaskan Kepala Sekolah yang pernah menyandang sebagai kepalasekolah terbaik pertama KBB 2017, KS terbaik kelima Prov. Jawa Barat 2017, dan Juara 3 dalam TOT KS Supervisi IPA Nasional tahun 2020 tersebut, bahwa Misely merupakan produk unggulan sekolah yang dikelola oleh KKR-Kader Kesehatan Remaja SMPN 2 Ngamprah.

Sementara itu, dalam Podcast Bisa Cerdas yang dipanduoleh Dr. Wika tersebut, dipaparkan bahwa produk yang dibuat dengan tujuan untuk menjadikan seluruh warga sekolah sehat dan segar tersebut, memanfaatkan tanaman lidah buaya yang tumbuh subur di lingkungan sekolah.

“Latar belakang kenapa Misely dibuat, karena tanaman lidah buaya adalah tanaman unggulan SMPN 2 Ngamprah yang sudah ada sejak tahun 2017.¬† Tanaman ini mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan tumbuh, namun sangat jarang orang tahu bahwa lidah buaya bisa dikonsumsi menjadi makanan, ataupun Minuman. Maka KKR SMPN 2 Ngamprah berinisiatif untuk membuat minuman yang sehat dan bisa dikonsumsi oleh semua kalangan,” paparnya.

Diungkapkan juga bahwa manfaat Misely sangat banyak, seperti, mampu mencegah dehidrasi, mencegah jerawat, mengatasi kulit kering, melembabkan kulit dan meredakan peradangan, mengatasi sembelit danasamlambung, hingga mampu mengontrol kadar gula darah.

“Cara membuat Misely, yakni buat jelly lidah buaya terlebih dahulu dengan cara, ambil satu buah daun lidah buaya. Kemudian potong atau buang 2 sisi pinggir daunnya. Setelah itu buang kulit bagian atas dan bawahnya, sehingga yang tersisa hanya bagian tengahnya yang berupa jelly berwarna bening. Selanjutnya, jelly tersebut dipotong seperti dadu. Cuci dengan air mengalir hingga tidak ada lagi lendir yang tersisa. Untuk mengetahui bahwa jelly tersebut sudah siap diolah, jika kita mengecapnya tidak terasa pahit. Lalu, rebus biji selasih sampai mengembang lalu dinginkan. Setelah itu, masukan jelly, biji selasih, syrup dan air ke dalam gelas. Lalu, aduk hingga merata. Dan, Misely siap dihidangkan,” jelasnya.

Di sisi lain, sesuai dengan jargon yang diusung sekolah, Agus Samsu menandaskan pihaknya berharap segala kreativitas dan inovasi warga sekolah akan melahirkan para lulusan yang berkualitas dan menjadipribadi yang bermanfaat di manapun mereka berada.

“Jargon yang kami usung, yakni “Senyum”, sehat, nyaman, unggul dan mandiri, diharapkan para lulusan kami,jika mereka melanjutkan ke SMA, kemudian masuk perguruan tinggi harus menjadi mahasiswa yg baik. Jika mereka melanjutkan ke SMK harus menjadi pekerja yang baik, dan jika melanjutkan ke pesantren harus menjadi Ustad dan ustadah yang baik. Tegasnya, harus menjadi pribadi yang berkualitas dan bermanfaat bagi sebanyak-banyaknya masyarakat,” tandasnya.***

Pewarta/Editor: Adhyatnika Geusan Ulun-Tim Peliput Berita Pendidikan Bandung Barat. Sumber: Podcast Bisa Cerdas-Sekreatriat Dinas Pendidikan Kab.Bandung Barat.