PERINGATAN KEMERDEKAAN DAN HARAPAN-HARAPAN DI DALAMNYA

Lily Nuraini Damayanty, S.Pd

(Guru Bahasa Indonesia SMPN 3 Ngamprah)

Bait-bait puisi Karawang—Bekasi yang dibacakan oleh siswa kelas 7C SMP Negeri 3 Ngamprah Fitri Kintawati, sepertinya telah membuat siapa saja yang mendengarnya tergetar siang itu. Semua tampak menyimak. Juga larut merenungi makna  yang terkandung dalam larik-larik puisi tersebut. Memaknai sebuah pesan yang begitu dalam, dari sosok pahlawan pejuang kemerdekaan. Pesan untuk kita, generasi penerus yang mewarisi cita-cita mereka.

Rasanya memang tepat jika puisi karya penyair legendaris Chairil Anwar tersebut dibacakan pada acara peringatan 76 tahun kemerdekaan Republik Indonesia siang itu. Dengan harapan, bersamaan dengan berkumandangnya bait-bait berisi pesan dari para pejuang yang tertuang dalam puisi tersebut, kita sebagai generasi penerus bangsa, dapat lebih memahami, dan berusaha untuk dapat mewujudkan harapan-harapan mereka.

Acara peringatan 76 tahun kemerdekaan di SMP Negeri 3 Ngamprah itu sendiri diselenggarakan secara daring melalui aplikasi zoom meeting dan live streaming Youtube, pada Kamis, 26 Agustus 2021. Diikuti oleh seluruh warga SMP Negeri 3 Ngamprah, baik dari kalangan peserta didik, pendidik, maupun tenaga kependidikan. Semuanya larut dalam semangat peringatan kemerdekaan yang menggelora.

Hal tersebut dapat dilihat dari antusiasnya seluruh warga sekolah dalam mengikuti kegiatan ini. Mulai dari panitia, yang sejak jauh-jauh hari telah menyusun rangkaian acara untuk hari-H peringatan, menggelar beberapa lomba—yang walaupun dilaksanakan secara daring, namun diikuti dengan penuh semangat oleh para siswa—hingga menyajikan rangkaian acara pada hari pelaksanaan peringatan, sehingga dapat diikuti oleh  seluruh warga SMP Negeri 3 Ngamprah.

Para siswa dan guru juga tidak kalah bersemangat. Mereka mengikuti seluruh rangkaian kegiatan peringatan kemerdekaan RI ini dari awal hingga akhir acara. Tampak meriah dengan paduan nuansa merah dan putih yang mendominasi.

Acara hari itu diawali dengan penayangan video kreasi semangat kemerdekaan dan lantunan lagu nasional Hari Merdeka karya H. Muthahar. Siswa dan guru bersinergi dalam tayangan ini, membangkitkan semangat nasionalisme yang menyala-nyala.

Selanjutnya pembawa acara, duet antara Ibu Dati Dahliana dan Bapak Rahmat Hidayat, memandu upacara pembukaaan. Upacara ini terdiri atas rangkaian acara; pembukaan, menyanyikan lagu kebangsaan, sambutan-sambutan, dan juga doa. Setelah itu, dilanjutkan dengan dikumandangkannya mars dan hymne SMP Negeri 3 Ngamprah.

Acara yang paling ditunggu-tunggu oleh mayoritas siswa tentu saja pengumuman pemenang lomba. Pada sesi acara yang dipandu oleh ketua OSIS Almira Khairunnisa, didampingi anggota OSIS sekaligus pendongeng remaja Nabila Dwiyanti, diumumkanlah para pemenang dari berbagai lomba ini.

Momen ini sangat membanggakan. Menyaksikan video bagaimana para pemenang menampilkan karya terbaik mereka, juga sangat mengharukan. Tiba-tiba saja muncul harapan besar di dada. Bahwa kelak, para pemenang ini akan mengukir kemenangan-kemenangan lainnya, yang dapat membanggakan, tidak hanya diri mereka sendiri, tetapi juga membawa kebanggaan besar bagi negeri dan bangsa ini. Mudah-mudahan saja.

Acara pengumuman pemenang lomba dapat dikatakan sebagai acara puncak pada peringatan kemerdekaan RI ke-76 siang itu. Namun bukan sebagai acara penutup. Sebab setelahnya, masih ada pembacaan dongeng oleh Nabila dan Fitri. Kisah yang dibawakan adalah tentang perjuangan para pahlawan di masa lalu. Nabila dan Fitri membawakan sesi ini dengan baik. Kisah perjuangan disampaikan dengan menarik. Semoga saja, pesan yang terdapat dalam kisah tersebut, juga dapat dipetik, kemudian dijadikan sebagai penambah motivasi bagi para siswa, dalam menjalani dan mengisi kemerdekaan ini.

Setelah sesi dongeng selesai, sesi lain yang tidak kalah menarik kembali digelar, yaitu sesi Live Quizizz dan lomba makan kerupuk daring.

Sesi ini merupakan sebuah keseruan lain yang juga dinanti-nantikan oleh para siswa. Lagi-lagi mereka terlihat begitu antusias dan penuh semangat mengikuti kegiatan lomba. Dari sisi lain, kita juga dapat melihatnya sebagai sesuatu yang unik. Lomba makan kerupuk yang biasanya dilakukan secara langsung di lapangan, kini dilaksanakan secara daring, bagaimana tidak unik?

Pada akhirnya, keunikan yang menggembirakan itulah yang kemudian menutup rangkaian acara peringatan HUT RI yang ke-76 di SMP Negeri 3 Ngamprah. Sungguh bukan hanya kemeriahan seremonial saja yang ingin didapatkan pada giat peringatan kemerdekaan kali ini. Juga bukan hanya gegap gempita perayaannya saja yang ingin dikenang. Namun harapan akan semangat yang selalu lekat itulah, yang kami semua inginkan. Semangat untuk melalui berbagai macam aral juga rintangan, yang menghadang di depan sana. Semangat untuk terus membawa bangsa ini, menjadi bangsa yang tangguh. Bangsa yang terus bertumbuh, hingga menjadi bangsa yang besar. Itulah harapan di dada-dada kita, yang—semoga saja—selalu kita jaga, dan tak akan pernah padam.

Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh!

 (Bandung Barat, 26 Agustus 2021)