Optimalisasi Aset Sumber Daya Manusia Melalui JUMAT BERBAGI JUMAT BAROKAH

Oleh: Yani Yuliani, S.Pd

(SDN Cilame Bandung Barat)

 Manusia merupakan makhluk sosial yang saling bergantung satu sama lain. Manusia dikatakan sebagai makhluk sosial dikarenakan manusia sebagian besar melakukan interaksi dengan orang lain baik berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, maupun orang yang baru dikenal.

Interaksi tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan umum manusia seperti kebutuhan ekonomi, maupun kebutuhan biologis sehingga dalam memenuhi kebutuhan ini manusia tidak dapat berdiri sendiri tanpa berinteraksi dan memerlukan bantuan orang lain.

Dalam melakukan interaksi tersebut, sesama manusia dianjurkan untuk saling peduli dan membantu satu sama lain. Mengembangkan sikap kepedulian terhadap satu sama lain, diperlukan pendidikan karakter sedari dini. Pendidikan karakter perlu dilakukan sedari dini supaya apabila karakter baik anak sudah mulai terbentuk sejak kecil maka ketika anak beranjak dewasa karakter baik tersebut tetap melekat pada diri anak.

Pendidikan karakter yang berbasiskan budaya dan berlandaskan Pancasila berarti mendidik penerus bangsa supaya ber-Ketuhanan Yang Maha Esa, menjunjung kemanusiaan yang adil dan beradab, mengedepankan persatuan dan kesatuan bangsa, menjunjung tinggi hukum dan hak asasi manusia, serta mengedepankan keadilan dan kesejahteraan. Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat dikatakan bahwa pendidikan karakter mencakup pendidikan akhlak, moral, dan tanggung jawab.

Dalam mengembangkan karakter peduli sosial dapat diterapkan dengan bermacam cara dan metode, di antara metode yang dapat menjadi pilihan yaitu metode pembelajaran langsung melalui kegiatan infaq.

Kegiatan ini dinamakan Kegiatan Jumat Berbagi Jumat Barokah, yaitu kegiatan menyisihkan sebagian kecil uang jajannya untuk diinfakkan setiap hari Jumat dan dikumpulkan untuk kegiatan sosial dan memberikan kepada kaum dhuafa yang bekerjasama dengan komunitas lain, yaitu Paguyuban Badut Jawa Barat sebagai wadah yang menampung hasil infak untuk disalurkan kepada pihak yang membutuhkan.

Dengan kegiatan Jumat Berbagi Jumat Barokah ini diharapkan dapat menumbuhkan karakter siswa SD Negeri Cilame sebagai  Pelajar Pancasila yaitu pelajar yang memiliki karakteristik beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Berakhalak Mulia, mandiri,tanggung jawab, bergotong royong, berempati dan Peduli sosial.

Deskripsi Aksi Nyata

Aksi nyata Jumat Berbagi Jumat Barokah dilaksanakan seminggu sekali setiap hari Jumat. Pelaksanaannya melibatkan siswa, guru dan orang tua siswa. Sebelum program dilaksanakan ada beberapa langkah yang dilakukan. Berikut deskripsi kegiatan tersebut.

  1. Langkah yang pertama dilakukan adalah memetakan aset apa kekuatan dan kelemahan yang ada di sekolah dan sekitarnya yang nantinya menunjang berjalannya program sehingga keberhasilan bisa diraih,
  2. Langkah yang kedua adalah melakukan analisis BAGJA, di mana analisis digunakan untuk gambaran program,
  3. Langkah ketiga adalah menganalisis resiko dengan menggunakan menajemen resiko. Dengan berkoordinasi dengan pemangku kepentingan dan wali murid ditakutkan resiko yang dihasilkan besar,
  4. Langkah keempat adalah pelaksanaan program di mana program dilaksanakan setiap hari Jumat yang dikumpulkan oleh wali kelas dan diserahkan kepada orang tua siswa.Setiap bulannya di minggu pertama penyerahan hasil infak siswa kelas bawah (Kelas 1,2 dan 3) kepada Paguyuban Badut jawa Barat untuk disalurkan kepada kaum dhuafa melalui acara yang menampilkan Badut, dan minggu ke empat untuk kelas atas (Kelas 4,5 dan 6). Sebagian uang hasil infak disimpan untuk kebutuhan siswa yang tidak mampu,
  5. Langkah kelima adalah Monitoring dan Pelaporan. Kegiatan Monitoring dilaksanakan 2 kali dalam satu semester. Monitoring dilaksanakan oleh Tim yaitu Kepala sekolah, CGP dan Komite sekolah. Dan Pelaporan dilaksanakan satu semester oleh tim pelaksana kepada seluruh warga sekolah.

Hasil Aksi Nyata

Sesuai dengan tujuan program, selain kecerdasan, juga diharapkan akan terbentuk karakter peduli sosial dan rasa empati sebagai modal murid sejak dini untuk masa depannya  yang memiliki karakteristik beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Berakhlak Mulia, mandiri,tanggung jawab, bergotong royong, berempati dan peduli sosial.***

Profil Penulis

Yani Yuliani, S.Pd Lahir di Cimahi Pada tanggal 13 Juli 1974. Domisili di Kp. Gunung Dukuh No 49 RT 02 RW 09 Ds. Citapen Kec. Cihampelas Kab. Bandung Barat. Pendidikan D2 PGSD IKIP Bandung tahun 1999 dan S1 PGSD UPI Bandung tahun 2004. CPNS tahun 2000 -2002 di SDN Maswati2 Cikalong Wetan, PNS tahun 2002-2006 Di SDN 1 Rende, 2006-2015 di SDN 4 Cimareme Kec Ngamprah dan 2015-sekarang di SDN Cilame Kec. Ngamprah. CGP angkatan 4.

Pewarta: Adhyatnika Geusan Ulun