MPLS DI MASA PANDEMI COVID-19, BERKUALITAS?

Oleh: Adhyatnika Geusan Ulun

“Penyelenggaraan MPLS di sekolah di tengah situasi pandemi Covid-19 saat ini hendaknya disikapi dengan bijak. Penyelenggaraannya yang efisien dengan prinsip murah, mudah, meriah, dan masal sehingga tidak menyulitkan para peserta, diyakini dapat menjadikan program ini berkualitas.”

Agenda Rutin Tahunan Sekolah
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) merupakan salah satu agenda rutin tahunan yang diselenggarakan sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan siswa baru pada seluruh komponen sekolah beserta aturan, norma, budaya, dan tata tertib di dalamnya. Hal inipun dalam rangka mempersiapkan mereka untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan lebih baik. Kemudian memperkenalkan dan menyatukan siswa dengan warga sekolah lainnya dalam rangka membangun lingkungan sosial yang menyenangkan, inspiratif, edukatif, dan kondusif;

Tujuan selanjutnya adalah, menanamkan wawasan wiyata mandala sehingga siswa baru memahami hak dan kewajibannya, termasuk memahami fungsi dan peran sekolah, guru, siswa dan masyarakat lingkungan sekolah. Semuanya dalam rangka mewujudkan visi, misi, dan tujuan pendidikan secara komprehensif dan berkelanjutan. Seterusnya adalah menanamkan sikap mental, spiritual, budi pekerti yang baik, tanggung jawab, toleransi, dan berbagai nilai positif lain pada diri siswa sebagai implementsi penanaman konsep iman, ilmu, dan amal;

Berikutnya adalah meningkatkan kepedulian siswa baru terhadap masalah lingkungan dalam rangka menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, hijau, aman, dan nyaman. Kemudian, memperkenalkan berbagai kegiatan dan prestasi sekolah baik intrakurikuler, ekstrakurikuler, maupan nonkurikuler agar menjadi motivasi bagi peserta masa pengenalan lingkungan sekolah. dan terakhir adalah meningkatkan kepedulian peserta masa pengenalan lingkungan sekolah terhadap lingkungan dalam upaya menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, hijau, aman, dan nyaman.

MPLS di Masa Pandemi Covid-19
Di masa pandemi Covid-19 saat ini, sekolah dihadapkan satu permasalahan besar dalam melaksanakan program MPLS. Sebagian di antaranya menyelenggarakan secara daring. Tidak sedikit pula yang luring dan bahkan kombinasi. Tentu dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Sejumlah ketentuan telah dikeluarkan oleh stakeholders. Hal ini tidak terlepas dari Permendikbud No. 18 Tahun 2016, yang di antaranya memberikan keleluasan sekolah untuk menyelenggarakan kegiatan MPLS yang bermanfaat, bersifat edukatif, kreatif dan menyenangkan serta bermakna.

Seperti diketahui tujuan pendidikan nasional bertujuan menghasilkan manusia Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Oleh karena itu kegiatan MPLS merupakan momen tepat untuk menginformasikan sejumlah program  pendidikan dan profil sekolah kepada siswa baru. Termasuk mencetak mereka menjadi generasi unggul dan berkarakter.

Di sisi lain, untuk sekolah yang melaksanakan MPLS moda daring, umumnya berada dalam kualitas layanan komunikasi yang baik dan bersiswakan kalangan menengah ke atas. Namun untuk sekolah yang berada di daerah hal tersebut sulit diselenggarakan. Sehingga jika diterapkan akan menjadi masalah yang komplek. Tidak sedikit para orang tua mengeluhkan kondisi ini. oleh karenanya mereka ‘terpaksa’ menerapkan cara kombinasi, bahkan luring sepenuhnya dengan tetap menjaga keamanan dan kesehatan siswa sesuai dengan aturan pemerintah. Kondisi tersebut dilakukan agar program MPLS dapat berlangsung tanpa melanggar ketentuan yang diterapkan pemegang kebijakan.

Terlepas dari polemik moda di atas, tentu sekolah dapat berkreasi mengemas kegiatan ini menjadi hal yang menarik, bersifat edukatif, partisipatif, dan menumbuhkembangkan nilai-nilai karakter.

Simpulan
Penyelenggaraan MPLS di sekolah di tengah situasi pandemi Covid-19 saat ini hendaknya disikapi dengan bijak. Penyelenggaraannya yang efisien dengan prinsip murah, mudah, meriah, dan masal sehingga tidak menyulitkan para peserta diyakini dapat menjadikan program ini berkualitas.

Karakter yang dibangun dalam MPLS semua moda adalah sesuai dengan nilai-nilainya adalah integritas, religius, nasionalis, kerjakeras/mandiri, serta gotong royong. Tentu dengan kreativitas dan inovasi sekolah. Terdapat sejumlah media yang dapat digunakan, seperti googleform, youtube, quizizz, whatsapp, dan lain-lain. Sementara untuk yang terkendala layanan komunikasi dapat menggunakan media manual, seperti informasi tertulis dam bentuk hardcopy lainnya. Sehingga kegiatan yang menjadi momen diawalinya tahun pelajaran di setiap sekolah seyogyanya harus dimanfaatkan siswa baru untuk mengenal lingkungan institusi pendidikan secara utuh sebagai upaya adaptasi dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar di jenjang yang lebih tinggi.

Akhirnya, berkualitasnya MPLS hendaknya tidak terkendala dengan kondisi dan situasi yang ada. Sehingga program ini tetap berlangsung dengan ragam kreasi dan inovasi yang akan membuatnya menjadi berkarakter dan penuh makna.***

Profil Penulis:
Adhyatnika Geusan Ulun, lahir 6 Agustus 1971 di Bandung. Tinggal di Kota Cimahi. Guru Bahasa Inggris di SMPN 1 Cipongkor Bandung Barat sejak 1999. Pengurus  MGMP Bahasa Inggris Kab. Bandung Barat. Alumnus West Java Teacher Program di Adelaide South Australia, 2013. Penulis buku anak, remaja dan dakwah. Editor NEWSROOM, tim peliput berita Dinas Pendidikan Bandung Barat. Jurnalis GUNEMAN Majalah Pendidikan Prov. Jawa Barat. Pengisi acara KULTUM Studio East Radio 88.1 FM Bandung. Redaktur Buletin Dakwah Qolbun Salim Cimahi. Kontributor berbagai Media Masa Dakwah. Sering menjadi juri di even-even keagamaan. œ

email: Adhyatnika.gu@gmail.com., Ig.@adhyatnika geusan ulun. Channel Youtube: adhyatnika geusan ulun, Twitter: @Adhyatnika geusan ulun